Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsitoli akan segera memanggil sejumlah pejabat untuk dimintai keterangan erkait dugaan korupsi dana APBD Tahun Anggaran 2008 dan dugaan rekayasa dokumen pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.

Demikian disebutkan Kajari melalui Kasie Pidsus Noferius Lombu SH kepada wartawan di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.

Pejabat itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nias Yuniaro Nazara, diminta hadir pada 19 April 2010. Bendahara Pengeluaran Arlinda Tanjung, PPTK Pengadaan Bibit Pertanian Dalpri Astuti dan PPTK Pengadaan Kendaraan bermotor Aliran Telaumbanua, pada 20 April 2010.

Noferius menambahkan, perintah penyelidikan dalam kasus tersebut dilakukan setelah menerima laporan dari Lembaga Pemantau Pengelolaan Keuangan dan Harta Negara (LSM-LP2KHN) Koordinator Kepulauan  Nias dengan No penerimaan Laporan B. -53/N.2.21.5/Fd.1/03/2010 tanggal 24 Maret 2010.

Di samping dugaan tindak pidana korupsi tersebut pihaknya juga telah menerima laporan lain atas dugaan penyimpangan pelaksaan anggaran tahun 2007 pada Dinas Pendidikan Kabupaten Nias T.A 2007 senilai Rp 5.367.208.420.

Dihubungi secara terpisah Koordinator LSM-LP2KHN) Kepulauan  Nias Herman Jaya Harefa menjelaskan dari hasil investigasi yang dilakukan di lapangan, diduga kuat pada kantor Dinas Pertanian Nias terdapat anggaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Kalaupun uang tersebut telah dikembalikan di kas daerah, paling tidak terdapat perbuatan melawan hukum atas waktu pengembalian tersebut dan diduga pengembalian tersebut berasal dari uang pinjaman sehingga patut untuk diselidiki guna membuat terang permasalahan yang ada,” katanya.

Dugaan penyimpangan  pada kantor Dinas Pendidikan Kabupaten  Nias T.A 2007 meliputi anggaran yang berasal dari Surat Perintah membayar (SPM) tahun 2006 Rp 751.511.200 yang baru masuk kerekning Bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Nias pada tahun 2007.

Dan SPM tahun 2007 yang baru masuk pada rekening Dinas Pendidikan tahun 2008 sebesar Rp Rp4.615.697.220 serta adanya uang negara sebesar Rp 20.500.000.000 yang dimutasikan dari rekening daerah melalui  beberapa Surat Perintah Pencarian Dana (SP2D)  ke rekening pribadi bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Nias T.A 2007 dibank BNI atas nama Murni Darma Zebua yang saat ini sebagai camat di Gunungsitoli Barat, di mana jasa giro atas uang tersebut sebesar Rp 50.326.044, terhitung sebagai jasa giro mulai tahun tahun 2005 sampai 2008.

“Harapan kami Kejaksaan Negeri Gunungsitoli memeriksa kasus ini secara profesional dan menyeret para pelaku ke meja pengadilan bila terdapat bukti yang cukup dalam memproses kasus tersebut,” tegasnya. (Harian Global – www.harian-global.com – 13 April 2010)

Facebook Comments