Jakarta, Nias Online – Pelaksanaan Pilkada Nias Selatan (Nisel) telah dimulai dengan pembukaan TPS secara resmi pada pukul 09.00 Wib. Namun, banyak warga yang tidak mendatangi TPS karena tidak memiliki surat panggilan memilih atau biasa dikenal formulir C6.

Beberapa warga yang dihubungi Nias Online mengakui, pihaknya sangat ingin memilih. Namun, dari tadi malam hingga pagi ini, mereka belum juga menerima surat panggilan tersebut. “‘Kami tidak tahu kenapa. Yang lain dapat panggilan, kami tidak. Surat panggilan baru dibagi semalam dan pagi ini tapi kami tidak mendapatkan surat itu,” ungkap salah satu warga di Desa Bawömataluo yang dihubungi pada Rabu, (29/12).

Dihubungi terpisah, pasangan Temazisökhi Halawa-Foluaha Bidaya (Temafol), salah satu pasangan kandidat bupati dan wakil bupati mengakui, banyak warga yang mengeluh karena tidak bisa memilih. Pihaknya juga sudah membantu mensosialisasikan bahwa warga bisa tetap bisa memilih dengan mendatangi TPS dan membawa identitas diri seperti KTP. “Tapi, masalahnya, di sini kan banyak warga yang tidak memiliki KTP. Kita tidak tahu kenapa begini. Entah dimana masalahnya sehingga banyak yg tidak dipanggil memilih,” ujar Foluaha Bidaya.

Anggota KPUD Sumut Turunan Gulö mengatakan, harusnya surat panggilan itu sudah sampai lebih dulu ke TPS. Tapi, formulir surat panggilan itu baru terkirim bersamaan dengan logistik karena turunannya anggaran yang mepet dengan pelaksanaan Pilkada. “Pada pelaksanaan yang normal saja, masalah seperti ini sering terjadi. Apalagi bila semuanya mepet. Tapi, kita harapkan, masalah dapat diminimalisir,” kata dia.

Dia menambahkan, seharusnya, sesuai aturan, warga tanpa surat panggilan bisa memilih asal namanya ada dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Tapi, berdasarkan pantauan Nias Online, banyak warga yang tidak memahami adanya aturan tersebut sehingga memilih tidak datang ke TPS dan melakukan pekerjaan sehari-harinya.

Direktur Eksekutif LSM Forniha One Man Halawa yang ikut memonitor Pilkada Nisel mengungkapkan, berdasarkan pantauan sejak TPS dibuka, sejumlah TPS di wilayah Teluk Dalam dalam kondisi sepi. “Hingga saat ini (satu jam setelah TPS dibuka, red), pemilih yang datang, ada yang baru satu dua orang saja,” kata dia.

Menanggapi masalah rendahnya partisipasi pemilih, Turunan mengungkapkan akan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di Nisel. Agar masyarakat secepatnya diberi informasi bahwa mereka bisa memilih asal namanya ada di DPT.

Sampai berita ini diturunkan, Pilkada masih berjalan. Nias Online juga berusaha menghubungi anggota KPUD Nisel, tapi tidak tersambung. (EN)

Facebook Comments