* Hari ini Penjabat Walikota Gunung Sitoli, Lakhomizaro Zebua, dan Penjabat Bupati Nias Barat, Sudirman Wuruwu, dilantik.

MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujonugroho mengaku sangat kehilangan seorang sahabat sekaligus guru dalam satu pekan terakhir pasca ditahannya Gubernur Syamsul Arifin. Jumat (22/10) lalu, KPK menahan Syamsul sebagai tersangka kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Langkat senilai Rp102,7 miliar.

Gatot mengaku tak bisa menolak perintah Gubsu untuk memimpin prosesi pelantikan dua Penjabat (Pj) Kepala Daerah di Nias, Penjabat Walikota Gunung Sitoli, Lakhomizaro Zebua, dan Penjabat Bupati Nias Barat, Sudirman Wuruwu, hari ini.

Gatot menjelaskan, saat memimpin pelantikan itu, dirinya merefleksikan kepada diri sendiri, sudah sejauh mana kepemimpinannya bisa memberikan manfaat kepada seluruh rakyat Sumut. “Jadi, kalau ditanya seperti apa perasaan saya saat ini, terus terang saat ini versneling saya lagi bermasalah karena ‘gigi satu’ (Gubernur, red) hilang,” kata Gatot.

Ini saja sudah membuat saya merasa kehilangan, apalagi kepada Gubsu, jelas saya merasa sangat kehilangan seorang sahabat sekaligus guru.” kata Gatot.

Terkait kebijakan Pemprovsu untuk memberikan advokasi hukum kepada Syamsul kendati saat ini DPP Partai Golkar sudah melakukannya, Gatot menjelaskan, secara normatif hal tersebut akan dilakukan Biro Hukum Setdaprovsu. Disinggung apakah sejauh ini sudah ada pendelegasian tugas-tugas dari Gubsu kepada dirinya untuk memimpin roda organisasi pemerintahan, Gatot mengaku sudah ada. (www.waspada.co.id – 28-10-2010)

Facebook Comments