Pembukaan Jalur Laut Singkil-Gunung Sitoli Disambut Positif

Warga yang berdomisili dan yang kini menetap di Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam menyambut baik dibukanya jalur transportasi laut Singkil-Gunung Sitoli Sumatera Utara.

Tokoh masyarakat Nias di Subulussalam Daniel Lase mengaku dengan dibukanya transportasi laut Singkil-Gunung Sitoli, diperkirakan jalur itu akan ramai mengingat banyaknya warga Nias yang selama ini jarang pulang ke kampung halaman untuk menjenguk sanak famili karena biaya yang terlalu mahal.

“Kalau kita melalui darat selain memakan waktu cukup lama, juga harus mengeluarkan uang banyak. Tapi kalau melalui jalur laut dari Singkil, waktunya singkat dan biaya juga sedikit,” ujar Lase.

Hal senada diungkapkan Aristo Hulu. Pria yang juga pengurus salah satu LSM di Subulussalam ini memberi apresiasi positif kepada Bupati Aceh Singkil yang telah menggagas dibukanya jalur transportasi laut tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah Aceh Singkil khususnya kepada Bakap Bupati Aceh Singkil Makmur Putra SH MM dan Walikota Gunung Sitoli yang telah sepakat membuka jalur laut. Intinya kita sampaikan Sauhagõlõ-lah (terimakasih-red),” katanya.

Menurut Aristo, selain dapat mempererat hubungan antara Singkil-Subulussalam dengan Nias, juga ia yakin warga non Nias yang ada di daerah Singkil dan Subulussalam juga akan tertarik berkunjung ke Nias, mengingat di sana banyak obyek-obyek wisata yang sangat menarik, yang selama ini memang belum banyak dikenal masyarakat luar Nias, khususnya warga Subulussalam.

Masruman Telaumbanua salah seorang tokoh masyarakat Nias di Singkil yang juga anggota DPRK setempat mengaku bersyukur kepada Allah SWT karena hal ini sudah merupakan aspirasi dari seluruh masyarakat Nias yang ada di bumi Syakh Abdul Rauf itu dan dapat direspon pemerintah Aceh Singkil.

Untuk itu ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRK Putra Arianto SH dan Bupati Aceh Singkil H Makmursyah Putra SH MM serta jajaran Pemko Gunung Sitoli yang telah dapat bekerja sama membuka jalur transportasi laut itu.

Saat ditanya keuntungannya dibukanya jalur trasnportasi laut antara Singkil-Gunung Sitoli, Masruman mengatakan sangat besar manfaatnya. “Bila melalui darat apalagi via Medan ke Singkil akan memakan waktu hingga 24 jam, sementara bila melalui jalur laut hanya berkisar 5 atau 6 jam saja. Jadi sangat jauh perbedaannya. Jadi sangat sangat banyak keuntungannya bilamana kita melalui laut,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui jalur laut Singkil-Gunung Sitoli resmi dibuka, Rabu (15/9) lalu yang ditandai dengan pelayaran perdana sekaligus kunjungan kerja Wakil Bupati Aceh Singkil Drs H Khazali Bahar didampingi Asisten I Drs H M Yakub KS MM, Asisten II Drs Azmi, sejumlah kepala SKPD termasuk kepala cabang ASDP Singkil Agus Priyanto, serta beberapa anggota DPRK ke Gunung Sitoli, yang diterima Sekdako Gunung Sitoli Drs Kemurnian Zebua BE dan pejabat setempat di pelabuhan Gunung Sitoli.

Pelayaran ini sendiri akan dilakukan sekali seminggu setiap Selasa malam dengan menggunakan kapal Fery KM Teluk Singkil dengan tarif Rp 51.000 per-orang. (www.harian-global.com – 20 Sep 2010)

Komentari

death_Singkil says:

medan singkil perjalanan 8 jam, perjalanan Singkil Subusalam Mulus sampai perbatasan Aceh,sampai perbatasan Sumut Tujuan medan Jalan Agak Sedikit Rusak…..
Kalau Mau Naek Pesawat Juga Ada Lho……..

medan says:

Mantaplah kalo gitu!! bisa kasi info kalau jalan singkil-medan bagus apa tidak? dan perjalanan sinkil-medan butuh wktu berapa lama?