Tana Toraja: Jangan pernah menyerah pada nasib jika ingin maju. Ungkapan ini rasanya tepat menggambarkan perjuangan dua remaja asal Sulawesi Selatan yang mau melakukan apapun asalkan bisa duduk dibangku kuliah. Meski berasal dari keluarga miskin, Andi William Pakilaran dan Mutmainna Cendi pantang menyerah agar bisa kuliah.

Perjuangan mereka melalui prestasi belajar dan juga mengikuti beragam lomba ternyata jadi salah satu jalan agar bisa mendapatkan beasiswa bidik misi dari pemerintah. Itu adalah sebuah beasiswa yang bertujuan untuk membiayai segala kebutuhan siswa berprestasi selama menjalani proses perkuliahan sepanjang 4 tahun.

Andi yang sehari-hari tinggal dengan neneknya aktif bernyanyi di gereja. Beragam penghargaan pernah diraih karena suara emas dan kemampuannya memainkan alat musik.

Sementara Mutmainna yang lulusan pesantren putri modern Rahmatul Asri, Kabupaten Enrekang adalah seorang qori dan saritilawah terbaik yang sering menang dalam lomba baca Alquran sekaligus juga atlit tolak peluru berbakat.

Pemerintah menganggarkan dana satu triliun rupiah untuk menyelenggarakan program beasiswa bidik misi ini. Sekitar 20 ribu siswa miskin seluruh Indonesia akan menjadi sasaran program itu. Dalam program ini tiap siswa akan menerima uang tunai lima hingga enam juta rupiah per semesternya untuk menunjang perkuliahannya.(IAN) – (Liputan 6 – http://berita.liputan6.com, 18 April 2010.)

Catatan Redaksi: Informasi lengkap tentang Beasiswa Bidik Misi dapat dilihat pada tautan berikut:
http://kelembagaan.dikti.go.id/index.php/component/content/article/43-berita/388-bidik-misi

Facebook Comments