Pilkada Nias Selatan – Temafol Pertanyakan Hasil Pleno KPUD Nisel

Thursday, January 6, 2011
By susuwongi

JAKARTA, Nias Selatan – Pasangan Temafol yang semula diunggulkan pada Pilkada Nias Selatan (Nisel) mempertanyakan hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara yang digelar hari ini (Kamis, 6/11). Sebab, masih ada satu kecamatan yang belum melakukan pleno penghitungan suara. Rapat juga diwarnai walk-out oleh saksi pasangan calon.

“Bagi kami, tidak ada yang menang. Yang ada adalah dukacita karena di Nisel, yang ada adalah ketidakadilan dan ketidakbenaran. Hukum telah diinjak-injak oleh KPUD Nisel. Kami anggap rekap hari ini sebagai rekap paksa. Karena terindikasi bahwa KPUD mengarah pada calon tertentu,” ujar FL Bidaya, calon wakil bupati dari pasangan Temafol kepada Nias Online, Kamis (6/1).

Ditanya mengenai alasannya menyebut pleno itu sebagai pleno rekap yang dipaksakan, jelas dia, karena dalam surat undangan kepada setiap pasangan adalah rekapitulasi suara per kecamatan. Sebab, dari 18 kecamatan, satu kecamatan lagi yang belum melakukan pleno penghitungan suara, yaitu kecamatan Toma. Harusnya, kata dia, hasil pleno rekap itu belum bisa ditandangani oleh KPUD dan menempelkannya di papan pengumuman. Tapi kenyataannya, kecuali satu anggota, dua anggota KPUD bersama ketuanya telah menandatangani.

Rapat pleno itu, tambah dia, juga diwarnai walk-out oleh saksi empat pasangan calon karena permintaan agar pleno rekapitulasi ditunda sampai total suara 18 kecamatan terpenuhi tidak diindahkan KPUD. Meski diwarnai walk-out, KPUD terus melanjutkan rekapitulasi. “Kami juga akan mengajukan keberatan sesuai aturan ke KPUD. Selanjutnya, akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK),” kata dia.

Dihubungi terpisah, anggota KPUD Nisel Deskarnial membantah pihaknya memihak pasangan tertentu. Dia menjelaskan, rapat pleno rekapitulasi yang dilaksanakan hari ini, meski masih tersisa satu kecamatan, sudah sesuai aturan. Berdasarkan tahapan Pilkada, hari ini (6/1) adalah rapat pleno rekapitulasi. Sedangkan batas waktu pleno PPK adalah kemarin (5/1). Selain itu, sesuai aturan, bila pleno rekapitulasi itu tidak sesuai aturan, pihaknya sudah mendapat teguran dari Panwaslu. “Kalau itu melanggar, harusnya mereka sudah menegur KPUD. Tapi, tidak ada. Semuanya berjalan sampai akhir,” kata dia.

Dia menjelaskan, PPK Toma diberi kesempatan melaksanakan pleno sampai pukul sembilan malam ini. Bila tidak selesai juga, KPUD akan mengambil alih dan melakukan pleno pada esok hari. Selanjutnya, KPUD akan mengundang semua saksi dan Panwaslu untuk melengkapi hasil pleno seluruh 18 kecamatan tersebut.

Dia juga membenarkan bahwa rapat pleno rekapitulasi tersebut diwarnai walk-out. Namun, setelah 10 menit penghitungan dan baru menyelesaikan penghitungan satu kecamatan, beberapa saksi pasangan calon memasuki ruangan. “Kecuali saksi pasangan Temafol dan Solo, saya lihat tidak masuk lagi,” kata dia.

Dia juga membenarkan, kecuali satu anggota KPUD, yang lainnya sudah menandatangani hasil rekap. Menurut dia, satu anggota KPUD yang belum tandatangani karena menunggu hasil rekap kecamatan Toma. Namun, kalau pun tidak menandatangani, tidak memengaruhi keabsahan hasil rapat pleno karena perbandingan suara anggota KPUD adalah 3 banding 1. “Kalau ada pihak yang ingin menggugat, sesuai aturan mereka punya waktu tiga hari setelah penetapan oleh KPUD,” jelas dia.

Hasil pleno rekapitulasi 17 kecamatan, seperti berdasarkan data yang diperoleh Nias Online dari KPUD Nisel, adalah sebagai berikut: pasangan urut 1 (Temafol) sebanyak 22.935 suara. Urut 3 (Ideal) sebanyak 27.206 suara. Urut 4 (Jiwa) sebanyak 21.232 suara. Urut 5 (Solo) sebanyak 6.706 suara dan urut 6 (Damai) sebanyak 8.717 suara. Dari komposisi perolehan suara itu, menunjukkan pasangan urut 3 menang satu putaran. (EN)

Komentari

Kalender Berita

January 2011
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31