Suster Nias Berpulang

Saturday, April 10, 2010
By fune

Suster Maria Adriana Fau fsE memenuhi panggilanNya pada hari Selasa (6/4) sekitar pukul 09.25 WIB di Medan. Beliau sempat menerima Sakramen Pengurapan Orang Sakit (28/3). Sr. Adriana Fau fsE adalah salah satu orang Nias pertama (bersama satu rekannya yakni Sr Yasinta Fau yang kini mengabdi di Kalimantan) yang menjadi biarawati.

Suster Maria lahir di Bawomatolua, 25 Desember 1940. Beliau masuk Postulant pada 15 Agustus 1960, memasuki Novis 31 Januari 1961, menjalani profesi sejak 1 Agustus 1963 dan profesi kekal pada 1 Desember 1965. Ia merayakan pesta perak pelayanannya pada 3 Juli 1988 dan pesta 40 tahun pengabdian pada 1 Agustus 2003.

Karya pengabdian kasihnya sebagai biarawati dilakukan di banyak tempat antaranya di Kom. Pangururan pada 29 Januari 1979 hingga Asrama Pangururan 28 Juni 1980. Ia memasuki ke Kom. St. Elisabeth sejak 18 September 1981, ke Kom. St Lidwina Berastagi sejak 29 September 1987, seterusnya di Kom. St Agustinus Psr VIII sejak 30 Juni 1988. Sejak 30 Juni 1988 di Kom. Iman Bonjol. Pada 28 Februari – Mei 1977 beliau mengikuti penyegaran rohani di Girisonta. Sejak 11 Januari 1998 melayani di Kom. Mandala dan sejak tahun 2001 di Kom. St. Anna Lusia. Hingga sampai akhir hayatnya, St Adriana Fau FSE masih melayani.

Uskup Medan Pimpin Misa Requiem

Uskup Agung Medan Mgr Dr AB Sinaga OFMCap memimpin Misa Requiem dan Ibadah Paskah khusus untuk arwah Suster Maria Adriana Fau FSE (Fransiskani St. Elisabeth) di Kapel RS St. Elisabeth Medan, Kamis (8/4). Di misa terakhir ini, lebih seribu biarawan dan biarawati mengikuti misa hingga kapel penuh sesak; mulai dari ruang utama Asrama FSE St Elisabeth, selasar dan ruang tamu sampai ke luar di sekitar mobil jenazah di Jl Imam Bonjol Medan, tepat di depan Keuskupan Agung Medan.
Kabar wafatnya Sr Maria Adriana Fau fsE langsung menyebar dan menjadi duka bagi banyak pihak, khususnya keluarga besar masyarakat Nias dan pihak yang selama ini dilayaninya. “Jangan berduka atas wafatnya Sr Adriana Fau FSE. Kematiannya kabar bahagia karena suster telah mengawali kehidupan kekalnya,’ ujar Pastor Ignatius Simbolon OFMCap di khotbahnya saat Misa Ekaristi, malam pertama kematian Sr Adriana Fau FSE.

Ribuan Biarawan Iringi Pemakaman

Saat itu ribuan khalayak ikut kebaktian dan memanjatkan doa arwah, termasuk puluhan pastor seperti Pastor Wiro, Pastor Guido Situmorang OFM Cap, Pimpinan Kongregasi FSE Suster Wilfrida Simbolon FSE, Wakil Direktur RS ST Elisabeth Sr Ignatia Siringoringo, Dr Ir Binsar Situmorang Msi yang calon Wakil Walikota Medan, Suster Karoline Tamba. Malam kedua persemayamkan, Pastor Benitius Brevoort OFMCap memimpin Misa Ekaristi.

Sangat mengharukan kala peti jenazah didorong, Suster Elisabet yang beretnik India dan rekan sejawat alamarhumah Sr Adriana Fau FSE, sesenggukan menyentuh peti jasad sahabat karibnya. Di atas kursi roda, Sr. Elisabeth FSE bersedekap.

Sesaat hendak dimakamkan di kompleks St Angela Susteran St Elisabeth Delitua, didampingi sejumlah pastor —antaranya Ps Guido Situmorang OFMCap, Ps Jhon Rupinus saragih OFMCap, Ps Marihat simanjuntak Pr, Ps Samuel Aritonang OFMCap, Ps Antoni Saragih OFMCap, Ps Aditya Peranginangin OFMCarm — Uskup Agung Medan Mgr Dr AB Sinaga OFMCap menegaksan bahwa Sr Adriana Fau FSE telah mengakhiri kehiduapan duniawi dan mengawali kehidupan surgawi sebagaimana yang dititahkan di Yoh 11: 25, Akulah Kebangkitan dan Hidup, barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walau sudah mati.

(sib, rumahbolon-skyscrapercity)

7 Responses to “Suster Nias Berpulang”

  1. 1
    Josef Zebua Says:

    Turut berdukacita atas wafatnya Sr. Adriana Fau. RIP. Sewaktu kecil tahun 70-80an, saya kenal dekat Beliau, suster yg sangat baik, yg kalau berbahasa Indonesia ‘berlogat Nias yg kental’. Juga saya kenal dekat Sr Yasinta Fau, saat mereka berkarya di RS Elisabeth Medan.

    Dalam berita di atas saya agak ragu pernyataan “Suster Nias Pertama” yg artinya ‘orang Nias pertama yang menjadi biarawati’ (maksudnya putri Nias secara umum). Hal ini perlu ditelusuri kembali. Barangkali pernyataan tsb benar khusus untuk lingkup Tarekat /Kongregasi mereka.

    Kita tahu ada beberapa tarekat, generasi awal para suster di Nias, al: Kongregasi Belaskasihan, Kongregasi Santo Fransiskus, Kongregasi Fransiskanes. Saya kenal dekat juga beberapa suster awal, seperti Sr. Lucia (almh), Sr. Alberta, Sr. Aloysia (ketiganya kel. Telaumbanua). Mereka masuk biara sekitar tahun 1960 (atau sebelumnya?).

    Semoga menambah informasi guna penelusuran sejarah ‘panggilan membiara para putri’ di Tano Niha.

  2. 2
    Josef Zebua Says:

    Ya’ahowu!

    Hasil penulusuran saya perihal biarawati awal asli orang Nias, selain Sr Maria Adriana Fau dan Sr Yasinta Fau (masuk biarawati/novis thn 1961), sebsgaimana terurai di bawah ini.

    Merujuk buku “Register Congregation Sisters of Charity of Our Lady Mother of Mercy” (2010), suster putri Nias awal adalah:

    1. Sr. Alberta Telaumbanua SCMM, lahir di Undreboli 29-7-1932, masuk novis thn 1955.
    2. Sr. Vinsensia Sarumaha SCMM, lahir di Hilianane 7-4-1939, masuk novis thn 1959.
    3. Sr. Lusia Telaumbanua SCMM, lahir di Undreboli 20-1-1934, masuk novis thn 1960.
    4. Sr. Aloysia Telaumbanua SCMM, lahir di Undreboli 22-9-1935, masuk novis thun 1960.

    Sr Alberta dan Sr Vinsensia sekarang berdomisili di Medan, Sr Lusia telah wafat dimakamkan di Pematangsiantar, sedang Sr Aloysia ada di Nias.

    Dengan demikian, catatan sementara saya: ‘orang Nias pertama yang menjadi biarawati’ adalah Sr Alberta Telaumbanua SCMM. Barangkali ada data lain lagi, mohon pencerahan.

    Josef Zebua
    (Ama Angelin)

  3. 3
    fune Says:

    Terima kasih atas tambahan informasinya

  4. 4
    Josef Zebua Says:

    Terima kasih atas respon dari Ibu/Bapak Fune [sebagai penyaji berita ‘Suster Nias (Pertama) Berpulang]. Saya tahu berita tersebut olahan dari ‘sib, rumahbolon-skyscrapercity’. Tapi ternyata sebagian isi berita yang disajikan sumbernya ‘tidak benar’. Dari pelacakan, diketahui bahwa ‘Suster Nias Pertama’ masih hidup, belum berpulang ke Rumah Bapa. Dan judulnya kini sudah diralat (?), tapi isi paragraf pertama masih seperti yang dulu.

    Mungkin ini sebuah pembelajaran bagi kita untuk menerapkan tradisi ‘check and recheck’ dalam jurnalistik, agar dapat menyajikan berita yang benar.

    Selamat berkarya buat para rekan Redaksi Nias Online. Maju Terus, Pantang Mundur! Ya’ahowu!

  5. 5
    Redaksi Says:

    Terima kasih Bapak Ama Angelin. Masukan yang baik buat Nias Online kita.

    salam,

    Redaksi

  6. 6
    Josef Zebua Says:

    Salam hangat Redaksi! Syukurlah bila respon saya bisa dijadikan masukan. Saya pun dapat hikmah dari ‘kejadian’ ini. Tatkala ‘penulusuran’, saya mengunjungi salah satu biara Suster SCMM; bertemu sejumlah suster, di antaranya: Sr Rafaela Gowasa SCMM dan Sr Martha SCMM.

    Sr Rafaela tengah menimba ilmu di Universitas Sanata Dharma. Saya boleh cerita ‘dikit’ nih… Sr Martha, guru saya kelas 1 SD. Waktu itu thn 1968 di Sibolga. Beliau yang awal mengajari saya menulis dan membaca. Bertahun-tahun ‘tak basuo’, sebuah reuni yang bahagia antara murid dan sang guru! Kemudian, mereka menghubungkan saya (via ponsel) dengan saudara yang juga lama ‘gak ketemu’; ‘gasiwa’ saya Sr Avelina Telaumbanua SCMM (di Banjarmasin) dan saudara saya Pastor Aloysius Telaumbanua (di Idanögawö).

    Sebuah ‘penulusuran’ indah yang membawa hikmah. Ya’ahowu!

    Ama Angelin

  7. 7
    Abdee Says:

    Turut berduka cita atas meninggalnya suster tersebut…Yang menarik disini adalah beberapa sanggahan dari sdr. Josef Zebua yang mengkritisi berita tersebut sampai mendapatkan sumber berita yang sebenarnya..Dari sini kita dapat melihat bahwa suatu berita belum tentulah benar 100%, akan tetapi dengan adanya kroscek dari sesama pembaca berita maka akan didapatkan cerita yang sebenarnya…Semoga melalui media ini kita dapat saling membangun…Yaahowu….

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

April 2010
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930