Istilah kotak hitam, black box atau flight data recorder sudah menjadi kosa kata harian banyak orang, terutama yang bergelut dengan dunia penerbangan. Namun banyak dari kita yang tidak mengenal penemunya.

Ialah adalah David Waren, seorang ilmuwan dan penemu dari Australia yang tiga hari lalu (19/7/2010) meninggal dunia.

Dr Warren adalah kelahiran Groote Eylandt, sebuah pulau lepas pantai Northern Territory – Australia.

Idenya merekam suara para pilot dan bacan-bacaan instrumen pesawat muncul ketika ia sedang bekerja sebagai ilmuwan di Melbourne’s Aeronautical Research Laboratory dan menolong menyelidiki kecelakaan misterius pesawat Comet pada tahun 1953.

Ketika itu idenya ditanggapi dingin di Australia. Namun Dr. Warren tetap antuasias dan bersama teman-temannya bekerja memproduksi ARL Flight Memory Unit, sebuah kotak hitam prototip yang merekam suara pilot dan bacaan-bacaan instrument pesawat selama 4 jam pada kabel baja, pada tahun 1956.

Mesin perekam itu menjalani tes dengan berhasil, tetapi Departemen Penerbangan Sipil Australia, para pilot dan RAAF (Angkatan Bersenjata Australia) mengabaikannya.

Harian The Australian mengisahkan, RAAF malah sampai menyampaikan keraguannya dengan menyatakan bahwa “alat semacam itu tidak diperlukan … ia akan mengundang hujatan daripada menghasilkan penjelasan-penjelasan”.

Inggris-lah yang akhirnya menyediakan berbagai sumber daya yang dibutuhkan Dr. Warren untuk mengembangkan temuannya di negeri Ratu Elizabteh itu setelah seorang pejabat penerbangan Inggris melihatnya pada tahun 1958. Dr. Warren dan rekan-rekan ilmuwan mengembangkan model-model baru, menyimpannya dalam kotak tahan api dan tahan benturan dan menjualnya di seluruh dunia.

Dari biografi David Warren yang ditayangkan di situs Depertamen Pertahanan Australia (www.dsto.defence.gov.au), ayah David Warren merupakan korban kecelakaan udara “Miss Hobart” pada selat Bass pada tahun 1934. Sebelum musibah itu, ayahnya memberinya hadiah berupa sebuah radio kristal sederhana (crystal set) yang menumbuhkan minatnya pada elektronika.

Kini kotak itu dipasang di pesawat-pesawat penumpang komersial dan menyelematkan banyak jiwa setelah para peneliti belajar dari berbagai hasil-hasil rekamannya dan menggunakannya untuk memperbaiki teknnologi keselamatan penerbangan.

Ironisnya, Australia merupakan negara pertama di dunia yang mewajibkan pemakaian kotak hitam pada tahun 1960, setelah jatuhnya pesawat Fokker Friendship di Queensland.

Kotak tahan benturan tahan api yang menyimpan alat temuan Dr. Warren ini sebenarnya tidak berwarna hitam sebagaimana namanya. Seperti terlihat dalam gambar, warnanya cukup cerah untuk memudahkan pencarian kotak itu di daerah reruntuhan pesawat. Konon, istilah ‘kotak hitam’ diyakini diperkenalkan pada sebuah pertemuan di Inggris untuk membawa pesan ‘misterius’ dari temuan yang luar biasa ini.

Kini, maskapai-maskapai penerbangan diwajibkan memasang kotak hitam pada semua pesawatnya; informasi yang dikumpulkan dari alat ini telah menjadi bahan utama dalam penentuan sebab musabab berbagai kecelakaan pesawat terbang.

Dr. Warren dan timnya menerima Lawrence Hargrave’s Award untuk temuan mereka pada 2001. Maskapai Penerbangan Australia Qantas memberikan nama David Warren pada salah satu pesawat A380-nya. Warren juga menerima penghargaan Officer in the General Division of the Order of Australia dari Pemerintah Australia pada tahun 2002.

(Sumber: The Australian, Wikipedia, www.dsto.defence.gov.au. Gambar: Dr. David Warren dengan prototip kotak hitam temuannya – sumber: wikipedia – http://en.wikipedia.org/wiki/David_Warren_(inventor))

Facebook Comments