Penempatan Dai Pedalaman di Indonesia Timur dan Nias

Monday, April 12, 2010
By fune

Masyarakat Indonesia terdiskriminasi dan terabaikan. Mereka hidup terbelakang dalam segala hal. Pendidikan terbelakang, fasilitas publik terbatas, layanan kesehatan langka, rumah ala kadarnya, makanan seadanya, kekeringan spiritual dan sejumlah keterbelakangan lainnya. Berbagai persoalan itu tidak akan terselesaikan jika tidak ada kepedulian dari berbagai pihak. Hal inilah yang melatar-belakangi Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia untuk mengirim para da’inya ke pelosok pedalaman dan suku terasing.

Rabu, 7 April 2010, Dewan Da’wah mengadakan acara “Pelepasan dan Penempatan Da’i Pedalaman” yang bertempat di Aula Masjid Al-Furqan Jl. Kramat Raya No. 45 Jakarta. Para da’i yang diterjunkan terkonsentrasi ke wilayah Indonesia Timur dan Pulau Nias. Tepatnya di Pulau Seram Maluku, pulau Halmahera Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Raja Ampat Papua dan Pulau Nias.

KH. Syuhada Bahri, Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, mengatakan, penempatan da’i ke pedalaman adalah salah satu rangkaian dari program kaderisasi 1000 ulama Dewan Da’wah. “Setelah dibeasiswakan, para peserta kader ulama harus mengabdi kepada umat di pedalaman,” ujarnya. Saat ini, kata beliau, Dewan Da’wah sedang mengupayakan untuk mewujudkan 1000 kader ulama untuk menghadapi tantangan da’wah di era globalisasi yang semakin kompleks.

KH. Syuhada juga berpesan, da’wah adalah satu amal dorongan dari dalam, bukan dari luar. Kalau da’wah tidak berhasil, menurutnya, mungkin nawaitu (niatnya, red) tidak benar, atau materi da’wahnya salah. “Yang mesti kita da’wahkan yang haq, bukan yang dianggap haq.” “Ketika kita menghadapi kesulitan, cobaan dan tantangan dalam berda’wah, jadikanlah itu sebagai vitamin sehingga akan menjadi peluang bagi kita untuk memacu prestasi da’wah” demikian wejangan Ust. Syuhada Bahri kepada para da’i yang hendak terjun ke pedalaman.

Ust. Kamaludin Iskandar Ishaq, Lc., Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir, mengungkapkan, saat ini umat sangat kekurangan atas kualitas dan kuantitas da’i, terutama di pedalaman. Ia juga mengatakan, da’wah yang kita lakukan harus menimbulkan rasa kecintaan kepada umat dan menciptakan persatuan dan kesatuan serta integritas bagi umat.

Wisnu Salman, perwakilan dari Lembaga Pelayan Masyarakat Dompet Dhu’afa Republika mengungkapkan kegembiraanya dengan ikut serta berkontribusi bagi da’wah pedalaman dengan memberikan dana opresional da’wah. “Suatu kegembiraan bagi kami dapat ikut serta berkontribusi bagi kegiatan da’wah pedalaman, meski kami tidak terjun ke pedalaman,” ujarnya. Wisnu berharap, para dai di pedalaman dapat memberikan informasi tentang da’wahnya sehingga kegiatan da’wah dapat terpantau dan terukur secara optimal.

“Semoga para da’i pedalaman akan mampu membangun masyarakat pedalaman agar bangkit menuju masyarakat yang lebih maju dan berperadaban mulia,” ujar Ade Salamun, Direktur Eksekutif LAZIS Dewan Da’wah. (Sabili, www.sabili.co.id, 8 April 2010)

Tags:

6 Responses to “Penempatan Dai Pedalaman di Indonesia Timur dan Nias”

  1. 1
    Roka-roka Says:

    Hati-hati dengan penempatan Da’i di Pulau Nias,
    Secara pelan-pelan mereka akan mulai merasuki pulai Nias dengan ajarannya dan berusah meng-kedarkan pulau Nias yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Ini merupakan salah satu strategi kaum kedar untuk menegakkan hukum Syariah mereka dan menjadikan negera kita menjadi negara agama.

    Perkuatlah iman dan jangan terlena wahai saudara-saudara yang terkasih.

    Syalom

  2. 2
    me Says:

    Syalom……
    Buat saudara/i ku yang berada di pulau Nias, jangan mudah percaya dengan ajaran2 yang kita tidak mengerti. Ingat Tuhan kita Yesus Kristus yang telah rela mati di kayu salib demi menebus dosa-dosa kita semua. Perkuatlah iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus, mohon tuntunan dan bimbingan tanganNya agar kita semua tidak salah arah. Terima kasih.

  3. 3
    Putra Nias Says:

    Yaahowu
    Satu tekat bulatkan hati.
    Tantangan tidak semakin sedikit dan akan tetapi jalan juga semakin terbuka. Hati adalah menentukan segala arah. Kita pulau Nias adalah agama kristen yang telah dituruntemurunkan dari nenek moyang, Akan tetapi tidak hanya mengikut saja. Sekarang generasi sudah tahu persis bahwa hanya lewat Kristus orang bisa selamat. Segala ajaran yang kita dengar, apabila ia (ajaran tersebut) tidak percaya kepada Kristus dan tidak mengakuiNya sebagai Tuhan dan juruselamat, jangan sekali-sekali meng-iakan dan mengikutinya karena akan sia-sialah hidupmu kalau kamu meninggalkan Kristus.
    Tidak ada di kitab manapun selain Alkitab yang menjanjikan keselamatan seperti di Yohanes 14 : 6

    Banyak stategi dan alasan yang akan disuguhkan kepada kita, memang pada awalnya mereka hanya seakan-akan tidak ada tujuan selain membangun kekerabatan. Tapi setelah mereka tahu keadaan dan situasi, baru mereka mulai bertindak dan wujudkan prioritas utama yang telah mereka rencang dan programkan.

    Kepada orang tua : Bangkitkan semangat mentransformasikan pulau Nias kepada Kristus dan jaga anak-anak kecil dalam segala pengajaran supaya mereka tidak tersesat.

    Hamba-hamba Tuhan dimanapun : Sudah dari dulu kita merindukan Nias mengalami transformasi kepada Kristus dan kita telah melakukan pemberitaan Firman Tuhan, sekarang tetap lanjutkan dan semangat karena itu adalah pekerjaan yang paling mulia.

  4. 4
    Andi Ndraha Says:

    Ini harus diwaspadai, jangan-jangan misi sebenarnya bukan untuk mengentas keterbelakangan di Nias tetapi misi yg terselubung yakni dakwah agama kepada masyarakat Nias di pedalaman. Lihat saja Prioritasnya, daerah Indonesia Timur dan Nias. Sangat mencurigakan, padahal kawasan tersebutlah yang menjadi kantong Kristen di Indonesia. Masyarakat Nias di pedalaman dengan wawasan yang kurang sangat rentan untuk dipengaruhi, apalagi bila ada iming-iming tertentu. Di kota besar saja, praktek dakwah agama dengan menawarkan aset atau jabatan yang menggiurkan terjadi, apalagi di pedalaman Nias………
    Sudah banyak Kantong-kantong Kristen di Indonesia yang sekarang telah hilang, di antaranya Poso, beberapa daerah di Kalimantan dan kepulauan Maluku serta Sulawesi. Orang-orang Kristen di beberapa wilayah tersebut tidak lagi menjadi golongan Mayoritas, malahan kini menuju ke Minoritas. Akankah Nias segera menyusul beberapa daerah tersebut???????? Jangan biarkan!!!!!!!
    Nias harus tetap menjadi pulau yang berpegang teguh kepada ajaran Yesus, Juruselamat Kita. Kepada masyarakat Nias yang peduli dan juga para hamba Tuhan, peningkatan pelayanan Rohani Kristen bagi saudara-saudara kita di pulau Nias mudah-mudahan bisa mengurangi kekhawatiran ini. Yamutolo ita Yesu, Yaduhu.

  5. 5
    emilsalim Says:

    Ya’ahowu

    Kepada saudara/i saya yang beragama non muslim, jangan anda buat satu statement bahwa misi para da’i adalah melakukan islamisasi kepada yang non muslim pada masyarakat nias, tapi buatlah satu komitment bahwa yang dilakukan para da’i adalah untuk muslim nias.., karena yang mereka lakukan adalah salah satu kewajiban dalam mensyiarkan/mendakwah untuk umat islam..di nias.

    Kita hidup di Indonesia mempunyai slogan “Bhineka Tunggal Ika” walaupun berbeda-beda tetap satu jua.., Marilah kita kuat rasa persaudaraan dan rasa harga – menghargai antar umat beragama.

    Jangan kita kita menciptakan kata “su’uzon” baik nya kita kuatkan rasa perdamaian antar sesama.

    Di semua kitab mana pun (seluruh agama) mengatakan : Kita harus saling menghargai, menghormati (apa – apa yang dilakukan) setiap agama menurut keyakinannya masing – masing..

    Terimakasih..

  6. 6
    Yason Giawa Says:

    Yaahowu Mbanuagu
    sya setuju dengan Emilsalim… bahwa kita negara indonesia memiliki slogan dalm tanda “BHINEKA TUNGGAL IKA” jd apapun perbedaan kita di indonesia ada kebebasan Agama, bahkan didlm UUD 45 Pun diikutsertakan.
    Jd tidk ada slhny kita smua sling menghormati satu sma lain.
    Sy sbg sdr seiman Kristen, berharap bahwa kita tetap mengingat apa yang Tuhan Ilhamkan kepada kita semasih kita hidupyaitu “Kasihilah sesama-mu seperti kita mengasihi diri kita sendiri … jd apapun perbedaan mari kita terima itu karena begitulah hidup dihadapan Tuhan dimuka bumi ini,
    lakukanlah yang baik kepada mereka yang berhak menerimanya … Thnk Gbu all…

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

April 2010
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930