MEDAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan mempertanyakan soal write off (penghapus bukuan-red) kredit oleh Bank Sumut yang sempat dilontarkan oleh pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) menyusul hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Bank Sumut, beberapa waktu lalu.

Menurut ketua komisi C DPRD Kota Medan, Aripay Tambunan, penghapusbukuan itu bukan dibiarkan, tapi tetap ditagih dan jumlahnya menurut Bank Sumut sudah mencapai 60% lebih.

“Nasabah di Nias sulit ditagih, karena banyak yang jadi korban gempa, beberapa waktu lalu,” jelasnya kepada Waspada Online, malam ini.

Pihaknya juga telah melihat dan mendengar penjelasan dari paparan Bank Sumut, di mana kriteria perbankan yang sehat sudah terpenuhi.

Dari data Bank Sumut, sejak 2000–2008 jumlah kredit yang di write off oleh bank tersebut bernilai Rp397,1 miliar. Dari jumlah itu yang sudah ditagih hingga Maret 2010 mencapai Rp251,3 miliar. “Jadi tersisa Rp145,8 miliar lagi yang sedang ditagih,” katanya.

Sebelumnya, terkait write off, Gubernur Sumut Syamsul Arifin secara terpisah menyatakan, tidak benar ada kredit macet senilai Rp918 miliar di Bank Sumut yang disebut BPK terjadi pada 2005, 2006, dan 2007.

Menurut Gubsu, jumlahnya hanya Rp190 miliar dan 60% telah ditagih. “Publikasi bahwa kredit macet PT Bank Sumut tahun 2005-2007 sebesar Rp918,5 miliar berdasarkan data BPK RI Perwakilan Medan tidak benar,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Gubernur membantah kredit macet hampir Rp1 triliun di bank milik daerah tersebut. “Yang benar hanya sekitar Rp190 miliar lebih, itu pun 60 persen di antaranya sudah ditagih dan sisanya dalam proses penagihan,” ujarnya.

Gubernur juga memastikan nilai kredit macet Rp190 miliar lebih itu setelah sehari sebelumnya melakukan pertemuan tertutup dengan dewan komisaris dan dirut PT Bank Sumut, Gus Irawan Pasaribu.

Gubsu mengakui seyogianya pertemuan dengan Dirut PT Bank Sumut itu dilakukan pekan lalu, namun karena kesibukan dan padatnya jadwal kerjanya pertemuan baru bisa dilakukan Selasa (13/4).

Dari pertemuan itu, gubernur mendapat penjelasan rinci bahwa nilai kredit macet PT Bank Sumut yang diwrite off (dihapusbukukan) tidak sampai Rp918,5 miliar, melainkan hanya Rp190 miliar. (Waspada – www.waspada.co.id – 19 April 2010)

Facebook Comments