Medan – Korban jiwa akibat gigitan anjing rabies di Nias bertambah dari sebelumnya 7 orang, kini menjadi 8 orang.

Satu orang penderita yang menyusul meninggal bernama Martiniat Zebua (33) asal Kabupaten Hiliweto, Nias. Ia meninggal 9 April 2010, baru dilaporkan 14 April. Teguh Supriadi, koordinator penyelidikan Dinas Kesehatan Medan, Jumat (16/4), membenarkannya, korban positif meninggal setelah tergigit anjing rabies. “Kami masih melakukan penelitian lebih lanjut, kapankorban digigit” kata Teguh.

Saat ini, kata Teguh, Nias setelah ditetapkan tempat kejadian luar biasa (KLB) rabies, kini statusnya menjadi epidemik. “Artinya akan ada kasus-kasus baru lagi ditemukan di tempat ini, atau ini akan menjadi hal biasa,” ujarnya.

Meski demikian, menurut Kepala Seksi Bagian Pencegahan Pemberatasan Penyakit Bersumber dari Binatang Dinkes Sumut, Suhardiono, saat ini situasi di Nias sudah tenang. Ini terlihat, jika sebelumnya, banyak masyarakat yang datang berbondong-bondong datang untuk minta diberikan vaksin anti rabies, kini mulai menurun. Dan ia memastikan, stok virus anti rabies masih aman.

Di Langkat

Dalam kasus yang sama, ungkap Suhardiono, di daerah Langkat di temukan 1 anjing rabies telah menggigit 5 orang. ” Untungnya, anjing tersebut dapat segera ditangkap, dan ketika diperiksa di labotorium anjing tersebut anjing positif terkena rabies,” katanya.

Sedangkan untuk 5 orang yang telah tergigit, ujarnya, telah diobati dengan diberikan vaksin anti rabies, sehingga tidak ada korban jiwa. “Mereka telah disuntik dengan kuur yang tersedia, dimana 1 kurr dengan 4 kali suntikan dengan jarak yang berbeda-beda. Ini diharapkan tidak putus agar virus tersebut dapat segera mati,”kata Suhardino.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kata Suhardino, pihaknya, Senin (19/4) akan memberikan 5 kuur ke Kabupaten Langkat. “Seharusnya sekalipun provinsi tidak mengirim, masing-masing kabupaten kota sudah terlebih dahulu menyediakan untuk warganya. Karena virus anti rabies (VAR) ini bisa dibeli, yah kabupaten kota kan sudah punya anggaran sendiri-sendiri. Kecuali ada kejadian yang luar biasa yang memerlukan bantuan segera,” kata Suhadrino.

Ia menambahkan, tidak semua orang yang terkena gigitan anjing harus diberikan VAR, karena tidak semua anjing tekena rabies.

“Tentunya setelah digigit harus diteliti dahulu apakah anjingnya mati atau tidak, jika mati, artinya rabies dan jika tidak berati tidak. Dan setelah digigit sebaiknya langsung membersihkan dengan air bersih dan sabun,” sarannya.

(dna)

Facebook Comments