Medan (Berita): Untuk melayani rute pendek dan daerah perintis di seluruh Indonesia manajemen Wings Air telah memesan 30 unit pesawat ATR 72 yang menggunakan baling-baling. Pemesanan tersebut telah dilakukan sejak tahun 2009 lalu.

Hal itu dikatakan Direktur Umum Wings Air Edward Sirait dalam acara peresmian penerbangan perdana di VIP Room Bandara Polonia Medan, Minggu (2/5) siang.

Dijelaskannya, jumlah itu terdiri dari 15 pesawat ATR 72 seri 500 dan 15 lagi seri 600 yang secara keseluruhan akan diterima secara bertahap hingga tahun 2012 mendatang. Menurut Sirait, dari 30 unit yang dipesan itu saat ini Wings Air sudah menerima 5 unit pesawat yang 3 di antaranya sudah dioperasikan menerbangi rute-rute di wilayah Indonesia bagian Timur 2 unit lagi dioperaikan ke wilayah Sumatera yang diberi registrasi PK-WFI dan PK-WFJ.

Dengan pengoperasian pesawat-pesawat baru tersebut Wings Air lanjut Sirait memberi kemudahan kepada masyarakat untuk melakukan perjalanan ke seluruh daerah Indonesia. “Kedatangan dua pesawat ATR 72-500 yang baru menambah jumlah pesawat yang kini dioperasikan Wings Air menjadi 14 unit terdiri dari pesawt ATR

72-500, enam pesawat MD-80 dan tiga DHC8-300.

Dia menjelaskan, pesawat ATR 72-500 merupakan pesawat berkapasitas 72 tempat duduk, menggunakan mesin Pratt&Whitney 127M sehingga bisa terbang non stop selama 4 jam. Pesawat ini juga dilengkapi interior kabin yang nyaman dan dilengkapi navigasi terbaru serta tidak membutuhkan landasan pacu yang panjang untuk tinggal landas maupun mendarat.

Disebutkannya, penambahan dan peremajaan armada yang dilakukan Wings Air sesuai visi menjadi perusahaan penerbangan swasta nasional yang melayani domestic dan internasional (regional lintas batas) serta mengembangkan rute-rute feeder ke hub-hub utama serta menjangkau lebih banyak daerah yang belum diterbangi penerbangan ukuran lebih besar serta daerah-daerah terpencil.

Dikatakannya, Wings Air akan melayani penerbangan rute Medan-Gunung Sitoli Nias, Medan-Sibologa, Medan – Meulaboh dan Medan-Lhokseumawe dengan pesawat ATR 72 seri 500 secara regular.

Penerbangan perdana dilakukan dengan acara serimonial melepas pesawat ATR 72-500 tinggal landas dari Bandara Polonia Medan menuju Sibolga. Wings Air dijadwalkan menerbangi Medan-Gunung Sitoli pulang pergi dua kali sehari, Medan-Sibolga pulang pergi sehari sekali, Medan–Meulaboh pp sehari sekali dan Medan-Lhokseumawe pp sehari sekali.

Pada acara lounching penerbangan itu dihadiri Gubsu H Syamsul Arifin SE, GM AP II Bandara Polonia Kol. (Pnb) Bram Bharoto Tjiptadi, Kadiv Humas Kombes Baharuddin Djafar, Gubernur LIRA Sumut Henry Halomoan Sitompul MM, Kadis Kominfo Sumut Eddy Syofian serta rombongan wartawan dan mitra kerja Wings Air lainnya ikut terbang menuju Sibolga.

Gubsu Syamsul Arifin pada dalam sambutannya mengatakan, kehadiran Wings Air diharapkan akan semakin mempercepat pembangunan di seluruh daerah hingga pedalaman Sumatera Utara. Visi Wings Air itu lanjut Gubsu sangat mendukung visinya dalam memudahkan masyarakat bepergian dari kota ke daerah-daerah terpencil atau sebaliknya.

“Saya dulu diberi jimat mantan Gubsu almarhum Raja Inal Siregar dua puluh tahun silam yaitu Marsipature Hutanabe. Jadi dengan tersedianya penerbangan ke daerah pedalaman maka para perantau sudah lebih mudah datang untuk membangun kampong halamannya,” katanya.

Gubsu meminta Wings Air ataupun Lion Air membantu pengembangan kepariwisataan Sumatera Utara dengan membuka rute Medan-Danau Toba-Silangit, Medan-PekanBaru-Silangit dan Medan-Palembang penerbangan wisata paket Medan-Danau Toba-Silangit agar semakin mudah wisatawan maupun para perantau datang ke Danau Toba. “Di Palembang dan Pekan Baru itu banyak orang Batak. Tapi selama ini penumpang dari Medan harus singgah ke Jakarta dulu karena tidak ada penerbangan langsung dari Medan ke Palembang,” sebut Gubsu. (Berita Sore – www.beritasore.com, 3 Mei 2010)