Gubernur Bank Sentral Australia Glenn Stevens memberikan kejutan dengan berbicara tentang kepercayaannya kepada Tuhan dan bagaimana ia menggunakan talentanya untuk mengarahkan ekonomi Australia.

Dalam acara sarapan pagi untuk menghimpun dana bagi karitas Wesley Mission di Sydney pagi ini, Glenn Stevens mengungkapkan ia menggunakan talenta yang diberikan Tuhan untuk mengelola ekonomi Australia.  Selama ini Glenn Stevens dikenal sebagai orang yang low profile – hal yang dilakukan oleh para pendahulunya di posisi yang sama. Namun pagi ini ia berbicara banyak hal yang menyangkut kehidupan pribadinya.

Ketika ditanya apakah Krisis Keuangan Global (GFC) merupakan hukuman dari Tuhan, Steven mengatakan Krisis Keuangan Global merupakan hasil dari “keserakahan dan ketakutan” manusia.

“Apa yang telah kita alami adalah sesuatu yang kita tau atau seharusnya telah kita tahu, yaitu bahwa ekonomi pasar dicirikan oleh siklus, dan bahwa tingkah laku manusia dicirikan oleh keserakahan dan ketakutan secara bergantian”

“Karena itu sistem-sistem ekonomi terkadang rawan terhadap stabilitas semacam ini”.

“Seperti itu yang telah terjadi dan akan selalu seperti itu”.

“Siapa pun yang telah hadir di sini, apapun pekerjaan yang telah mereka lakukan, apakah mereka supir taksi, klerk kantor atau seorang manajer, saya pikir saya ingin mengatakan, bagaimana iman Kristen berpengaruh terhadap keseharian Anda?” kata Pendeta Garner dari pihak penyelenggaran acara sarapan pagi itu kepada Glenn Stevens.

“Saya tidak melihat perbedaan untuk saya dan untuk mereka,” kata Stevens.

“Menurut saya bila Anda seorang Kristen, Allah telah memberikan kepada Anda kemampuan-kemampuan tertentu untuk melakukan pekerjaan, untuk mencari makan, dan bibel mengajarkan bahwa Anda melakukan itu semua seakan-akan melalakukannya untuk-Nya dan memang Anda melakukannya untukNya dan itulah sikap saya.”

Di depan audiens yang terdiri dari tokoh masyarakat dan bisnis termasuk mantan perdana menteri Australia John Howard, Glenn Stevens menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kepercayaannya kepada Tuhan.

“Saya ingin mengatakan, walau bertentangan dengan berbagai klaim, bahwa Tuhan itu ada. Ini layak diperiksa dan pertanyaan penting yang harus dijawab ialah: apakah Yesus Kristus adalah seperti yang dia katakan tentang dirinya sendiri ? Jika tidak, maka lupakan saja, dan jika tidak maka saya kini sedang hidup dalam dunia kebohongan,” kata Glen Stevens yang bermain gitar dalam band di gerejanya.

Diakuinya juga, semasa kecil ia lemah dalam soal hitung menghitung, matematika bukan mata pelajaran yang dia kuasai dengan mudah.

Australia adalah salah satu negara maju yang tidak sempat mengalami resesi selama periode puncak Krisis Keuangan Global (GFC). Australia sangat kaya dengan berbagai sumber daya alam seperti batu bara, bijih besi, gas alam, uranian dan sebagainya. (brk*/ foto:rba.gov.au)

Facebook Comments