Guru Besar FE UI Prof Dr Suahasil Nazara: Pemekaran Dianggap Cara Cepat Menarik Uang dari Pusat ke Daerah

Monday, June 14, 2010
By morigee

Pemekaran daerah baik propinsi maupun Kabupaten/Kota dianggap sebagai jalan cepat untuk menarik ataupun mendapatkan uang dari pusat ke daerah. Anggapan itu cukup beralasan karena formula Dana Alokasi Umum (DAU) mendukung hal tersebut.
Demikian dikatakan guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Prof Dr Suahasil Nazara pada seminar “Peranan Kepemimpinan dalam Membangun Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam di Kepulauan Nias” diselenggarakan Lembaga Pengkajian dan Penerapan Otonomi Daerah Nias (LPP-Otda Nias) Sumut dengan moderator Fotarisman Zalukhu di Hotel Danau Toba Medan, Sabtu (22/5)
Namun demikian, menurut Nazara yang tampil sebagai pembicara bersama Drs Basarin Yunus Tanjung MSi dari Biro Otda Pempropsu dan Dosen FH Unika St Thomas Medan, RM Sitompul SH MHum, saat diperjuangkannya pemekaran itu, ada proposal yang diajukan dan hal itu merupakan janji-janji untuk membangun daerah yang dimekarkan itu guna kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
“Proposal pemekaran itu merupakan janji. Apakah janji itu sudah dilaksanakan. Masyarakat akan menagih janji itu. Janji itu terefleksi dalam propram pembangunan derah ke depan baik jangka pendek maupun jangka panjang,” katanya.
Menurutnya, pembangunan daerah itu harus memberdayakan seluruh elemen yang dilakukan oleh sektor publik. Elemen-elemen itu adalah infrastruktur, tata kelola, iklim usaha dan manajemen resiko.
Menjawab pertanyaan tentang keunggulan yang ada di Pulau Nias, Suahasil Nazara mengatakan ada 3 komoditi yakni kelapa, garam dan ikan. Dengan wilayah kepulauan, Nias memiliki potensi menghasilkan garam karena pantainya panjang. Selain itu pasaran garam juga sangat tersedia karena setiap tahunnya Indonesia harus mengimpor garam berkualitas sebagian besar untuk keperluan pabrik.
“Pemasaran garam ada. Setiap tahun, Indonesia mengimpor garam berkualitas 1,5 juta ton dari kebutuhan 2,1 juta ton,” kata Nazara. Namun permasalahan terhadap ketiga komoditi unggulan tersebut katanya, pemasarannya bukan di Nias.
Sementara Basarin Yusuf Tanjung dalam pemaparannya mengatakan, pemberian otonomi yang luas kepada daerah sebagaimana ditentukan dalam UU NO 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan daerah, diarahkan untuk mepercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan dan peran serta masyarakat.
Selain itu, juga diharapkan meningkatkan daya saing daerah yang kesemuanya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk mencapai tujuan itu, akan dilaksanakan melalui program dan kegiatan pemerintah daerah yang dirumuskan secara bersama oleh DPRD dalam pemabahasan RAPBD.
Sedangkan RM Sitompul dalam makalah berjudul “Prospek pembentukan Propinsi Tano Niha” mengungkapkan, persyaratan phisik kewilayahan Nias sudah memenuhi untuk pembentukan propinsi Tano Niha karena wilayah Nias saat ini sudah ada 4 daerah Kabupaten dan 1 Kotamadya, namun syarat teknisnya masih perlu kajian lebih lanjut.
Sebelum seminar, acara diawali dengan deklarasi dan pelantikan pengurus LPP-Otda Nias Sumut periode 2010-2015. Pelantikan pengurus itu dilakukan tokoh masyarakat mantan Bupati Nias Hanati Nazara ditandai dengan penyerahan pataka dan penandatangan berita acara.
Kepengurusan LPP-Otda Nias Sumut itu di antaranya terdiri dari dewan pembina Alozisokhi Fau SPd, ketua umum Naha’aro Lahagu, sekjen Hestilin Nazara, bendahara umum Filianus Waruwu, ketua bidang Hukum dan HAM Fetero Nazara SH, ketua bidang pemekaran dan otda Fangaro Nazara SH.
Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat Nias di antaranya wakil Bupati Nias Selatan Daniel Duha SH, Henky Yusuf Wau, kalangan akademisi diantaranya dekan FH Universitas Sisingamangaraja XII Medan Ferro Sinambela SH MHum, calon walikota Medan Sofyan Tan, kalangan mahasiswa, LSM dan undangan lainnya.(SIB. 14 juni 2010)

3 Responses to “Guru Besar FE UI Prof Dr Suahasil Nazara: Pemekaran Dianggap Cara Cepat Menarik Uang dari Pusat ke Daerah”

  1. 1
    Trimen Harefa Says:

    Apapun opini tentang nias dan usul prov.nias jgn semata mata di lihat hanya dari satu kaca mata saja, di lain sisi selain belum dewasanya para pejabat publik di nias, potensi yang mungkin akan di kelolahpun tidak menjamin dan memberi support yang maksimal.
    Belum lagi kegagalan pemerintah Nias dalam mengelola potensi, meningkatkan kwalitas, kwantitas yang bermutu di segala aspek…
    Dan dalam usulan provinsi nias sepertinya ada kejanggalan dan pemanfaatan oleh oknum2 tertentu. Sungguh menyedihkan pejabat nias ini?

  2. 2
    Pdm.PETERADY CHRISTIAN ZENDRATO SPd Says:

    Setuju Pemekaran daerah, adalah strategi terbaik dalam mengalirkan dana pembangunan ke daerah, apalagi jika PROVINSI KEPULAUAN NIAS terbentuk,tentu administrasi ke daerah tidak lagi terhalang oleh birokrasi yang terlalu panjang, yang penting hendaknya seluruh stake holder yang berkompeten ,dapat mengakselerasikan pemikiran yang sama untuk menuju pembentukan Provinsi NIAS.Mengenai pembangunan dan kesejahteraan otda dari masing masing kabupaten dan kotamadya yang baru terbentuk,memang NIAS mempunyai karakter khusus dalam pembangunan kesejahteraan masyarakatnya,dan jika organisasi sipil masyarakat NIAS menguat sejalan dengan meningkatnya kapasitas SDM dari Kabupaten dan Kotamadya di NIAS, kita berharap pembangunan di NIAS akan berkembang juga nantinya pada gilirannya.DANA DAU dan DAK dari Kabupaten dan Kotamadya apalagi dari Provinsi, ini juga sudah besar artinya dibanding dana yang diterima Kabupaten Nias sebelum Tsunami, jadi marilah kita berfikir lebih luas ke masa depan, jika Provinsi NIAS terbentuk,…anggaran Provinsi tokh nantinya dapat mensubsidi kabupaten dan Kotamadya di Kepulauan NIAS itu sendiri, dan pada gilirannya kemakmuran daerah NIAS akan dapat dicapai karena demokrasi kerakyatan juga akan berkembang dengan baik, yang penting beri kesempatan kepada kader yang ingin berjuang untuk Provinsi NIAS, demi anak cucu kita dan generasi lanjutan NIAS ,agar percaya diri dalam kehidupannya,…NIAS adalah suku pejuang dan mari dukung perjuangan ini, kalau tokh para pejabat di NIAS menjadi BALUGU dan SIULU, mereka tidak akan berfungsi jika tidak ada Niha Sato, jadi jangan takut buat menuju Kepulauan NIAS, …sejarah mencatat di zaman BELANDA saja,NIAS pernah dideklarasikan sebagai NIAS MERDEKA oleh JERMAN ( baca situs ARCA DOMAS ), apalagi hanya untuk menjadi sebuah Provinsi, yang penting jujur berjuang,jangan selingkuhi rakyat, boi falimo sa’ae,hormati kedaulatan rakyat, bersama kita berjuang, dan kita telah lihat hasilnya buat Otda Kabupaten dan Kotamadya, tinggal satu jalan lagi menuju Provinsi NIAS.Semoga TUHAN memberkati perjuangan ini, bagi dan untuk rakyat NIAS itu sendiri, Selamat Berjuang,MERDEKA, YAAHOWU ,….God Bless You……

  3. 3
    Linus Fatili Laia Says:

    Saya pribadi sangat setuju apabila Nias jadi satu Propinsi, karena dengan demikian akan memberi kemudahan dalam bebagai hal perwujudan pembangunan daerah ini. Karna apabila kita masih tergantung di propinsi Sumatera utara seperti sekarang ini, tak bisa di pungkiri bahwa kita tetap menjadi korban ketidak-adilan seperti yang kita rasakan selama ini. Dan hal itu semua orang tahu bahwa pembangunan selama ini hanya berpusat di daratan sumatera. Nias itu di nomor duakan dalam berbagai hal.Boleh dikatakan bahwa Bencana alam baik Tsuname dan gempa yang menimpa Pulau Nias beberapa tahun yang lalu merupakan cara membuka mata pemerintah pusat melihat keterbelakangan pembangunan di daerah ini. Dan itupun karena Dunia mendukung.
    Saya berharap agar orang kita Nias yang sudah sukses diperantauan mau menyumbangkan buah pikiran dan tenaganya untuk masa depan Nias.
    Kami mendukung setiap ide untuk mengembangkan Pulau Nias.
    Tuhan memberkati, Ya’ahowu.

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

June 2010
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930