Drs Nasman Manaõ Gugat Warga, Camat dan BPN Nisel Rp 1,7 M

Friday, September 3, 2010
By borokoa

Medan – Drs Nasman Manaõ (41),warga Teluk Dalam Nisel(Nias Selatan), melalui kuasa hukumnya Edi Suprasetio SH dan Budi Utomo SH menggugat 5 warga setempat, serta Camat Teluk Dalam dan Kepala Kantor Pertanahan Kab Nisel, memohon supaya dinyatakan tidak sah pengalihan (jual beli) tanah miliknya berulang kali dengan objek yang sama,di Sungai BOI Desa Pasar Teluk Dalam Nisel.

“Gugatan yang kita ajukan di PN Gunungsitoli sejak 16 Agustus 2010 lalu kini sedang proses sidang tahap mediasi oleh majelis hakim diketuai Bangun Sagita Rambe SH dibantu panitera pengganti Z Harefa,” kata Edi Suprasetio SH, Rabu (1/9) di Medan. Diinformasikannya, Nasman Manaõ yang juga dikenal sebagai Ketua KNPI di daerah itu, menuntut kerugian materil/moril Rp 1,7 miliar.

Diuraikan dalam gugatan, Nasman Manaõ ada memiliki tanah seluas 6.853 M2 yang dibelinya dari secara jual beli dari Rosiami Manaõ (isteri Alm Khistof Akaoladodo Gaho) sesuai akta jual beli 12 April 2010.

Ternyata sebelum dijual ke Nasman Manaõ, tanah itu pernah dijual Khistof Akaoladodo Gaho (Tergugat I dalam perkara ini diwakili ahli warisnya) kepada Maehaena Harita di bawah tangan, sesuai surat 16 Agustus 1983. Kemudian, Maehaena Harita mengalih kannya lagi ke Rosiami Manaõ (isteri alm Khistof Akaoladodo Gaho) di bawah tangan tertanggal 4 Agustus 2002.

Ternyata tahun 1996, tanah yang pernah dijual Tergugat I (Khistof Akaoladodo Gaho) itu kepada Maehaena Harita itu, juga dijual Tergugat I kepada Faluazisokhi Fau (Tergugat II). Lalu Tergugat II menjualnya lagi ke Tergugat III (Idealisman Dachi) yang mantan anggota DPR-RI, sebagaimana dalam surat 24 Mei 2002.

Selanjutnya Tergugat III menjual lagi ke Tergugat IV (Famuata Dachi) sesuai akta jual beli dibuat Camat/PPAT Teluk Dalam (Tergugat V) 29 September 2003 dan sertifikat No 534 diterbitkan Kepala Pertanahan Nisel (Tergugat VI).

Tapi menurut Edi Suprasetio dalam gugatannya, ditemukan ketidak-sesuaian sebab dalam akta jual beli luas tanah disebut 2.515M2 sedang di sertifikat atas nama Tergugat IV luasnya disebut lebih kurang 5.725M2.

Edi menambahkan, selain menempuh perdata, kliennya juga menuntut secara pidana di Pol Nisel dengan tuduhan pemalsuan tandatangan Nasman Manaõ untuk proses penerbitan sertifikat atas nama Tergugat IV. (SIB, 3 September 2010)

One Response to “Drs Nasman Manaõ Gugat Warga, Camat dan BPN Nisel Rp 1,7 M”

  1. 1
    Putra Gaekhula Says:

    Kita belajar dari pengalaman tersebut diatas,diupayakan bagaimana setip kampling tanah terdaftar di BPN setempat(Kab/Kota),sehingga tidak terjadi permasalahan yang berbelit belit di kemudian hari.Dan paling utamanya adalah kepada Bpn,Dinas pertanahan atau Kantor Pertanahan (Kab/Kota di Nias )sosilisasikan Regulasi regulasi dan perundangan ttg pertanahan ke seluruh pelosok masyarakat, apa arti dan apa gunanya kalo sudah terdaftar sekampling tanah di BPN atau mengurus sertifikat tanah. Dan harapan kita semua setiap masyarakat agar diberikemudahan kepengurusan pendaftaran tanah ini, kalo mudah kenapa dipersulit…..he,he yach tooh..!Hairugi dao, naso zambo tora mibologo dodomi.ya ahowu.

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

September 2010
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930