YANGON – Pejuang Demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi yang ditahan oleh rezim militer Myanmar telah dibebaskan. Pemimpin Liga National untuk Demokrasi (NLD) itu dibebaskan oleh pemerintah militer Myanmar setelah ditahan selama 18 tahun. Masa tahanan Aung San Suu Kyi berakhir pada hari Sabtu (13/11/2010).

Menjelang pembebasannya, kantor pusal NLD di Yangon telah dijejali oleh para pendukungnya untuk mengantisipasi pembebasannya dan menyambutnya. Barikade-barikade yang ditempatkan di depan rumahnya yang berada di tepi danau telah disisihkan.

Pembebasan Aung San Suu Kyi yang telah berusia 65 tahun itu terjadi 6 hari setelah Myanmar melangsungkan pemilihan umum pada tanggal 7 November 2010 yang diboikot oleh partainya. Tahun lalu Aung San Suu Kyi dihukum 3 tahun pernjara karena dituduh mengakomodasi seorang warga AS, John William Yettaw, yang berenang menyeberangi Danau Inya menuju rumahnya. Hukumannya dikurangi oleh Dewan Pembangunan dan Perdamaian Maynmar.

Ia berkali-kali gagal dalam usaha banding terhadap hukumannya.

Selama 21 tahun terakhir, Aung San Suu Kyi telah dithan dan dibebaskan berkali-kali. Penahanannya pertama berlangsung dari bulan Juli 1989 hingga 10 Juli 1995 atas tuduhan “membahayakan keamanan negara”. Penahanan kedua berlangsung dari 22 Septmber 2000 hingga Mei 2002 karena pembangkannya atas pembatasan bepergian dengan mengunjungi kota kedua terbesar Mandalay di Myanmar. Yang ketiga dari 30 Mei 2003 hingga Mei 2009 karena insiden berdarah antara pendukung NLD dan pendukung pemerintah. Yang keempat dari bulan Mei 2009 hingga kemarin karena “Insiden Yettaw”.

Dalam pidatonya yang pertama setelah ia dibebaskan hari Minggu (14/11), Aung San Suu Kyi berikrar akan berusaha untuk mewujudkan rekonsiliasi nasional Myanmar dan mengungkapkan keinginannya untuk berjumpa dan berdiskusi dengan siapa saja. (XN/wikipedia/*)

Facebook Comments