Gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter (SR) mengguncang Sumatra bagian Utara pada 7 April 2010 pukul 5.15 WIB. Pusat gempa diduga terletak di perairan Pulau Banyak, antara Pulau Nias dan Pulau Simeleu dengan kedalaman 31 km dari permukaan bumi. Guncangan gempa menyebabkan kepanikan di Simaleu, Meulaboh, daerah Aceh lainnya, Nias, Sibolga, Padang Sidempuan, Medan, Tarutung dan Samosir. Penduduk segera berlarian ke tempat yang lebih tinggi, namun gempa ini tidak berpotensi Tsunami.
Belum dilaporkan adanya korban jiwa akibat gempa ini. Gubernur NAD Irwandi Yusuf menginformasikan, “Setelah saya pantau, sejauh ini belum ada laporan korban jiwa di Aceh.” Kepanikan masyarakat akibat gempa ini bertambah karena matinya listrik secara serentak. Hingga sekarang di beberapa titik listrik belum menyala.

Gempa ini terjadi karena pergerakan lempeng Australia-India yang setiap tahunnya mendesak lempeng Sunda dengan kecepatan 60-65 mm per tahun. Karena mekanisme informasi yang tidak lengkap, diduga bahwa sebenarnya pusat gempa tidak terletak di satu titik melainkan di sepanjang pertemuan kedua lempeng tersebut.
Pertemuan kedua lempeng telah menyebabkan gempa besar 8,6 SR pada Maret 2005 di Nias, gempa besar 9,1 SR di perairan Aceh tahun 2004, gempa di Sumatra Selatan 8,4 tahun 2007, gempa di Simeleu pada tahun 2008 dengan kekuatan 7,3 SR, dan gempa Padang 7,5 SR tahun 2009.

(usgs, reuters, metrotv)

Facebook Comments