Pilkada Nias Selatan – Temafol Pertanyakan Hasil Pleno KPUD Nisel

JAKARTA, Nias Selatan – Pasangan Temafol yang semula diunggulkan pada Pilkada Nias Selatan (Nisel) mempertanyakan hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara yang digelar hari ini (Kamis, 6/11). Sebab, masih ada satu kecamatan yang belum melakukan pleno penghitungan suara. Rapat juga diwarnai walk-out oleh saksi pasangan calon.

“Bagi kami, tidak ada yang menang. Yang ada adalah dukacita karena di Nisel, yang ada adalah ketidakadilan dan ketidakbenaran. Hukum telah diinjak-injak oleh KPUD Nisel. Kami anggap rekap hari ini sebagai rekap paksa. Karena terindikasi bahwa KPUD mengarah pada calon tertentu,” ujar FL Bidaya, calon wakil bupati dari pasangan Temafol kepada Nias Online, Kamis (6/1).

Ditanya mengenai alasannya menyebut pleno itu sebagai pleno rekap yang dipaksakan, jelas dia, karena dalam surat undangan kepada setiap pasangan adalah rekapitulasi suara per kecamatan. Sebab, dari 18 kecamatan, satu kecamatan lagi yang belum melakukan pleno penghitungan suara, yaitu kecamatan Toma. Harusnya, kata dia, hasil pleno rekap itu belum bisa ditandangani oleh KPUD dan menempelkannya di papan pengumuman. Tapi kenyataannya, kecuali satu anggota, dua anggota KPUD bersama ketuanya telah menandatangani.

Rapat pleno itu, tambah dia, juga diwarnai walk-out oleh saksi empat pasangan calon karena permintaan agar pleno rekapitulasi ditunda sampai total suara 18 kecamatan terpenuhi tidak diindahkan KPUD. Meski diwarnai walk-out, KPUD terus melanjutkan rekapitulasi. “Kami juga akan mengajukan keberatan sesuai aturan ke KPUD. Selanjutnya, akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK),” kata dia.

Dihubungi terpisah, anggota KPUD Nisel Deskarnial membantah pihaknya memihak pasangan tertentu. Dia menjelaskan, rapat pleno rekapitulasi yang dilaksanakan hari ini, meski masih tersisa satu kecamatan, sudah sesuai aturan. Berdasarkan tahapan Pilkada, hari ini (6/1) adalah rapat pleno rekapitulasi. Sedangkan batas waktu pleno PPK adalah kemarin (5/1). Selain itu, sesuai aturan, bila pleno rekapitulasi itu tidak sesuai aturan, pihaknya sudah mendapat teguran dari Panwaslu. “Kalau itu melanggar, harusnya mereka sudah menegur KPUD. Tapi, tidak ada. Semuanya berjalan sampai akhir,” kata dia.

Dia menjelaskan, PPK Toma diberi kesempatan melaksanakan pleno sampai pukul sembilan malam ini. Bila tidak selesai juga, KPUD akan mengambil alih dan melakukan pleno pada esok hari. Selanjutnya, KPUD akan mengundang semua saksi dan Panwaslu untuk melengkapi hasil pleno seluruh 18 kecamatan tersebut.

Dia juga membenarkan bahwa rapat pleno rekapitulasi tersebut diwarnai walk-out. Namun, setelah 10 menit penghitungan dan baru menyelesaikan penghitungan satu kecamatan, beberapa saksi pasangan calon memasuki ruangan. “Kecuali saksi pasangan Temafol dan Solo, saya lihat tidak masuk lagi,” kata dia.

Dia juga membenarkan, kecuali satu anggota KPUD, yang lainnya sudah menandatangani hasil rekap. Menurut dia, satu anggota KPUD yang belum tandatangani karena menunggu hasil rekap kecamatan Toma. Namun, kalau pun tidak menandatangani, tidak memengaruhi keabsahan hasil rapat pleno karena perbandingan suara anggota KPUD adalah 3 banding 1. “Kalau ada pihak yang ingin menggugat, sesuai aturan mereka punya waktu tiga hari setelah penetapan oleh KPUD,” jelas dia.

Hasil pleno rekapitulasi 17 kecamatan, seperti berdasarkan data yang diperoleh Nias Online dari KPUD Nisel, adalah sebagai berikut: pasangan urut 1 (Temafol) sebanyak 22.935 suara. Urut 3 (Ideal) sebanyak 27.206 suara. Urut 4 (Jiwa) sebanyak 21.232 suara. Urut 5 (Solo) sebanyak 6.706 suara dan urut 6 (Damai) sebanyak 8.717 suara. Dari komposisi perolehan suara itu, menunjukkan pasangan urut 3 menang satu putaran. (EN)

Komentari

Saya sangat mendukung tindakan KPUD Nisel dengan tegas mengambil sikap dalam setiap tahapan selama Pilkada berlangsung. Kritik dengan berbagai versi wajar dan di maklumi harus terjadi dengan tidak keluar dari koridor yang berlaku berdasarkan hukum. Buat pasangan TemaFol dan para pendukung tidak dibatasi untuk mengajukan keberatan ke MK tentunya dengan pertimbangan selisih hasil perolehan suara, hasil quick count bukanlah hasil pleno KPUD Nisel dan nisel bukan hanya satu kecamatan. Buat pasangan yang menang berdasarkan hasil penetapan KPUD Nisel saya ucapkan Selamat dan Sukses namun jangan terhanyut dalam kegembiraan karena kedepan rakyat Nisel akan menagih janji perubahan yang selama ini dinantikan. Yafaoma Itolo Ita Yesu……..

seferius giawa says:

saya mendukung jika dibawa dihadapan hukum (MK) dengan catatan rekap dari desa dan PPk di seluruh kecamatan diperoleh oleh TemaFol sehingga biarlah hukum yang mengambil satu keadilan. jika memang benar maka itulah putra terbaik Nisel, tapi jika hal itu tidak benar maka biarkan hukum yang berbicara…….. kita tidak kehendaki ketidak adilan di Nias Selatan tercinta ini……….

Bezisokhi Dao says:

Saya kira masy. Nisel wajib mnyampaikan ucpn SELAMAT & SUKSES kpd KPUD Nisel yg telah menyelenggarakan pemilukada walaupun disana-sini msh ada yg perlu dibenahi. Kemudian ucpn SELAMAT kpd pasangan IDEAL yg melalui pleno KPUD Nisel ditetapkan sbg PEMENANG. Disetiap kompetisi yg fair, termasuk kompetisi politik; MENANG atau KALAH adlah REALITA yg harus diterima. Kalau sblmnya ada perbedaan pd prapemilukada, mari satu hati, satu tekad & duduk satu meja pd pasca pemilukada & pleno KPUD Nisel ini untuk bersama-sama memikirkan pembangunan Nisel 5 tahun kedepan. Saya percaya kita semua menghendaki Nisel sbg kabupaten baru yg maju dan jaya.

Ernny Ndruru says:

Satu pertanyaan ”ada apa dg PPK Toma?”
Maunya apa? Atau ada pihak dr calon peserta yg berniat menggagalkan atas menangnya pasangan IDEAL?Sebenarnya masalah sudah g ada lgi klo peserta calon ikhlas atas sgla kerugian dlm pemilu ini. Dan menerima kekalahannya. Mgkn sj klo pasangan Temafol yg menang itu sy yakin bhw beliau tdk akn mempermasalahkan akan rekap suara itu dari Kec.Toma. Tp,gmn jg yg namanya sifat manusia, tdk siap jk yg muncul adalah kegagalan.
Saran dr sy Pak ”anggap aj hal itu smua ibarat kertas tak bertinta” atau jg dgn tidak menangnya beliau sudah kehendak Tuhan, mungkin blm lg waktunya jd seorang pemimpin di daerah kita Nias Selatan.
Yaahowu.

Siwani Victor Dachi says:

Selamat pagi saudara-saudara.

Sungguh, kita sangat menyayangkan karena sampai batas waktu yang telah diberikan oleh KPUD Nias Selatan ternyata masih ada 1 (satu) kecamatan yang belum menyerahkan atau melaporkan hasil perhitungan suara di Kecamatan Toma.
Yang menjadi pertanyaan kita, mengapa kecamatan-kecamatan di luar Kecamatan Toma bahkan kecamatan-kecamatan yang jauh seperti Pulau-Pulau Batu, Hibala, Lolowa’u telah melaporkan hasil perhitungan suara di sana sementara Kecamatan Toma yang berbatasan dengan Kecamatan Teluk Dalam belum sampai juga pada batas waktu yang telah ditentukan.
Ada kemungkinan dari Kecamatan Toma tidak melaporkan jumlah perolehan suara di sana disebabkan karena warga/penduduk di sana tidak menggunakan hak pilihnya pada PILKADA yang diselenggarakan pada tanggal 29 Desember 2010 yang lalu. Jadi mau melaporkan apa kalau tidak ada materi / bahan yang akan dilaporkan.

Nah dalam hal ini juga, KPUD memang harus tegas untuk mengambil sikap. Karena kalau dibiarkan kejadian ini berlarut-larut, apa kata dunia.

Jadi untuk ke depan hal-hal seperti ini jangan sampai terjadi lagi. Kita jadikan sebagai pengalaman pahit.

Saya rasa hal ini jangan lagi diperdebat, atau gugat menggugat di pengadilan, ini sudah ada bukti memang tidak mengikuti aturan dan tidak displin.

Saohagolo ira talifusogu, u’andro wa’ebolo dodomi naso wehedegu si lo enahoi.

Ya’ahowu.

Samuel Harita says:

Kalau jumlah pemilih dari Toma lebih dari selisih perolehan suara Ideal dan Temafol (yakni 4271) dan apabila hasil dari Toma mayoritas mengarah ke Temafol, maka keberatan pasangan Temafol atas hasil pleno KPUD dibenarkan.

Jadi pleno KPUD seharusnya bisa mengestimasi efek pengaruh suara dari Toma dengan menghitung jumlah pemilih di sana. Kalau jumlahnya signifikan, artinya bisa mempengaruhi perolehan suara pasangan, maka sebaiknya KPUD menunda pleno, sampai hasil Toma datang. Sebaliknya jika jumlah pemilih Toma lebih kecil dari selisih perolehan suara Ideal dan Temafol, KPUD tidak perlu menunggu hasil dari Toma, tetapi menjelaskan dengan gamblang pada para wakil-wakil pasangan yang hadir.

Keberatan dan rencana gugatan pihak Temafol hendaknya didasarkan atas telahaan ini.

Samuel Harita

Hati Bening says:

Seharusnya jgn terjebak dgn hasil Quick Count. Sudah dikatakan spy ditunggu hasil rekap dr KPUD. Sudah biasa bhw hasil pilkada tidak memuaskan para calon yg kalah. Jk KPUD sudah melaksanakan semua tahap2 itu, mk biarpun ada yg menggugat, ndak apa2, itu sudah biasa.

ofulo says:

kami berharap KPUD dapat melaksanakan tugas dengan baik,dan bijak dalam melakukan perhitungan suara sesuai dengan data yang ada jangan mengurangi apalagi menambah sesuai data yang ada saja sekalipun nantinya banyak pihak yang keberatan dan menggugat silahkan saja yang jelas kpud nisel dapat melakukan tugas mulianya dengan baik dan jangan pernah berpihak biarkan perhitungan suara didepan semua timsukses masing masing calon menyaksikan semua perhitungan suara sehingga tidak terjadi kepincangan dalam menentukan siapa yang menang

ono sitefuyu says:

udahlah. itu kan kiat pasangan temafol aja menggagalkan pemilukada nisel, karena sudah tahu kalah. kalau dia yang menang, mana begini sikapnya.