Barry, Presiden negara adidaya Amerika yang lebih dikenal dengan nama Barack Obama sedang dalm perjalanan menuju Jakarta, Indonesia, setelah mengakhiri lawatan yang sukses di India.

Di Jakarta Barry akan tiba sebagai seorang yang berkunjung kembali ke daerah di mana ia menikmati masa kecilnya. Barry yang dulu tentu berbeda dengan yang sekarang – kini dia adalah seorang kepala negara dari negara adi kuasa yang akan mengunjungi negara dengan penduduk Muslim terbesar yang sedang berusaha menjadi negara disegani di kawasan Asia dan bahkan dunia.

Di Jakarta, Presiden Obama akan menandatangani Kesepakatan Kemitraan Komprehensif (comprehensive partnership agreement) bersama Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Agenda utama yang menjadi topik pembicaraan adalah masalah-masalah ekonomi dan pertahanan-kemanan.

Obama akan berkunjung ke Mesjid Istiqlal, mesjid terbesar di Asia Tenggara dan akan mengucapkan pidato di lapangan terbuka yang ditujukan kepada masyarakat Indonesia, pada hari Rabu (10 November 2010).

Diharapkan kunjungan ini akan mempererat hubungan Indonesia dan Amerika.

Para pejabat AS mengatakan, seperti kunjungan ke India, kunjungan Obama ke Indonesia dirancang untuk menyegarkan dan mempererat hubungan Amerika dengan negara demokrasi baru yang telah menujukkan prestasi yang mengesankan di bidang ekonomi dan yang akan memainkan peran penting pada abad 21.

Pidato Obama besok (10 November 2010) memiliki tujuan ganda: menyambut hangat masuknya Indonesia ke dalam kelompok negara demokrasi dan memperbarui dialog dengan masyarakat Muslim yang telah dimulainya pada pidato di Cairo Juni 2009.

Dalam kunjungan kali ini Obama tidak memiliki rencana khusus untuk bernostalgia atau mengajak keluarganya menikmati nostalgia masa kecilnya. Namun, menurut sumber-sumber Gedung Putih, kesempatan yang lebih baik bisa direalisasikan tahun 2011 ketika Obama kembali ke Indonesia sebagai presiden pertama yang akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur.

Aktivitas Gunung Merapi sempat membuat rencana kunjungan kali ini tergelincir dalam ketidakpastian. Akan tetapi sejak hari Selasa penerbangan internasional berjalan normal kembali. (CNA/brk*)

Facebook Comments