Sejumlah Anggota DPRD Nias Kembalikan Uang Korupsi

Sunday, June 27, 2010
By borokoa

Gunungsitoli – Terkait dugaan tindak pidana korupsi dana APBD Nias tahun 2006 senilai Rp 354.790.000, sejumlah anggota DPRD Nias yang diduga terlibat mengembalikan uang ke kas daerah.

Hal itu dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli melalui Kasi Tindak Pidana Khusus Noferius Lomboe SH kepada wartawan di Gunungsitoli, Senin (21/5).

Menurutnya, hampir seluruh uang telah dikembalikan ke kas daerah dan bukti pengembalian itu telah diterima pihaknya dalam waktu yang tidak bersamaan.

“Uang itu telah dikembalikan. Memang masih ada juga anggota DPRD Nias yang belum mengembalikan uang itu,” katanya.

Menyikapi, pengembalian uang tersebut sejumlah LSM secara terpisah di Gunungsitoli menyesali terjadinya kasus tersebut karena dinilai sangat memalukan.

“Itu sangat memalukan, uang negara dipulangkan kembali ke kas daerah setelah dilaporkan oleh masyarakat. Ini lucu kedengarannya. Coba kita bayangkan, uang yang telah dinikmati selama kurang lebih empat tahun kembali dimuntahkan,” Kata Direktur Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Jaringan Rakyat Memantau Indonesia (Jarakpantau), Atoni Waruwu, Senin (21/6).

Lebih lanjut dikatakannya, yang paling disayangkan dalam kasus tersebut adanya anggota DPRD Nias yang selama ini dinilai pro rakyat dan bisa dikatakan tidak tahu apa-apa terkait uang itu, harus menjadi korban dari sistem birokrasi keuangan pemerintah Kabupaten Nias yang amburadul selama ini. Atoni yang juga Ketua Presidium Aliansi Gerakan Nias Barat ini meminta Kejaksaan Negeri Gunungsitoli segera memeroses kasus tersebut.

“Perbuatan melawan hukumnya harus di proses secara hukum,” ujarnya.

Sekretaris Lembaga Pemantau Pengelolaan Keuangan dan Harta Negara Kabupaten Nias, Yanuari Zebua, Kepada wartawan, Selasa (21/6) mengatakan, kasus DPRD Nias diduga sengaja dipetieskan. Pihaknya menduga adanya upaya tertentu mengulur-ulur proses kasus tersebut.

Di tempat terpisah, Ketua Lembaga Pemantau Korupsi dan Penyelamat Harta Negara (LSM- Perlahan) Nias, Ferdinand Ndraha mengatakan sikap sejumlah anggota DPRD Nias yang mengembalikan uang tersebut patut diapresiasi. Namun di sisi lain pengembalian tersebut tidak akan mengurangi proses hukum yang ada sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 UU No 31/1999 Jo UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidanna Korupsi bahwa pengembalian kerugian negara atau perekonomian negara tidak menghapus dipidananya pelaku tindak pidana korupsi.

Menurutnya jika ada pasal yang mengatur tentang itu, maka enak sekali pejabat-pejabat di Negeri ini, ketahuan curi uang rakyat lalu buru-buru dikembalikan. (Analisa, 24 Juni 2010)

5 Responses to “Sejumlah Anggota DPRD Nias Kembalikan Uang Korupsi”

  1. 1
    Taosige Wau Says:

    Ya Tuhan, bukalah mata hati para pejabat negeri ini khususnya di seluruh kabupaten dan kota di Nias sehingga mereka tidak mencuri uang rakyat lagi. Lihatlah kesengsaraan jemaatMu di Nias, tangisan para kaum miskin dengarlah ya Tuhan. Bukalah telingaMu untuk mendengar doa-doa kami, dan pulihkanlah hidup kami. Tumbangkanlah tahta orang yang menjadi hamba mamon, sudahilah kepemimpinan para pejabat bejat, bebal, dan tak mau tahu akan nasib jemaatMu. Angkatlah bagi kami pemimpin yang peduli nasib jemaatMu di Nias ya Tuhan, seperti raja Salomo yang memimpin umatMu Israel dahulu kala. Itulah permohonan kami kepadaMu ya Tuhan Yesus. Amin.

  2. 2
    Linus Fatili Laia Says:

    Menurut saya walaupun mereka telah mengembalikan uang tersebut, harus tetap diproses sesuai hukum yang berlaku, ini untuk memberikan efek jera kepada anggota DPR berikutnya, supaya tidak gampang melakukan korupsi dan saya anjurkan nama-nama anggota DPR yang korupsi itu harus di publikasikan. Dan apabila terkesan ditutupi harus ada gerakan massa dari elemen masyarakat demi kelanjutan pembangunan Nias kedepan.

  3. 3
    victor Says:

    aduhhhhhhhhhhh

    Tuhan ampuni mereka……..
    sadarkan mereka agar mereka bisa
    berlaku adil dalam mengambil
    setiap keputusan……….

    damaikan mereka dengan kuasa roh kudus…….

  4. 4
    Avan Says:

    duit lagi duit lagi hehe 🙂

  5. 5
    jay Says:

    menurut aku,,mereka harus diberi pelajaran misalnya beri sangsi,,supaya hukum tetap tegak,,negara kta kan negara hukum,,,masa pemimoin diberi kelonggaran,,sementara kasus pencurian pisang aja diberi sangsi,,mana hukum di negara ini,,kan tidak adil,

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

June 2010
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930