Pemekaran Nias Jadi Provinsi Masih Terganjal Grand Desain

Thursday, June 3, 2010
By morigee

MEDAN (Berita):  Wacana pemekaran di tiap-tiap provinsi kemungkinan akan terkendala dan terganjal di pemerintah pusat. Hal itu sesuai pertemuan Mendagri dengan para gubernur se Indonesia baru-baru ini yang membahas tentang pemekaran bahwa pemekaran daerah harus menunggu rampungnya penyusunan grand design alias desain utama aturan pemekaran daerah.

Gambaran itu dipaparkan Kabiro Otonomi Daerah (Otda) Provinsi Sumatera Utara Drs Bukit Tambunan MAP, pada pertemuan membahas soal wacana pemekaran Kabupaten Nias di aula gedung DPRD Sumut, Senin (31/05). Pertemuan itu dipimpin Ketua Komisi A Muhammad Nuh, dihadiri Bupati Nias Binahati Baeha serta dihadiri anggota Komisi A lainnya dan para tokoh pemekaran Nias.

Menurut Bukit Tambunan meski pada dasarnya semua pihak mendukung pemekaran Nias menjadi provinsi, termasuk kalangan fraksi-fraksi di DPRD Sumut juga menyetujuinya, namun kata Tambunan proses pemekaran tetap masih panjang. “Tidak hanya Nias mungkin daerah-daerah lainnya yang juga mewacanakan pemekaran di seluruh Indonesia kemungkinan akan terganjal,” katanya.

Apalagi dalam grand desain itu juga ada satu poin yang menyatakan bahwa hanya ada satu pemekaran untuk satu provinsi, misalnya Sumatera Utara sebagai provinsi induk, hanya mendapat jatah satu provinsi yang akan dimekarkan di daerah ini.  Bahkan, kata dia tidak tertutup kemungkinan untuk kawasan yang sudah dimekarkan di tingkat kabupaten kota akan kembali digabungkan dengan induk jika tidak sesuai dengan tujuan awal yakni mensejahterakan rakyat.

“Karena kesejahteraan rakyat bagi daerah yang dimekarkan memang sudah menjadi tuntutan Depdagri dan menjadi visi awal dari pemekaran,” ujar Tambunan.

“Jadi saat ini boleh-boleh saja kita semua setuju termasuk di kalangan wakil rakyat karena adanya kepentingan-kepentingan politis, namun jika nantinya terganjal di pusat jangan justru kami sebagai Biro Otda yang diancam dengan demo-demo masyarakat,” tegas Tambunan. Meski demikian , lanjut dia pihaknya mengaku tetap memberikan laporan yang baik-baik ke pemerintah pusat terkait kondisi Kabupaten Nias saat ini.

Di sisi lain, Tambunan juga masih melihat banyaknya kekurangan dari persyarakatan administratif yang diberikan pihak panitia pemekaran Nias, untuk kelengkapan persyaratan kajian akademis. “Bahkan saya hanya melihat satu tandatangan berupa keputusan hanya dari Bupati Nias Pak Binahati, bagaimana dengan bupati dan walikota lainnya, saya tak melihat tandatangan dari Bupati Nias Selatan, Nias Barat dan walikota Gunung Sitoli,” papar Tambunan. Dalam hal ini, Tambunan mengaku hanya memberikan gambaran dan bukan dalam kapasitas setuju atau tidak setuju. “Setuju atau tidak setuju tergantung dewan, jika katanya harus dikaji memang tugas kami untuk mengkaji, sedangkan keputusan ada di pemerintah pusat,” cetusnya.

Dalam pertemuan itu kalangan anggota Komisi A menyatakan menyetujui Nias untuk dimekarkan menjadi provinsi melihat cakupan wilayahnya yang terlalu luas, namun letaknya sangat jauh dari ibukota provinsi induk Sumatera Utara.

“Saya menyetujuinya berdas arkan pengalaman saya ketika terjadi bencana di Nias, ketika itu kami datang membawa bantuan namun sempat terganjal di Sibolga, bahkan menyeberangi laut hingga menempuh perjalanan yang cukup panjang. Itu semua karena bantuan harus melalui Medan terlebih dahulu,” papar Marahalim politisi Partai Demokrat. Dia mengatakan jika Nias yang memang merupakan daerah rawan bencana dimekarkan menjadi provinsi, tentu bala bantuan akan cepat bisa disalurkan.

Hal yang sama juga disampaikan Hasbullah Hadi (F Demokrat), Syamsul Hilal (F PDI Perjuangan) dan Marasal (F PDS), serta Parlautan. (F PAN) yang memberikan ucapan persetujuan..

Sebelumnya Binahati Baeha memaparkan, wacana pemekaran Nias berdasarkan ketertinggalan dan tingginya tingkat kemiskinan di daerah itu. Padahal, Nias memiliki begitu banyak potensi, baik di bidang perkebunan yakni  karet, kakao dan kelapa, maupun dari sektor kelautan seperti ikan dan ombaknya yang luar biasa. Daerah ini merupakan potensi luar biasa di sektor pariwisata dengan panorama pantai yang indah serta terumbu karang.

“Jadi kami harap jangan ada lagi yang menghalang-halangi waacana ini,” ujar Binahati. Karena lanjut dia pada prinsipnya enam kabupaten/kota di Nias telah mendukung, yakni Nias Selatan, Nias Tengah yang merupakan pecahan dari Nias Selatan, Nias Barat,  Nias Utara, Gunung Sitoli dan Nias induk. “Soal tandatangan seperti yang dikatakan Kabiro Otda itu bisa menyusul,” ujarnya. (www.beritasore.com – 1 Juni 2010)

Tags:

18 Responses to “Pemekaran Nias Jadi Provinsi Masih Terganjal Grand Desain”

Pages: « 1 [2] Show All

  1. 11
    budi harefa Says:

    seperti lagu obby messakh;resah dan gelisah menunggu disini…..kita boleh saja berpacu dengan waktu untuk bisa menjadi yang baru dari suatu keadaan yang memiliki ruang untuk bisa begini dan begitu.namun tidak tanpa perencanaan didukung oleh SDM,sarana dan prasarana yang sangat mendukung.kita tidak sedang merubah menu makan segampang itu…….sama seperti keinginan kita untuk bisa menjadikan nias sebagai sebuah propinsi apakah sudah pantas?kita pasti punya pandangan yg berbeda tentang layak atau tidaknya tapi aku yakin mengedepankan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi kita akan bisa menjawabnya…kota gunung sitoli tidak begitu susah untuk dijelajahi sebagai kota yang tertua diantara yang lainNya apa yg menjadi primadona?masyarakat sana-sini malah mengeluhkan harga barang yg semakin naik tapi harga hasil panen seperti karet malah turun….aku jg bingung adakah para bapak2 ini mengetahui hal ini?para pengusaha aja lebih banyak warga keturunan warga asli dimana?berikanlah penyuluhan dan kesempatan buat kami biar bisa menjadi tuan dan bukan budak didaerah kami sendiri.jangan resah dan gelisah melalui keadaan yg seperti ini karna ini menyangkut hajat hidup org banyak{masyarakat nias}.mari melangkah step by step tapi tentu saja PASTI…………..YA’AHOWU

  2. 12
    yulianus harefa Says:

    For Kanaso Gulo, actually, I’m not interested in responding to your comment on my comment regarding the topic about Nias expansion. However, I should do it just to let you know that you are actually the profile of certain groups on this website who actually represent those who knew much more than the others about Nias development. You must know who first and very generous to talk about the establishment of Nias Province. It is quite obvious now that you are actually the one who really wanted Nias to be a province (sooner or later, Nias can become a province – and dividing Nias into some districts is not merely someone’s domination or effort, but it’s a result of all those who call themselves, “son of mankind”). I do not know how much u r paid, if u r paid though, for giving this useless comment. To me, your comments this time sound very childish if not saying humiliating, and of course, they sound irrelevant and extremely weak. There was no reasoning at all. For your info, I never dreamt to be anyone like the one you mentioned. I’m not really interested in it, but you are, in my analysis is actually the one who really likes the position and I don’t think you would ever be able to have such a chance like this – even if u have billions of rupiahs like the rumour we heard. Therefore, for the time being it could be said that it’s a matter of jealousy of someone (a kind of sickness that sometimes or often suffered from by someone, or certain people in Nias archipelago – “a fish bites other fish tail”). So, there might be something wrong there with you. Thus, I would advise you to see someone like a physician to make sure that everything is going alright with u there. You want the position I’m having now, dont’t you? I don’t think u would ever become someone like that if u would never change your attitude toward the others like that. Talking about future Mayor’s candid; there’s no hesitation buddy, according to a certain polling agency, the current Mayor is still the one on top (still leading, 51% out of one thousand respondents)while the others are still at the bottom of the page. The current Mayor, did his postgraduate course at one of the best state universities in Indonesia. How about the others? You had better answer it yourself. You must have the answer for it, dont’t you, buddy? And for your info, the Mayor is still, at the very moment – as one of the Governor’s men (as an expert staff). Questioning of becoming the Mayor’s spokesman, such a question shouldn’t be addressed to me since I should be neutral as a civil servant (Ind. Act. No. 30 prohibits the civil servants in involving in the practical politics. I’m not talking about the Mayor per se, but I’m talking about real programs that could fastract the poverty eradication in the City Gov. of Gunungsitoli. Furthermore, for you info, buddy, the level of municipality is higher than (at least one grade higher) a regency like the regency of Nias; that means, the rank of the Mayor is higher than a Regent – and yet that means, a regent ideally should say a salute to a mayor then. By the way, talking about going to America, buddy; yes, of course, it’s a result of my hardwork; I have been working hard for it, buddy, for so many years. Frankly speaking, I was the one who approached and invited the fellow consuls of the neighbouring countries to attend the one-day int’l seminar the other day, on the awakening of Nias Archipelago Tourism. I have been knowing them for so many years now and of course, we’ve become friends since then. Did you know them, or have you ever been overseas before, buddy ?. Don’t worry, buddy, you could come to me and I could tell you a lot more than this – if you do have time. Take it easy, buddy. I wouldn’t mind to share what I’ve got overseas with you. If you want to have a discussion with me, you’re most welcome. Come to my office – your ideas might be much more brilliant than the others have. And I’m sure that yours are the best in the entire country – Nias Regency must be very proud of you. Well, you may come to see me someday, buddy. The door is always open for you like what I’ve been doing for the others so far. Please do not hesitate to tell me about your most brilliant ideas in the world who knows others could learn much – much more from you in order to make Nias Archipelago, the best tourist destination on earth.GBU.

  3. 13
    kino Says:

    Ya’ahowu…Yaugõ ha zui pak Yulianus Harefa…..No lawaõ khõu lõ na maila mbalõ bahasa gawe iggrisi andrõ. Bõi famawa ita bale fake manõ bahasa ni ilada Melayu ma li gaweda li tanõ Niha. No maila pade draugõ fa bahasa kafalo pariwisata ndraugõ, awai i lõ laku khõma. Haogõ2 gamuata mõ pak he, na u pecat ndraugõ dania.

  4. 14
    Ismed Amazihono Says:

    Untuk Kanaso Gulo, sebenarnya, aku tidak tertarik menanggapi komentar Anda di komentar saya mengenai topik tentang ekspansi Nias. Namun, saya harus melakukannya hanya untuk memberi tahu Anda bahwa Anda benar-benar profil dari kelompok-kelompok tertentu di situs ini yang benar-benar mewakili mereka yang tahu lebih dari yang lain tentang pembangunan Nias. Anda harus tahu siapa yang pertama dan sangat murah hati untuk berbicara tentang pembentukan Propinsi Nias. Hal ini sangat jelas sekarang bahwa Anda benar-benar orang yang benar-benar ingin Nias menjadi sebuah provinsi (cepat atau lambat, Nias bisa menjadi provinsi – dan membagi Nias menjadi beberapa kabupaten bukan hanya dominasi seseorang atau usaha, tapi hasil dari semua orang-orang yang menyebut diri, “anak manusia”). Aku tidak tahu berapa banyak ur dibayar, jika ur dibayar meskipun, untuk memberikan komentar tidak berguna. Bagi saya, komentar Anda ini suara waktu yang sangat kekanak-kanakan jika tidak mengatakan memalukan, dan tentu saja, suara mereka tidak relevan dan sangat lemah. Tidak ada alasan sama sekali. Untuk informasi Anda, saya tidak pernah bermimpi untuk menjadi orang seperti yang Anda sebutkan. Aku tidak benar-benar tertarik, tapi Anda, dalam analisis saya sebenarnya adalah orang yang benar-benar menyukai posisi dan saya pikir Anda tidak akan pernah bisa untuk memiliki kesempatan seperti ini – bahkan jika u memiliki miliaran rupiah seperti rumor yang kami dengar. Oleh karena itu, untuk saat ini dapat dikatakan bahwa itu adalah masalah kecemburuan dari seseorang (semacam penyakit yang kadang-kadang atau sering menderita oleh seseorang, atau orang-orang tertentu di kepulauan Nias – “menggigit ekor ikan ikan lainnya”). Jadi, mungkin ada sesuatu yang salah di sana bersama Anda. Jadi, saya akan menyarankan Anda untuk melihat seseorang seperti seorang dokter untuk memastikan bahwa semuanya akan baik-baik saja dengan u di sana. Anda ingin posisi Saya mengalami sekarang, dont’t Anda? I don’t think u akan pernah menjadi orang seperti itu jika u tidak akan pernah berubah sikap Anda terhadap yang lain seperti itu. Berbicara tentang terang Walikota masa depan itu; tidak ada teman ragu-ragu, menurut perusahaan jajak pendapat tertentu, Walikota saat ini masih merupakan satu di atas (masih memimpin, dari 51% dari seribu responden) sementara yang lain masih di bagian bawah halaman . Walikota saat ini, apakah program pascasarjana di salah satu universitas negeri terbaik di Indonesia. Bagaimana dengan orang lain? Anda sebaiknya menjawab sendiri. Anda harus memiliki jawaban untuk itu, dont’t Anda, Sobat? Dan untuk info Anda, Walikota masih, pada saat yang sangat – sebagai salah satu orang Gubernur (sebagai staf ahli). Menyoal menjadi juru bicara Walikota, pertanyaan seperti itu tidak harus ditujukan kepada saya karena saya harus netral sebagai pegawai negeri sipil (Ind Undang-Undang Nomor 30 melarang melibatkan PNS di dalam politik praktis.. Aku tidak berbicara tentang Walikota per se, tapi aku berbicara tentang program-program nyata yang dapat fastract pemberantasan kemiskinan di Kota Gunungsitoli Gov. Selain itu, bagi Anda info, buddy, tingkat kotamadya lebih tinggi daripada (setidaknya satu kelas lebih tinggi) kabupaten seperti Kabupaten Nias, yang berarti, pangkat Walikota lebih tinggi dari Bupati – namun itu berarti, bupati idealnya harus mengucapkan salam kepada walikota kemudian. By the way, berbicara tentang pergi ke Amerika, buddy ; ya, tentu saja, ini hasil dari kerja keras saya, saya telah bekerja keras untuk itu, teman, selama bertahun-tahun. Terus terang, saya adalah orang yang mendekat dan mengundang konsul sesama negara-negara tetangga untuk menghadiri salah satu Int’l Seminar hari hari lain, pada kebangkitan Pariwisata Kepulauan Nias. Saya telah mengetahui mereka selama bertahun-tahun sekarang dan tentu saja, kita sudah menjadi teman sejak saat itu. Apakah Anda mengenal mereka, atau apakah Anda pernah luar negeri sebelumnya, buddy?. Jangan khawatir, teman, Anda bisa datang ke saya dan saya bisa bercerita banyak lebih dari ini – jika Anda punya waktu. Tenang, sobat. aku tidak keberatan untuk berbagi apa yang saya ‘ve punya luar negeri dengan Anda. Jika Anda ingin memiliki diskusi dengan saya, Anda dipersilahkan Datang ke kantor saya – ide Anda mungkin akan jauh lebih cemerlang daripada orang lain.. Dan aku yakin bahwa Anda adalah yang terbaik di seluruh negeri – Kabupaten Nias pasti sangat bangga padamu Yah, Anda dapat datang menemui saya suatu hari, teman.. Pintu selalu terbuka bagi Anda seperti apa yang telah saya lakukan untuk yang lain begitu jauh. Harap jangan ragu-ragu bercerita tentang ide-ide Anda yang paling brilian di dunia ini yang tahu orang lain bisa belajar jauh – jauh lebih banyak dari Anda untuk membuat Kepulauan Nias, tujuan wisata terbaik di earth.GBU.

  5. 15
    Kanaso Gulo Says:

    Sahagolo Bapak Ama Zihono. Mula-mula aku nyangka Bapa ini Bapa Yulianus Harefa. Ternyata Bapak mau mrnolong saya memahsami yang ditulis kepala pariwisata kita ini. Bapa rendah hati sekali, mengerti kalsu orang seperti saya ini perlu dibantu memahami isi buah pikirann kepala pariwisata kita ini. Kalau boleh minta tolong kepada bapak Ama Zihono supaya menyampaikan kepada Bapak kepala pariwisata kita ini dalam bahasa ameruka. Bahwa saya sudah mengerti maksud beliau. Salam hormat buat bapa Ama Zihino dari Kanaso Gulo desa Lolofaoso.

  6. 16
    anak nias Says:

    @ Bang Ismed Amazihono

    Sepengetahuan sy Abang seorang intelektual yg punya pemikiran brilian. Abang sering mengemukakan ide segar & kritis diberbagai topik bukan penerjemah macam itu. Apa opini Abang ttg topik ini??? Sy kenal Abang waktu kul pascasarjana. Ataukah nama Abang dipakai seseorang utk tujuan tertentu???

  7. 17
    ismed kisman amazihono Says:

    mohon maaf saya ingin meluruskan bahwa dalam topik ini saya belum berkomentar, jadi tlg yang mengatasnamakan saya ismed amazihono jgn digunakan nama ismed amazihono.tks

  8. 18
    Sadarman Mendrofa Says:

    perjuangkan nias menjadi propinsi……mohon dukungn dan doa.

Pages: « 1 [2] Show All

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

June 2010
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930