Presiden AS Barack Obama secara resmi mengakhiri perang Irak dengan mengumumkan penghentian operasi tempur di Irak tadi malam. Keputusan bersejarah ini diambil 7 tahun dan 165 hari setelah dimulainya invasi Amerika pada tahun 2003.

Dalam pidatonya kepada rakyat Amerika, Obama mengatakan bahwa Amerika telah membayar harga tinggi untuk perang yang diprakarsai oleh pendahulunya George W Bush untuk menjatuhkan Saddam Husein.

“Malam ini, saya mengumumkan bahwa misi tempur Amerika di Irak telah berakhir. Operation Iraqi Freedom telah selesai, dan rakyat Irak sekarang memiliki tanggung jawab di garis depan untuk menjamin keamanan negerinya,” kata Obama.

Perdana menteri Irak Nouri al-Maliki menyambut gembira pemulihan kedaulatan kepada Irak: “Irak hari ini berdaulat dan merdeka. Dengan penarikan pasukan Amerika, hubungan kita dengan Amerika Serikat memasuki babak baru antara dua negara yang berdaulat yang setara.”

Penghentian perang Irak ini merupakan salah satu janji kunci kampanye Obama pada tahun 2008. Sikap oposisinya terhadap invasi Amerika di Irak turut menolong dalam usahanya menjadi calon presiden dari Partai Demokrat.

“Ini merupakan janji saya kepada rakyat Amerika sebagai calon presiden. Bulan Februari yang lalu, saya mengumumkan sebuah rencana untuk menarik birgade-brigade tempur kita keluar dari Irak, sementara pada saat yang sama menggandakan usaha kita untuk memperkuat angkatan bersenjata Irak dan mendukung pemerintah dan rakyat Irak. Itulah yang telah kita lakukan,” katanya.

Jumlah tentara Amerika di Irak telah menurun dari sebanyak 170 ribu pada tahun 2007 menjadi 50 ribu dengan misi yang berubah dari misi tempur ke bantuan kepada angkatan bersenjata Irak. Ke 50 ribu orang itu dijadwalkan meninggalkan Irak pada akhir tahun depan, kecuali kalau pemerintah Irak meminta beberapa ratus atau ribu untuk tetap tinggal di Irak selama beberapa waktu. (The Guradian/brk)

Facebook Comments