MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin, mengatakan pihaknya merencanakan lima prioritas pembangunan pada tahun 2011 yang perlu menjadi perhatian dan patokan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2010.

Lima prioritas pembangunan itu adalah peningkatan kualitas pembangunan masyarakat dan aparatur pemerintah; peningkatan kualitas kesehatan; serta revitalisasi bidang pertanian; kemudian, percepatan dan peningkatan pendapatan guna pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat; serta peningkatan pembangunan infrastruktur.

Dari lima prioritas itu, pihaknya menetapkan beberapa faktor yang menjadi perhatian pembangunan, yakni peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD), termasuk dunia pendidikan lainnya mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Setelah itu, adanya jaminan kesehatan bagi masyarakat, khususnya masyarakat miskin, pemberdayaan masyarakat petani terutama dalam mendapatkan berbagai akses guna meningkatkan usaha produksi, pemberdayaan koperasi dan UKM serta pengurangan kesenjangan pembangunan antara perkotaan dan pedesaan.

Semua program itu bertujuan untuk merealisasikan lima program Pemprov Sumut, yakni “Rakyat Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa”, “Rakyat Tidak Lapar”, “Rakyat Tidak Bodoh”, “Rakyat Tidak Sakit” dan “Rakyat Punya Masa Depan”.

“Semua program sesuai dengan tema Musrenbang 2010, yakni membangun Sumut yang mandiri, berdaya saing dan sejahtera,” katanya, Rabu (31/4).

Sementara, kepala Bappeda Sumut, Riyadil Akhir Lubis, mengatakan Musrenbang Sumut yang akan dilaksanakan 30 Maret – 1 April 2010 itu akan membicarakan sejumlah program dan proyek jangka panjang.

Diantaranya membicarakan pola pembangunan yang berintegrasi di tiga kawasan, yakni kawasan Medan, Binjai, Deli Serdang dan Tanah Karo (Mebidang Karo); kawasan kepulauan Nias; dan kawasan Danau Toba.

Di bidang pendidikan, katanya, Pemprov Sumut menyiapkan program pemberian dana intensif dan peningkatan kualitas guru dengan menerapkan standar minimal S-1.

Kemudian, katanya, Pemprov Sumut juga merencanakan pembukaan area persawahan baru seluas 1.500 hektare untuk mendukung program swasembada pangan di daerah itu.

Untuk mematangkan program-program itu, pihaknya berencana untuk menghadirkan 10 menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II guna memberikan pengarahan dan bimbingan. Pada pelaksanaannya, hadir Menneg PPN/Kepala Bappenas, Paskah Suzetta.

(waspada)

Facebook Comments