Panitia “Pesta Ya’ahowu” Dikukuhkan

Wednesday, March 3, 2010
By nias

Gunungsitoli, (Analisa)

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Gunungsitoli yang ke-332 yang jatuh pada 6 April 2010 mendatang, Walikota Gunungsitoli Senin, (1/3) kukuhkan Panitia “Pesta Ya’ahawu” di Lantai II Aula Kantor Walikota Gunungsitoli.

Walikota Gunungsitoli, Drs Martinus Lase, M.SP dalam arahanya mengatakan, pembentukan panitia “Pesta Ya’ahowu” itu merupakan kerinduan masyarakat Kota Gunungsitoli dimana “Pesta Ya’ahowu” tersebut sudah lama sekali tidak pernah lagi di laksanakan lagi.

“Pelaksanaan kegiatan ini merupakan cara menggali budaya-budaya para leluhur kita sebelumnya sebagai rasa penghormatan kita kepada mereka serta budaya-budaya ini nantinya dapat menjadi andalan kita dalam memperkenalkan Kota Gunungsitoli di berbagai penjuru”, tegasnya.

Tujuan dari pelaksanaan “Pesta Ya’ahowu” itu yakni untuk menggali kembali budaya-budaya yang ada di dalam kehidupan masyarakat Wilayah Kota Gunungsitoli sebagai rasa penghormatan kepada budaya leluhur.

Dengan penggalian budaya-budaya tersebut kedepan hal itu dapat dijadikan sebagai salah satu aset atau andalan Kota Gunungsitoli untuk memperkenalkan Kota Gunungsitoli baik dilokal maupun di dunia intenasional.

Walikota Gunungsitoli, Drs Martinus Lase, M.SP juga mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, Ia telah menerima 30 orang turis asal Jepang di Bandara Binaka Gunungsitoli dalam pertemuan tersebut, para turis asal Jepang tersebut sangat senang datang di Kota Gunungsitoli ditambah dengan jaminan keamanan dari pihak Polres Nias yang pada kesempatan itu langsung disampaikan oleh Kapolres Nias, AKBP Wawan Munawar S.Ik, M,Si.

Selanjutnya ungkap Walikota, Dari 30 orang turis tersebut 20 orang diantaranya merupakan para arsitek dari hasil perbincangan dengan Walikota Gunungsitoli para turis tersebut 20 orang para turis tersebut berjanji akan memberikan masukan kepada pihak Pemerintah Kota Gunungsitoli terkait dengan pengembangan Pariwisata di Wilayah Kota Gunungsitoli.

Hal yang sama tambah Walikota, ketika Ia bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup Tustani Italia baru-baru ini, dalam pembincangannya pihak Tustani Italia berjanji uga akan memberikan masukan kepada pemerintah Kota Gunungsitoli terkait dengan pengelolaan pariwisata.

“Saat ini kita sedang membanguan jaringan dengan dunia internasional untuk memperkenalkan Kota Gunungsitoli dimana saja tentunya dalam hal ini tanpa mengesampingkan nilai-nilai budaya yang ada di wilayah Kota Gunungsitoli,” tandasnya.

Untuk itu Walikota Gunungsitoli pada kesempatan itu mengharapkan kepada seluruh personil yang terlibat dalam kepanitian “Pesta Ya’ahowu” untuk menyusun beberapa kegiatan beserta anggaranya walaupun saat ini Pemerintah Kota Gunungsitoli anggarannya sangat terbatas. Adapun Panitai yang dikukuhkan Ketua Umum, Drs Kemurnian Zebua, Sekretaris Umum (Sekda Kota Gunungsitoli) Teodore Hulu, S.Pd (Kepala BKD Kota Gunungsitoli) Bendara Umum Drs Edison Ziliwu MM, M,Si. (Analisa, 3 Maret 2010)

2 Responses to “Panitia “Pesta Ya’ahowu” Dikukuhkan”

  1. 1
    Aliozisokhi Fau Says:

    Pengembangan Budaya Nias melalui event-event budaya perlu ditingkatkan agar Budaya Nias bisa menjadi PILAR MORAL SUKU NIAS di masa kni dan masa yang akan datang. Maka beberapa usul kami
    1. ke depan sebagai Kota seharusnya Judul Event Budaya itu harus lebih trand sehingga dapat menarik antusias luar dan biarlah istilah Ya’ahowu untuk event yang mengikutkan seluruh masyarakat Nias.
    2.Hasil-hasilnya perlu dibakukan dan diokumentasikan sehingga menjadi pedoman kepada seniman dan generasi muda dalam pengembangnnya.
    3. Perlunya Pemko memikirkan bahwa Kota Gunungsitoli akan berkembag pesat maka harus dudukung oleh Budayawan yang handal juga, maka untuk tahun ajaran 2010 dan seterusnya pemko menyekolahkan putra-putra Nias yang berbakat ke: Jurusan Tari (Koreografer), Jurusan Musik, Jurusan Teater sehingga dalam 5 tahun ke depan Budaya Nias bisa dikembagkan sesuai zaman yang berkembang dan akhirnya bsisa bermuara pada penambahan sumber PAD bagi kota gunungsitoli.
    4. Menaikan anggaran dinas Pariwisata untuk memperbaiki/ membenahi Desa-desa Tradisional, penataan Objek-objek Wisata, bantuan untuk sanggar budaya dll
    5. Untuk Ke depan Kadis Kebudayan dan Pariiwsata yang menguasai kebudayaan dan pariwisata termasuk permasalahn dan pemecahannya karena jika tidak didukung SDM sebesar apapun anggaran tak ada artinya.
    6. Perlu dibentuk Lembaga Budaya Kota dan harus diberi dana yang cukup, sehingga nantinya lembaga ini bisa menjadi pengawal/pengarah/ penuntun kebudayaan nias yang lahir dari bebrgai sanggar atau lembaga di tengah-tengah masyarakat Kota

    Selamat Bagi Wali Kota, Ya’ahowu

  2. 2
    Saronia Larosa Says:

    Yth:Bp.Walikota,
    Untuk tahap awal seharusnya di buat sebuah kawasan percontohan,bisa sebuah desa atau kecamatan.
    kawasan tsb harus bisa di jual ke wisatawan karna peninggalan2 kuno,tersedia rumah adat,adanya galeri seni dan budaya dll.tata cara penyambutan wisatawan pun harus di atur dan segala fasilitas fasilitas umum tersedia.
    Kawasan ini nanti merupakan etalase kehidupan di Nias.
    tks

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

March 2010
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031