Korupsi Nias Bisa Seret Tersangka Lain

Thursday, November 18, 2010
By nias

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak menutup kemungkinan korupsi APBD Kabupaten Nias, Sumatera Utara bakal menyeret nama lain selain Bupati Nias, Binahati B Baeha. Pasalnya, dana yang diduga diselewengkan Binahati ternyata mengalir ke beberapa orang.

Wakil Ketua KPK, Bibit Samad Rianto, mengungkapkan, awalnya pada tahun 2007 Nias menerima dana Rp 9,48 miliar untuk dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi paskagempa dan tsunami 2004. Selanjutnya, dana itu digunakan untuk pengadaan barang dan jasa.

“Tapi dalam pelaksanannya, terjadi mark up dalam pembelian barang dan jasa untuk berbagai kegiatan penanggulangan pascabencana yang diduga dilakukan oleh Bupati Nias, BBB. Dana hasil mark up diduga dibagikan ke beberapa orang,” ujar Bibit saat dihubungi, Rabu (17/11).

Karenanya Bibit tak menampik kemungkinan penyidikan kasus Nias akan diperluas sehingga tak menyeret Binahati saja. Terlebih lagi, pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPIdana tentang perbuatan turut serta atau bersama-sama juga termasuk dalam pasal yang disangkakan kepada Binahati.

Namun sejauh ini, kata Bibit, jumlah tersangkanya belum bertambah. “Kalau sekarang masih BBB (Binahati B Baeha),” tandasnya.

Yang pasti, lanjut Bibit, KPK telah mengantongi angka kerugian keuangan negara dari proyek senilai Rp 9,48 miliar itu. “Sejauh ini kerugian negaranya Rp 3,8 miliar,” sebut Bibit.

Seperti diketahui, awal pekan ini KPK telah menaikkan status penyelidikan dugaan korupsi APBD dan dana Rekonstruksi dan Rehabilitasi Nias ke penyidikan. Pelaksana tugas (plt) Direktur Penyidikan KPK, Feri wibisono, mengungkapkan, kasus itu telah menyeret Bupati Nias Binahati B Baeha sebagai tersangka.

Oleh KPK, Binahati dijerat dengan sejumlah pasal antara lain pasal 2 ayat (1) dan/atau pasal 3 UU Pemb Korupsi. Jo pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.(ara/jpnn) (Sumber: www.jpnn.com – 17 November 2010).

6 Responses to “Korupsi Nias Bisa Seret Tersangka Lain”

  1. 1
    OnoNiha Says:

    Harus usut korupsi jangan cuman tingkat kabupaten, tapi usut juga sampai ke Desa, selama ini apakah bantuan untuk Desa benar dipakai untuk membangun Desa atau malah gak pernah dibangun apa2.
    jangan ampe aparat desa juga menjual desanya dengan foto2 orang desa yang terlihat miskin.

  2. 2
    Aliozisokhi Fau Says:

    Kita berharap Pak Binahati menjalani semua apa yang akan terjadi, sehingga semua jelas, dan beliaupun bisa tidur. Bagaimanapun jasanya di Nias cukup besar, Nias mekar jadi 5 kabupaten kota, telah memberikan perubahan besar di Nias. Kalaupun dia sedikit mengambil uang rakyat Nias berapalah itu dibandingkan jasanya untuk daerah ini. Hanya saja saya sangat sedih karena uang yang diambil itu uang air mata, uang bencana,sepertinya kita tidak manusiawi lagi. Namun biarlah pengadilan yang membuktikannya. Muda2an hal ini tidak benar.

  3. 3
    b zai Says:

    Kalau masalahnya soal bencana alam Nias harusnya menyeluruh dunk. Bantuan kan gak msuk APBD ajah. Yang diterima pejabat pemda lainnya waktu itu dlm bentuk dana cash atau barang banyak juga yg digunakan secara pribadi atau yayasannya. Jangan yg ini aja dibesar-besarin di heboh-hebohkan spt org yg jahat banget, taunya yg lebih besar diraup oleh org lain tp ditutup2in. Ini juga harus dipertanggungjawabkan apa bener digunakan dan diberikan utk masyarakat atau utk kantong pribadi. BRR juga harus dievaluasi apa bener udh melaksanakan tugas dan dana triliun bantuannya sesuai aturan.

  4. 4
    Sam Gulo Says:

    Hari Selasa lalu, 23 Nov ada demo di Gusit, menuntut Binahati digantung. wah.. pdhal org yg teriak2 itu pasti tdk tahu apa2. Pak Binahati itu begitu besar jasanya untuk Kepulauan Nias. Jika tdk ada beliau, mungkin Nias masih belum dimekarkan jd 5 kabupaten/kota sekarang.
    Yg perlu diperhatikan sebetulnya adalah para pemimpin di Kepulauan Nias ini, yg dapat durian runtuh menjadi pemimpin setelah pemekaran dan mereka korupsi luar biasa (Mis Nisel dan Nisbar).

  5. 5
    Martinus Gulo, SH Says:

    Korupsi di nias memang sudah menjadi kebiasaan. para pejabat daerah bukannya berpikir bagaimana membangun nias yang sudah sangat jauh dari ketertinggalan, malahan dana bencana pun masih mau di mark-up. sampai kapan nias bisa sejajar dengan daerah lain kalau mentalitas para pejabat seperti ini. kita sangat menyayangkan perbuatan seperti itu. kita memang menghargai pengabdian mereka selama ini, beserta prestasi yg dilakukan untuk membangun nias, tapi yang disayangkan adalah koq masih mau melakukan korupsi, sehingga sebaik apapun prestasi yang telah dicapai akan tenggelam dengan perbuatan korupsi tersebut. sama halnya gara2 setetes racun merusak susu sebalangan. nias butuh pejabat yang bersih, memiliki moralitas yang tinggi, mempunyai semangat yang visioner, jujur, memiliki rasa memiliki nias. sehingga ia merasa gagal apabila nias tidak berubah wajah ketika jabatannya beralih kepada orang lain..

  6. 6
    emen,...rakyat jelata Says:

    hemmm,…. bagaimana bagusnya ajalah kami rakyat jelata ini hanya bisa pasrah pada kenyataannya,…. Hanya Tuhan Yang tau apa sebenarnya yang terjadi di balik ini semua,… jangan2 ada maksud tertentu dengan membesar2kan masalah ini apalagi dengan PEMILUKADA yang sudah di depan mata, seseorang pasti ada maksud tertentu dengan membesar-besarkan masalah ini,…

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

November 2010
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930