Gunungsitoli – Akibat tingginya curah hujan di Pulau Nias selama sepekan terakhir, beberapa titik ruas jalan utama di kepulauan Nias tertimpa tanah longsor yang berakibat, hubungan lalulintas putus total. Rabu malam, (6/10) sekitar pukul 20.30 Wib. Enam rumah di Desa Tuhegeo I Kecamatan Gunungsitoli Idanoi hancur diterjang longsor.

Selain menghancurkan enam rumah, terjangan longsor juga melindas kurang lebih 50-70 meter badan jalan nasional di Kilometer 13,5 arah Bandara Binaka Gunungsitoli. Diprediksi ketinggian tumpukan tanah longsor di badan jalan sekitar 6 meter lebih atau rata dengan bubungan perumahan penduduk, sehingga mengakibatkan ruas jalan penghubung Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan terhenti total selama 15 jam dan listrik total padam.

Data yang berhasil dihimpun wartawan di lokasi kejadian sesaat setelah terjadinya bencana longsor itu, enam rumah warga yang tertimpa longsor antara lain, rumah Salatieli Gea alias Ama Andi, rumah Fatulo Laowo, rumah Febernius Laowo, rumah Gatiria Halawa alias Ina Jaya Gea, rumah Matius Halomoan Laowo, dan rumah Rahmat Esa Gea diperkirakan korban pengungsi 65 orang yang sangat butuh bantuan utamanya sembako, tenda, pakaian, selimut dan obat-obatan.

Selanjutnya, dilaporkan tidak ditemukan adanya korban jiwa, dimana beberapa orang sebelumnya (6/10) telah mengetahui gejala adanya pergeseran tanah pada pagi hari sekitar pukul 7.00 WIB, sehingga warga sekitar kejadian mengantisipasi dengan memindahkan beberapa barang-barang miliknya di tempat yang aman bahkan ada yang telah mengungsi ke rumah keluarga terdekat.

Saat peritiwa itu di lokasi kejadian terlihat keadaan cuaca mendung, PLN negara dalam keadaan padam, serta ratusan kendaraan roda dua, puluhan kendaraan roda empat tertahan yang mengakibatkan kemacetan.

Rombongan Danrem Sibolga yang baru saja kembali dari Kabupaten Nias Selatan hendak menuju Kota Gunungsitoli terhambat dan berpindah kendaraan, dengan terpaksa berjalan kaki sekitar kurang lebih 200 meter menyusuri belakang rumah warga dalam suasana gelap gulita.

Selanjutnya sesaat setelah kejadian itu, di lokasi peristiwa juga terlihat pihak keamanan dari Polres Nias yang dipimpin langsung oleh Kapolres Nias AKBP Wawan Munawar SIk, MSi, Asisten I Pemko Kota Gunungsitoli Firman Harefa, Kepala BPBD Kota Gunungsitoli Samsidin Ziawa, Kadis PU Kota Gunungsitoli Ir Efi Mendrofa.

Dari pemerintah Kabupaten Nias kerjasama dengan Pemko Gunungsitoli untuk tanggap darurat pada malam tersebut langsung menurunkan satu unit alat berat. Namun alat berat tersebut tidak dapat digunakan karena para korban meminta kepada pemerintah diberikan waktu untuk menyelamatkan barang-barang dan surat-urat penting sebelum di bersihkan oleh alat berat.

Ribuan warga yang berada di Kota Gunungsitoli yang hendak menuju Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan serta para penumpang Wings Air juga kru pesawat yang menuju Bandara Binaka Gunungsitoli terpaksa harus transit kendaraan dan berjalan kaki melintasi reruntuhan longsor. (SIB, 8-10-2010)

Facebook Comments