Gunungsitoli (Nias Online) – Pada hari Sabtu, tangggal 6 November 2010 pagi hingga tengah hari telah dilangsungkan peresmian dan panandatanganan prasastni Mesjid Al Falah Tohia, Gunung Sitoli, oleh Ketua Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) dan pengguntingan pita oleh Bupati Nias. Masjid ini merupakan satu dari sekian banyak rumah ibadah yang hancur karena gempa yang melanda kepulauan Nias tahun 2005.

Pembangunan masjid ini dapat direalisasi oleh Yayasan Tatuhini Nias Bangkit (YTNB) dengan dukungan pendanaan dari IPEBI. Masjid ini terdiri dari bangunan dua lantai yang cukup kokoh untuk ibadah di bagian atas dan ruang serba guna di bawah, dilengkapi dengan pagar sekeliling bangunan, ruang pengambilan air wudhu, kamar mandi dan tangki air. Bangunan yang unik dan posisi strategisnya di jalan utama kota Gunung Sitoli membuat masjid ini menjadi perhatian banyak orang.

Pembangunan masjid ini telah dirampungkan pada akhir bulan Juli 2010 yang lalu dan memakan waktu kurang lebih dalam waktu 6 bulan sesuai jadwal yang direncanakan. Sebelum diresmikan, masjid ini diperkenankan untuk digunakan sementara oleh jemaah masjid selama bulan Agustus dan Oktober untuk menyambut ramadhan dan Idul Fitri.

Selain Ketua IPEBI, Arief Budi Santoso dan Ketua YTNB, Esther GN Telaumbanua, turut hadir dan memberikan kata sambutan dalam acara ini Bupati Nias, Binahati Baeha SH, Asisten III Pemko Gunung Sitoli, Syaiful Gulö, Ketua MUI Nias dan Bapak Zebua sebagai Penasehat Kenaziran Masjid Al Fallah.

Esther Telaumbanua dalam sambutannya mengatakan bahwa pembangunan masjid ini adalah satu dari dua program kemanusiaan kerjasama antara YTNB dan IPEBI. Setelah ini YTNB akan fokus persiapan pembangunan salah satu sekolah dasar di kota Gunung Sitoli.

Tidak lupa Esther menyampaikan ucapan terima kasih kepada IPEBI atas kerjsama dan kepercayaan yang diberikan kepada YTNB dan kepeduliannya yang sangat besar bagi masyarakat Nias. Dijelaskannya lebih lanjut, sebelumnya sejak tahun 2006 Bank Indonesia, melalui Tim BI Peduli NAD dan Nias telah bekerja sama dengan YTNB dan merealisasikan 5 program kemanusiaan bagi masyarakat Nias untuk wilayah Nias Barat dan Nias Selatan. Peresmian kelima program ini dilakukan oleh Miranda Goeltom sebagai pimpinan Bank Indonesia, bertempat di Gereja Saewe, Gidö pada bulan Desember 2007.

Esther menambahkan bahwa mulai dari persiapan sampai selesainya, masjid ini telah melalui proses perubahan politik di Nias, khususnya proses pemekaran sehingga masjid yang dulunya berada di wilayah kabupaten Nias kini berada di wilayah kota Gunung Sitoli.

Sebagai Ketua YTNB, Esther berpesan agar masjid ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai fungsinya sebagai rumah ibadah dan pembinaan untuk menghasilkan sdm Nias yang berkualitas dan memiliki spiritual tinggi untuk mendukung kebangkitan dan kemajuan Nias dengan azas kebersamaan dan persaudaraan, yang mana hal ini adalah selaras dengan visi-misi YTNB yaitu Nias Bangkit untuk meraih kehidupan yang lebih baik.

Sebelum penandatangan prasasti, Arief Budi Santoso sebagai Ketua IPEBI dalam sambutannya menyampaikan bahwa masjid ini adalah sebagai wujud nyata kepedulian pegawai Bank Indonesia terhadap masyarakat Nias pasca bencana. Masjid ini dibangun baru kerena kepedulian dan diserahkan kembali kepada masyarat untuk dimanfaatkan. IPEBI masih tetap mendukung pembangunan SDN Tandrawana sebagaimana telah dikomitmenkan sebelumnya bekerjasama dengan YTNB. Pembangunan sekolah ini dijadwalkan dapat dimulai pada bulan Desember ini. IPEBI menitipkan agar masjid ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan menjadi kebanggaan Nias, dan dalam pemeliharaan kiranya mendapat dukungan dari semua pihak.

Pada kesempatan ini pula Ketua IPEBI menyerahkan bantuan studi bagi Panti Asuhan Kinderdorf, St. Agustinus, Gidö yang diterima oleh Suster Yulia.

Menyambut kepedulian IPEBI ini Pemerintah Daerah Nias dan Kota Gunung Sitoli dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada IPEBI, dan juga kepada YTNB atas komitmennya bagi masyarakat Nias tanpa memilah keyakinan agama. Sebagai ungkapan rasa terima kasih ini Bupati Nias menyerahkan cenderamata kepada IPEBI dan YTNB berupa pin emas berbentuk rumah adat, sementara dari pihak kenaziran memberikan cenderamata miniatur rumah adat Nias. Disamping itu Bupati Nias juga menyampaikan akan memberikan sumbangan kepada sebuah masjid yang saat ini masih terkendala pembangunannya.

Acara peresmian ini brlangsung cukup meriah ditandai dengan kehadiran dari Muspida Nias dan Kota Gunung Sitoli, Ketua PKK Kabupaten Nias, Leny Trisnadi, Ketua DPRD Gunung Sitoli Sowa’a Laoli dan beberapa anggota DPRD, Pimpinan Perbankan Nias, Tokoh Masyarakat, Ulama, Tokoh Lintas Agama, dan Pastor Johannes Hamerle dari Museum Pusaka Nias. Tampak hadir pula sebagai undangan Drs. Martinus Lase, Mantan PJ Walikota Gunung Sitoli, dan ratusan jemaah Kenaziran Masjid Al Fallah dan warga Kota Gunung Sitoli. Rombongan IPEBI sendiri berjumlah 11 orang terdiri dari Pimpinan IPEBI, pejabat Direktorat PSDM Bank Indonesia, perwakilan BI Medan dan Sibolga.

Puluhan karangan bunga dari berbagai elemen masyarakat dan intitusi menghiasi lokasi peresmian tersebut memberikan warna tersendiri bari acara peresmian tersebut. Memeriahkan acara tersebut warga masjid Al Fallah melakukan penyambutan dengan tradisi Nias, menampikan tarian penyambutan berupa silat dan penampilan qasidah, serta pembacaan Ayat Suci (ytnb/egn/brk*)

Facebook Comments