Gunungsitoli – Akibat di hujan yang mengguyur selama sepekan, Jalan Nasional penghubung antara Kota Gunungsitoli-Kabupaten Nias-Kabupaten Nias Selatan (Nisel) tepatnya kilometer 9,5 nyaris putus, Selasa, (5/10).

Pantauan Analisa di lokasi ruas jalan provinsi yang terletak di Desa Ononamolo I Lot Kecamatan Gunungsitoli Selatan itu, jelas terlihat setengah badan jalan sudah amblas akibat terjangan air sungai Idonoi.

Menurut penuturan salah seorang warga, selama ini ruas jalan tersebut sudah terlihat retak. Selanjutnya pada Senin pagi, (4/10) sekira pukul 06.00 WIB ruas badan jalan amblas dibawa terjang arus sungai.

Kini amblasnya semakin melebar dan diprediksi jika hal itu tidak segera ditangani diperkirakan satu atau dua hari ke depan ruas jalan penghubungan tiga kabupaten dan kota itu akan putus total.

Pantauan wartawan ruas jalan provinsi tepatnya di KM 9,1 Jalan Pelud Binaka juga terlihat retak dan nyaris amblas karena di gerus air yang melintas di bahu jalan itu.

Hal serupa terjadi di sekitar ruas jalan menuju Taman Makam Pahlawan Desa Mudik, ruas jalan yang menghubungkan antara jalan kabupaten menuju taman makam pahlawan nyaris putus. Hal itu karenakan tumpatnya gorong-gorong yang melintang di ruas jalan itu, sehingga air yang tumpat menggerus bagian bawah badan jalan. Jika tidak segera ditangani diprediksi ruas jalan itu juga akan putus.

Langkah

Ketua DPRD Kota Gunungsitoli saat mengatakan, pihaknya berharap pemerintah dan dinas terkait sesegera mengambil langkah kongkrit atas amblasnya ruas jalan itu, termasuk sungai Idonoi yang merupakan penyebab utama amblasnya ruas jalan tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan, ruas jalan yang amblas dan hampir putus tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Nias. Karena jalan itu menghubungkan antara Kabupaten Nias, Nias Selatan, dan jalan satu-satunya menuju Bandara Binaka Gunungsitoli.

Kepala UPRPJJ Gunungsitoli melalui Kepala Seksi Lapangan Togu Tambunan ST mengatakan, badan jalan yang longsor pada ruas jalan Nasional Gunungsitoli-Tetehosi terjadi akibat meluapnya Sungai Idanoi karena tingginya curah hujan.

Karena tingginya curah hujan selain, ruas jalan yang longsor atau amblas diantaranya, jalan provinsi Miga-Lolowa’u berserta bangunan pelengkap tembok penahan dan bronjong ikut mengalami kerusakan.

Untuk sementara penanggulangan yang telah dilakukan oleh UPRPJJ pada ruas jalan provinsi itu yakni, melakukan penimbunan dengan batu dan sirtu pada ruas badan jalan di KM 30 dan KM 32, sehingga kendaraan dapat melintasi ruas jalan itu.

Kepala PSDA Nias, Dorman Lubis yang dikonfirmasi Analisa melalui telepon mengatakan, sungai Idanoi yang berada di samping jalan Nasional di KM 9,5, pihaknya telah mengusulkan pelurusan sungai tersebut. Namun hal itu masih menunggu realisasi dari pemerintah karena memerlukan biaya cukup besar. (www.analisadaily.com – 6 September 2010)

Facebook Comments