Medan, (Analisa) — Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, Turunan B Gulo menerima ancaman bunuh dari orang tak dikenal. Ancaman itu disampaikan melalui pesan singkat.

“Ancaman ini ada kaitannya dengan penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Nias Selatan,” kata Ketua KPU Sumut, Irham Buanan Nasution SH MHum didampingi Turunan B Gulo, kepada wartawan, Rabu (1/9) di gedung KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan.

Disebutkan Irham, orang tak dikenal yang menyampaikan ancaman melalui pesan singkat yang masuk ke telepon genggam milik Gulo menyatakan, “Bung Turunan, cukuplah sudah intervensi yang anda lakukan terhadap KPU Nias Selatan. KPU Nisel anda buat seperti anak-anak. Ku pikir ada juga batas kesabaran kami orang Nisel. Semua pembicaraan anda baik langsung maupun via hp kepada mereka, telah ada di tangan kami transkripnya. Tentu sebagai teman kami peringatkan saudara supaya tidak terkejut kalau suatu saat nanti anda dibunuh orang tak dikenal akibat ulah anda sendiri. Bertobatlah, berikan kemandirian kepada KPU Nisel. Anda sekarang terus diintai terus, dan apabila KPU Nisel terus mengeluh, maka terpaksa anda akan kami eksekusi. Sekian info untuk anda sebelum kami bertindak”.

Atas ancaman itu, KPU Sumut Rabu kemarin resmi membuat pengaduan secara tertulis ke Mapoldasu, sekaligus memohon perlindungan.

Irham menyebutkan, ancaman-ancaman seperti hal biasa yang diterima anggota KPU. Namun tidak menyurutkan untuk menegakkan kebenaran. Bahkan, lanjut Irham, dirinya pernah dipanah saat bertugas di Lembaga Bantuan Hukum Medan.

“Pemilu legislatif kemarin kami juga diancam akan dibunuh. Jadi ha seperti adalah biasa,” ujar Irham Buana.

Pasangan Calon

Dijelaskan Irham, Pilkada di Nisel akan digelar pada 2 Desember 2010, dan saat ini tahapan yang sedang berjalan adalah proses pencalonan pasangan calon kepala daerah. KPU Nisel sudah sampai pada tingkat pengumuman pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Dalam proses itu terdapat 7 pasangan calon kepala daerah, 1 diantaranya dinyatakan tidak memenuhi syarat disebabkan alasan pernah dijatuhi hukuman pidana penjara dengan ancaman lima tahun lebih dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Kemudian terdapat satu pasangan calon yang pada saat pengumuman tersebut belum dinyatakan memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat, tetapi KPU Nias memberikan catatan memerlukan klarifikasi lebih lanjut.

Hal itu berkaitan dengan syarat pendidikan yaitu, pendidikan SMP dan SMA atas nama F Laiya yang berketepatan sebagai bupati incumbent 2005-2010. Sehingga hingga saat ini pasangan ini belum dinyatakan memenuhi syarat atau tidak.

“Pemilu Nisel telah mempunyai pengalaman buruk, yakni diperintahkannya pemilu ulang oleh Mahkamah Konstitusi. Kami tidak ingin kejadian itu terulang kembali, karenanya KPU Sumut secara terus menerus melakukan pendampingan dan bimbingan dalam mempersiapkan pilkada,” kata Irham Buana.

Anggota KPU Sumut Turunan B Gulo juga merangkap sebagai Koorwil untuk KPU Nisel, pihaknya mempunyai alasan kuat untuk memberikan perhatian khsusus untuk pilkada Nisel. “Monitoring secara khusus yang dilakukan KPU Sumut terhadap KPU Nisel jangan diartikan sebagai bentuk intervensi. Karena hal itu bagian kewajiban yang diatur oleh Undang-undang,” ujar Gulo.

Gulo menjelaskan, awalnya dirinya memberikan saran kepada KPU Nisel melalui seluler terhadap keberanian dalam penetapan pasangan calon. Namun ada kesan sengaja untuk memperlambat dan mengulur-ulur waktu dalam melakukan klarifikasi, bahkan tidak dilakukan secara mendalam.

Parahnya, pesonil KPU Nisel mengabaikan dokumen verifikasi dan mengambil keputusan berdasarkan asumsi-asumsi. “Jika ini dibiarkan maka akan mengancam keberlangsungan pilkada pada 2 Desember,” ujar Gulo.

Puncaknya, saat Gulo menyampaikan kepada salah seorang anggota KPU Nisel, bahwa KPU Sumut telah membentuk Dewan Kehormatan. Namun satu jam kemudian Gulo menerima ancaman melalui pesan singkat.

“Saya bukan takut, tapi saya tidak menantang, karena sebelumnya juga sering menerima ancaman,” ujar Gulo.

Persoalan ini sudah disampaikan resmi ke Poldasu dan dirinya minta perlindungan hukum, sekaligus mengusut siapa orang-orang yang terlibat dalam kasus ini. Diminta Kapoldasu memberikan perhatian khusus terhadap stabilitas keamanan di Nisel, karena sudah ada potensi kerawanan pasca penetapan pasangan calon kepala daerah. (sug)

Sumber: www.analisadaily.com

Facebook Comments