MEDAN – Penerbangan perdana Wings Air dari Bandara Polonia, Medan ke Bandara Binaka, Gunungsitoli, Nias berjalan dengan sukses. Pesawat jenis ATR 72-500 buatan Prancis yang dipiloti Capt. Ferry Novara itu mendarat mulus dengan membawa 72 penumpang. Pendaratan perdana itu disambut oleh Penjabat Walikota Gunungsitoli Martinus Lase dan sejumlah unsur pimpinan daerah di terminal penumpang Bandara Binaka.


Niasonline mendapat kesempatan dari manajemen Lion Air dan Wings Air mengikuti penerbangan perdana rute Medan-Gunungsitoli dan Medan-Sibolga pada hari Minggu (2/5) di Bandara Polonia. Sedangkan pada Senin (3/4) diresmikan penerbangan perdana Medan-Meulaboh, Medan-Lhouksumawe dan Medan-Penang (Malaysia).

Khusus untuk rute ke Medan-Gunungsitoli, dengan kehadiran Wings Air, jumlah maskapai yang menerbanginya menjadi empat. Tiga lainnya adalah maskapai SMAC, Riau Airlines, Merpati Nusantara Airline. Tidak dapat dielakkan, kehadiran Wings Air dengan pesawat terbaru dan kapasitas lebih besar akan memicu persaingan.

“Tapi, kita harapkan terjadi persaingan sehat sehingga tarif lebih kompetitif. Masyarakat juga memiliki banyak piliihan. Dengan itu, akan mengerek lebih banyak lagi pengguna jasa transportasi udara dari dan ke Pulau Nias,” ujar Bupati Nias Binahati Baeha kepada niasonline dalam penerbangan dengan Wings Air dengan rute Gunungsitoli-Medan pada Senin (3/5). Karena itu, dia tidak menguatirkan akan adanya salah satu dari maskapai lain itu akan ‘mati’ karena tergerus oleh Wings Air.

Berdasarkan pantauan niasonline, kehadiran Wings Air sepertinya mulai memengaruhi konstelasi persaingan antar maskapai dari dan ke Pulau Nias. Dari sisi jumlah penumpang, penerbangan pergi pulang Wings Air selalu penuh, bahkan overbooking. Sementara beberapa pemain lama, ada kecenderungan mulai kekurangan penumpang.

Bahkan pada penerbangan di hari kedua pada Senin (3/5), di Bandara Binaka, hal itu sudah sangat terasa. Dari pantauan di counter check in Wings Air, terlihat banyak calon penumpang baru mengalihkan pilihannya ke maskapai lain setelah tidak kebagian tiket Wings Air. Seorang petugas bandara bahkan mengungkapkan, salah satu maskapai lama, dalam penerbangan pagi hari hanya membawa 15 penumpang dari total kapasitas sampai 50 seat.

Tidak dapat dipungkiri, Wings Air membawa banyak daya tarik. Pertama, merupakan pemain baru di rute itu yang sekaligus membawa nama Lion Air, perusahaan induknya, yang sudah dikenal. Penerbangan keduanya saling terkoneksi sehingga tidak merepotkan penerbangan lanjutan menggunakan Lion Air dari Nias ke seluruh Indonesia dengan sekali membeli tiket.

Kedua, Wings Air datang dengan pesawat yang benar-benar baru. Dari sisi ukuran juga lebih besar, berkapasitas 72 kursi. Digerakkan oleh mesin yang besar dan lebih canggih, hanya perlu 40 menit menerbangi Medan-Nias dan sebaliknya (dalam keadaan normal).

Ketiga, masalah tarif. Tarif tiket Wings Air relatif lebih murah. Dalam penerbangan perdana Medan-Gusit, penumpang memperoleh tiket dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 390 ribu sampai lebih Rp 400 ribu atau rata-rata dibawah Rp 500 ribu. Sedangkan maskapai lainnya, biasanya memasang harga sampai di atas Rp 600 ribu.

Akibatnya, menurut beberapa informasi di Bandara Binaka, pada hari kedua saja, maskapai-maskapai lainnya mulai menurunkan tarif bahkan hingga Rp 500 ribuan. Namun ketika niasonline mengkonfirmasi perihal ‘tiket murah’ itu kepada John, Station Manager Lion Air/Wings di Gunungsitoli, mengungkapkan, kalau pun ada perubahan diperkirakan tidak akan menyentuh Rp 600 ribu.

Sejumlah calon penumpang yang ditemui niasonline di bandara mengungkapkan bahwa tarif selama ini sangat mahal. Mereka juga heran dengan tingginya tarif tersebut mengingat maskapainya lebih dari satu yang seharusnya bisa mendorong turunnya tarif karena terjadi kompetisi. “Semoga dengan Wings Air ini, era tarif mahal segera berakhir,” ujar salah satu calon penumpang.

Rute Baru

Dari perbincangan dengan Direktur Umum Lion Air Edward Sirait saat peresmian penerbangan perdana Wings Air bersama Gubernur Sumut Syamsul Arifin di Bandara Polonia, masyarakat Nias sepertinya akan terbantu lebih banyak lagi di masa mendatang. Sebab, menurut Edward, seiring dengan berdatangannya 25 unit lagi pesawat ATR 72-500 dan ATR 72-600 yang dipesan Wings Air pada 2009, sebagian akan dioperasikan di Sumatera untuk menerbangi rute-rute lainnya.

Rute-rute yang direncanakan akan dilayani adalah rute Medan-Padang, Medan-Dumai, Medan-Pekanbaru dan Medan-Malaka (Malaysia). Rute Medan-Palembang juga masuk dalam program mengingat selama ini tidak ada penerbangan langsung dari dan ke kedua daerah itu. Meski masih di daratan yang sama, datang dan menuju kedua daerah itu harus melalui Jakarta.

“Tapi, mungkin yang paling cepat adalah rute Medan-Dumai. Rute-rute jarak pendek itu merupakan infrastruktur pendukung bagi Lion Air yang telah menetapkan Medan sebagai hub untuk operasi penerbangan di wilayah barat, khususnya Pulau Sumatera,” kata dia.

Sementara itu, Syamsul mengatakan, masuknya Wings Air ke daerah-daerah di Sumut akan memacu pertumbuhan ekonomi di daerah itu, terutama memudahkan akses turis ke daerah wisata yang merupakan salah satu andalan Sumut. (e.nehe)

Facebook Comments