Gunung Sitoli – Kabupaten Nias, dalam hal peningkatan mutu pendidikan Nias, sangat tertinggal jauh di antara daerah lain. Sejak tahun 2001 hingga saat ini pendidikan merupakan salah satu pilar dalam pembangunan Kabupaten Nias.

Menanggapi hal itu, pemerintah Kabupaten Nias ke depan telah memprogramkan penataran kepada para guru untuk mengejar ketertinggalan Nias selama ini.

Hal itu diungkapkan Bupati Nias, Binahati B Baeha SH saat membuka Seminar Nasional Pendidikan Se-Kepuluan Nias yang diselenggarakan Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Nias, Jumat (9/4) di Auditorium Teteholi STT (Sekolah Tinggi Teologi) BNKP (Banua Niha Keriso Protestan) Sunderman Gunungsitoli.

“Saya yakin tanpa guru, negara ini tidak akan bisa maju, karena guru menurut saya pahlawan yang sebenarnya. Selain itu pendidikan juga bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja tetapi seluruh elemen yang ada. Saya memberikan apresiasi yang cukup tinggi kepada DPD KNPI Kabupaten Nias saya harapkan ke depan untuk lebih peka terhadap isu-isu yang berkembang,” tegas bupati.

Tanpa guru, negara ini tidak bisa akan maju, karena guru merupakan pahlawan yang sebenarnya. Untuk itu diharapkan kepada nara sumber dalam seminar ini untuk memberikan pemikiran-pemikiran baru yang dapat diaplikasikan kepada para anak didik untuk mempersiapkan generasi penerus pada 10-15 tahun ke depan.

Sementara Sekda Kota Gunungsitoli mewakili Walikota Gunungsitoli mengharapkan peran KNPI dalam membina OKP sebagai mitra pemerintah dalam membantu pemerintah dalam pemberdayaan serta mengharapkan KNPI dapat mendampaingi masyarakat dalam menyukseskan program pemerintah, khususnya dalam mendampingi masyarakat dalam program PMPM Mandiri.

Mendorong
Ketua DPD KNPI Kabupaten Nias Dalifati Ziliwu S.Pd memohon perhatian yang serius dari pengambilan kebijakan di Kepuluaan Nias untuk mendorong dunia pendidikan guna meningkatkan mutu pendidikan di Pulau Nias agar setara dengan daerah yang lain.

Ia sangat menyesalkan tidak hadirnya para kepala dinas, khususnya para Kepala Dinas Pendikan, sementara yang hadir hanya yang mewakili Kepala Dinas Kabupaten Nias Urara. Sedang pada cara itu banyak informasi yang harus didapatkan dalam kesempatan itu yang datangnya dari pusat dan provinsi yang dapat ditulang kepada yang lainnya.

Diharapkan kerjasama yang dilakukan saat ini terus dapat ditingkatkan dan dikembangkan di masa-masa yang akan datang, hingga KNPI dapat mengetahui kendala-kendala dalam setifikasi.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Sowaa Laoli dalam laporannya menyampaikan, tujuan peneyelenggaraan kegiatan ini yakni, untuk memberikan pemahaman kepada tenaga pendidik, tenaga kependidikan dalam pemerhati pendidikan, implementasi dari UU No 20 Tahun 2003 UU No 14 Tahun 2005 dan peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005.

Memberikan konstribusi yang signifikan kepada pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas SDM. Memberikan pemahaman tentang pentingnya profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan.

Memberikan gambaran sistem birokrasi dalam memangku jabatan fungsional agar tenaga pendidik dan tenaga pendidikan lebih kondusif menjalankan fungsi dan tugasnya serta untuk membangun kemandirian, hingga tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dapat mengaktualisasikan dirinya lebih inovatif dan kreatif.

Dalam pelaksaan kegiatan seminar itu, diikuti 802 guru se kepuluan Nias dengan tiga nara sumber, DPD RI Parlindungan Purba SH, MM, mewakili Dirjen Peningkatan Mutu tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan RI Drs Mian Siahaan, MM dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sumatera Utara Drs H M Johari Lubis, MM, M.Pd.

(Analisa – www.analisadaily.com, 14 April 2010)

Facebook Comments