Oleh: Ida Hendriawati

Sejak dari Sibolga hujan mengguyur kota pelabuhan ini, kapal yang seharusnya diberangkatkan jam 8 malam ternyata baru diberangkatkan jam 10 malam, (04/10) karena cuaca buruk. Dan ternyata ditengah perjalanan dihadang badai, menurut Pinem karena dia tidak tidur, sedangkan saya tidak merasakan apa – apa karena terlelap dan menggunakan ear plug.

Sesampainya di gunung Sitoli, hujan deras menyambut kedatangan kami. Ditengah guyuran hujan kami mengunjungi museum pusaka Nias, dan ditempat ini terdapat benda – benda pusaka peninggalan orang Nias jaman dulu, seperti senjata, miniatur rumah adat, peralatan dapur, peralatan perang dan sampai perlengkapan terbuat dari batu jaman megalitikum pun terdapat disini.

Kamipun melanjutkan perjalanan menuju teluk dalam tepatnya pantai Sorake, betapa mengagumkannya ombak dipantai ini, padahal menurut surfer yang kami temui hari ini termasuk kecil padahal bagi saya tinggi banget. Menurut James, orang Hawaii yang kebetulan satu hotel dengan kami, Nias adalah surga bagi para surfer, Nias termasuk kategori kelas A tingkat internasional. Dan dia sudah 10 tahun belakangan datang terus ke Nias, menurut James sekitar 30 tahun yang lalu Nias dikenal oleh para surfer kelas Internasional. Bahkan Rob Machado dan Jerry Lopez pernah surfing disini (Legenda hidup surfer).

Sangat disayangkan semenjak Tsunami, pengunjung ke P. Nias cenderung berkurang, dan jalannya pun masih banyak yang rusak akibat gempa, walaupun sebagian masih dalam perbaikan. Tempat ini cukup potensial untuk dijadikan tempat wisata, apalagi sudah terkenal di dunia internasional.

Karena saya baru melakukan perjalanan yang cukup jauh, maka hari ini hanya menikmati indahnya pantai Sorake dan Lagundri sambil melihat para surfer beraksi.Dan besok saatnya mencoba surfing dipantai ini. Menurut James besok swell akan datang.

Di Nias untuk penginapan termasuk murah dari 50.000 – 75.000 hanya untuk transportasi agak susah harus charter mobil dari gunung Sitoli, daerahnya cukup tenang dan masih alami. Dan kita tidak perlu repot – repot bawa Surf board sendiri karena terdapat penyewaan papan surfing. [Ida]

Sumber: http://aci.detik.com/read/2010/10/05/222931/1456467/1001/nias-surganya-surfer

Facebook Comments