* Kadis Perhubungan Telah Ditahan Bersama Staf dan Rekanan
* Kapolres Nisel Tetapkan Balon Bupati Nisel Tersangka

Gunungsitoli (SIB) – Kajari Gunungsitoli Edi Sumarno SH melalui Kacab Kajari Gunungsitoli Teluk Dalam Rabani M Halawa SH MH, Senin (8/11) mengatakan, kasus dugaan tindak pidana korupsi pelaksanaan proyek pengadaan sarana transportasi antar pulau DAK 2006 dengan nilai kontrak Rp 549.433.500 pada Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nias Selatan yang bersumber dari APBD Kabupaten Nias Selatan TA. 2008, terdakwa Jefri T Gari selaku Kontraktor CV. Putra Pantai Selatan telah divonis oleh pengadilan, Jumat (5/11) 1 tahun penjara, subsider 1 bulan kurungan pembayaran uang pengganti Rp 50 juta.

Aluisokhi Telaumbanua divonis 1 tahun penjara denda Rp 50 juta, pembayaran uang pengganti Rp 39 juta, Samadi Wau divonis 1 tahun penjara denda Rp 50 juta, pembayaran uang pengganti Rp 39 juta, Hendra Syam Zega divonis 1 tahun penjara denda Rp 50 juta, pembayaran uang pengganti Rp 39 juta.

Tim PHO, Hilbir B Telaumbanua, divonis 1 tahun penjara denda Rp 50 juta, pembayaran uang pengganti Rp 39 juta, Ethi divonis 1 tahun penjara denda Rp 50 juta, pembayaran uang pengganti Rp 39 juta.

Setelah pembacaan vonis terdakwa mengatakan kepada Hakim Majelis masih berpikir-pikir demikian juga jaksa penuntut umum Rabani M Halawa SH MH, dan pihak hakim majelis memberi kesempatan selama 7 hari.

Kadis Perhubungan Kabupaten Nias Selatan Drs FG Hulu selaku KPA, Masale Gulo SH selaku PPK, Fogoto Telaumbanua selaku PPTK, Sawato Lombu sekalu rekanan/pemborong, Sotawolo’o Duha selaku TIM PHO telah ditahan oleh Polres Nias Selatan terkait dugaan korupsi pada pengadaan Timbangan Portable TA. 2009 dengan nilai proyek Rp 830 juta. Sesuai hasil pemeriksaan BPKP bahwa fisik hanya 20 % sedangkan uang telah dicairkan 100 %.

Balon Bupati Nisel Tersangka

Selanjutnya Kapolres Nias Selatan AKBP Erik Leonardus Bhismo SH membenarkan bahwa terkait kasus dugaan pemakaian surat keterangan pengganti ijazah juga telah menetapkan tersangkanya, yang mempergunakan salah satu Balon Bupati Nias Selatan.

Menurut Kapolres Nisel semua saksi telah diperiksa dan setelah pemeriksaan para saksi maka ditetapkan tersangka dan kita sudah membuat surat pemberitahuan dimulainya penyidikan perkara di kejaksaan Negeri Gunungsitoli dan akan kita lakukan pemanggilan tersangka dalam waktu dekat.

Terkait kasus dugaan korupsi Dana bantuan BRR pada Gereja BNKP Tanonikoo Rp 37 juta yang diadukan oleh Guru Jemaat BNKP Tanonikoo Taliatulo Zebua juga dalam tahap menyiapkan permintaan JPU dan kita telah perintahkan Kasat Reskrim untuk melengkapinya dengan tersangka mantan Guru Jemaat BNKP Tanonikoo dan sekarang sebagai Kepala Sekolah SD Negeri Lawa-lawa Luo Idano Tae Kecamatan Gomo Kab. Nisel.

Sebelumnya BPH BNKP telah memberi surat kepada Pendeta Jemaat BNKP Tanonikoo agar dilapor ke Polres Nisel maka kasus itu wajib ditindak lanjuti dan tidak akan dihentikan karena uang itu merupakan bantuan untuk gereja yang hancur total pada gempa bumi Tgl 28 Maret 2005 termasuk Gereja BNKP Tanonikoo hancur total. (LZ/q)

Sumber: www.hariansib.com

Facebook Comments