Mengukur Kesiapan Warga Menjelang Pilkada

Friday, July 9, 2010
By borokoa

Oleh : Subhan Wirawijaya

KabarIndonesia – Gunung Sitoli. Lembaga Jaringan SUrvey Indonesia (JSI) baru-baru ini mengadakan survey yang dilakukan di lima kecamatan yang ada di Kotamadya Gunung Sitoli, Nias, Sumatera Utara, yaitu kecamatan Gunung Sitoli Utara, kecamatan Gunung Sitoli Selatan, Gunung Sitoli Kota, kecamatan Idanoi dan kecamatan Alo’oa.

Menurut Direktur Eksekutif JSI Panaturi Sembiring, tujuan survey ini adalah untuk mengetahui pemahaman masyarakat Gunung Sitoli tentang pemilan umum kepala daerah secara langsung (Pemilu kada) yang untuk pertama kalinya akan digelar di daerah pecahan Kabupaten Nias. Selain itu, lanjut Panaturi, untuk mendifinisikan masalah, isu dan opini yang berkembang dimasyarakat. “Dan yang penting untuk mengetahui popularitas bakal calon walikota nanti,” tanda Panaturi.

Survey yang melibatkan seribu orang responden ini menggunakan metode random sampling yang memiliki tingkat keyakinan mencapai 95% dan batas margin error 5% berdasarkan analisis riset sosial (Kerlingger 1992). “Maka survey ini bisa dipastikan valid, bisa dipercaya dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tanda Panaturi.

Untuk kelompok umur responden, usia produktif 20-30 tahun sebanyak 200 orang atau 20%, umur 31-40 mencapai 406 orang atau 40,6%. Untuk pemilih pemula suara yang didapat hanya 7,4% atau 74 orang. kelompok usia 40-50 tahun sebanyak 22,6% atau 226 orang, usia 51 sampai 60 tahun 7,0% atau 70 orang dan diatas 70 tahun 0,7% atau sebanyak 2 orang.

Data yang dijabarkan JSI menunjukkan bahwa mayoritas responden atau 70% mengetahui dan akan berpartisipasi dalam pemilu kada nanti. Tentang pertimbangan apa seorang responden akan memilih seorang calon walikota nanti, 48% responden menjawab akan memilih berdasarkan misi dan visinya, sedangkan yang memilih berdasarkan persaudaraan atau pertemanan hanya 5,7%.

Untuk prmasalahan yang menjengkelkan masyarakat, menurut survey, mayoritas responden 56% menunjuk persoalan kolusi, korupdi dan nepotisme dalam penerimaan CPNS dilingkungan Pemkot Gunung Sitoli, pengurusan adminitrasi kependudukan dan kurang peduinya pemerintah dalam memberdayakan sumber daya alam untuk kepentingan masyarakat. “Masyarakat ingin proses yang akubtable dan transparan,” tandas Panaturi.

Tentang siapa yang akan dipilih oleh responden nanti, dikecamatan Gunung Sitoli Selatan mayoritas responden atau 65,4% akan memilih pasangan Abdul Majid Caniago-Kader Zebua sedangkan yang memilih pasangan Martinus Lase-Damili R.Gea 24,5%. Urutan ketiga diduduki pasangan Temazaro Harefa-Lakhõmizaro Zebua 10,7%, urutan selanjutnya ditempati Ny.Lenny Trisnandi – Armansya Harefa 5% dan Arisman Harefa-Perwira Telaumbanua tidak mendapat suara dari responden. “Ingat ini cuman sebuah survey, hasil pastinya nanti di pemilu kada, bukan sekarang,” tanda Panaturi Sembiring. (www.kabarindonesia.com – 8 Juli 2010)

2 Responses to “Mengukur Kesiapan Warga Menjelang Pilkada”

  1. 1
    Aliozisokhi Fau Says:

    Hasil Survey Lembaga Jaringan Survey Indonesia (JSI), bisa menjadi masukan dan kita harapkan masih ada Lembaga Survei lain yang mau melakukan hal yang sama sehingga pandangan masayarakat semakin mengerucut dalam mengambil satu kesimpulan. Kitaharapkan putra-putra Nias dari perguruan tinggi bisa melakukan hal yang sama sehingga bisa menjadi perbandingan antara yang hasil survei independen dari luar maupun dari dalam (putra nias sendiri) Kami sendiri memprediksi bahwa di Kota Gunugsitoli antara Harefa dan Zebua dan Telaumbanua ketiga marga besar di Gunungsitoli yg memenangkan pertarungan, namun hal ini bisa bergeser apabila (1) terlalu banyak marga ini muncul sebagai nomor 1 (satu), (2) Karena pengaruh ykekuasaan (3)faktor money politik. Semoga

  2. 2
    Jalotup Manjorang Says:

    Hasil survey JSI hanyalah sebuah sandiwara belaka lae…, dan sudah bisa ditebak ise si otak intelektual dibalik survey ini goi bale. Udah bisa ditebak siapa yang jual kecapnya amang… Amang goi amang. Ini namanya hasil survey Abunawas.Yang lakukan survey itu kan bisa dibayar amang. Halak Nias dang boy ditipu-tipu amang. Mulai lagi menifu dan membodohi halak Nias. Dari mana fula si Abdul Majid Caniago – Kader Zebua bisa dapat peresentasi ini kalau tidak hasil rekayasa goi la’o. Surveyor bisa dibayar la’o. Di Gunungsitoli Selatan fula coy… Abdul Majid saza tidak dikenal di Gunungsitoli Selatan. Dari mana fula itu amangku… Di kampungnya si Martinus Lase fula. Boasa. Alamaaaaaaaaak … inilah namanya survey kelas teri. Kapan pula Martinus Lase pasangan dengan si Damili R Gea? Bah… Apalagi Temazaro – Lakhomi Zebua. Kapan fula itu Amang? Hazangila natenga rekayasa Abdul Majid Caniago da’a supaya dikasi uang mundur. Dia lagi butuh lae. Siapa fula bah… yang milih dia. Amang goi amang…weleh-weleh-weleh. Dasar hepeng di otaknya bah… Ise namangatur nagaraon? Wlaupun aku dari tano batak, udah tahu nya aku ini fuang… Si Majid… ba..ba…ba… Dang ngarti au ito. Mauliate godang. Walaupun saya lahir di Tano Batak, Lae, aku zuga tau banyak tentang Nias on. Sian hami, si Jalotup Manjorang.

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

July 2010
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031