Medan – Knalpot pesawat milik maskapai penerbangan Riau Air Lines terjatuh dan menimpa sebuah rumah kontrakan di Jalan Djamin Ginting Nomor 761 Padang Bulan Medan, Senin (15/2) sekitar pukul 08.00 Wib.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dialami penghuni rumah kontrakan bernama I br Pardede. Sementara itu pihak maskapai penerbangan Riau Air Lines telah mengamankan knalpot tersebut setelah sebelumnya diantar langsung oleh pemilik rumah kontrakan Maruli Hutabarat (48).

Peristiwa yang sempat mengagetkan warga Jalan Djamin Ginting tersebut, terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Benda yang menyerupai tong minyak seberat lebih kurang 5 kg itu tiba-tiba terjatuh tepat menimpa seng dan selanjutnya jatuh kelantai rumah ruangan tamu yang ditempati I br Pardede (36).

“Besi hitam dan panas mirip tong minyak itu jatuh dari atas dan menimpa rumah. Kebetulan saat knalpot itu jatuh keluarga ibu I br Pardede sedang berada diluar,” ujar Maruli Hutabarat pemilik rumah kontrakan yang tinggal disebelahnya.

Menurut Maruli, pagi itu dia sedang berada di kamar dan tiba-tiba mendengar suara benda terjatuh dari atas menimpa seng rumah miliknya. Dentuman keras itu didengarnya setelah sebuah pesawat melintas dari atas rumahnya. Dan selanjutnya, dia bergegas keluar rumah mencari benda yang terjatuh tersebut.

Beberapa menit berselang, penghuni rumah I br Pardede memanggil Maruli Hutabarat dan melaporkan bahwa rumahnya ditimpa besi panas menyerupai tong minyak. Kemudian Maruli bergegas masuk kedalam ruangan tamu yang sekaligus tempat usaha saloon kecantikan milik I br Pardede. Kemudian dia melihat besi berwarna hitam tersebut.

“Setelah saya amati ternyata besi tersebut adalah knalpot pesawat. Saya tahu itu knalpot pesawat karena kejadian sebelumnya yaitu terjatuhnya pesawat Mandala yang juga menimpa rumah kami,” katanya.

Atas inisiatif sendiri, sekitar pukul 10.00 WIB Maruli Hutabarat akhirnya membawa knalpot pesawat seberat lebih kurang 5 kg itu ke pihak Bandara Polonia. Dan disanalah Maruli tahu bahwa knalpot tersebut milik maskapai penerbangan Riau Air Lines.

Pihak maskapai penerbangan Riau Air Lines sendiri ujar Maruli sudah turun kelokasi dan meninjau rumah miliknya tersebut. “ Saya sudah didatangi pihak Riau Air Line. Dan mereka berjanji akan mengganti kerugian yang dialami,” tambahnya.

Sementara itu, penghuni rumah I br Pardede mengungkapkan, saat kejadian itu dia dan anaknya sedang berada di depan rumah menjaga usaha saloon kecantikan yang dijalankannya. “ Kami saat itu sedang tidak berada di ruangan tamu. Ya …untunglah kalau tidak pasti nyawa kami melayang,” ujarnya mengenang kejadian tersebut.

Batal Berangkat
Lebih lanjut wartawan SIB mengabarkan, salah satu onderdil di bagian mesin atau engine pesawat Riau Airlines (RAL) lepas dan jatuh menimpa rumah warga di kawasan Padang Bulan persis dekat ujung runway 05, ketika pesawat melintas di atasnya saat hendak melakukan pendaratan di Bandara Polonia, Senin (15/2).

Akibat peristiwa itu salah satu rumah warga mengalami kerusakan dan di pihak lain 47 penumpang Riau Airlines yang sudah berada di dalam pesawat terpaksa diturunkan lagi dan dibatalkan keberangkatannya menuju Gunung Sitoli Nias karena pesawat harus diperbaiki terlebih dulu.

Informasi diperoleh wartawan dari Posko Sekurity PT Angkasa Pura II yang awalnya disampaikan Rafli Siregar menyebutkan, pesawat Riau Airlines nomor penerbangan RA-592 dari Gunung Sitoli tujuan Medan. Pesawat itu melakukan landing di runway Bandara Polonia sekira pukul 10.00 WIB dari arah 05 atau arah Padang Bulan.

Jatuhnya salah satu bagian mesin pesawat itu pada saat melakukan landing tidak disadari sebelumnya baik oleh pilot maupun kru Riau Airlines yang ada di darat karena proses pendaratannya pun berlangsung mulus.

Adanya ketidakberesan pada mesin pesawat itu baru diketahui ketika mesin pesawat mulai dihidupkan lagi untuk bersiap terbang kembali menuju Gunung Sitoli Nias yang kali ini membawa 50 orang penumpang termasuk bayi yang seluruhnya saat itu telah naik ke dalam pesawat.

Menurut keterangan staf Administratur Bandara (Adban) Bidang Pengawasan Angkutan Udara Jeffry Tampubolon, saat mesin dihidupkan terdengar suara yang sangat bising dari arah mesin sebelah kiri pesawat. Betapa terkejutnya ketika diketahui ada salah satu bagian yakni flep exhaust atau semacam saringan menempel di ujung mesin pesawat sudah tidak berada di posisinya.

“Itu semacam flep saringan udaranya yang nempel di ujung mesin dan bentuknya mengerucut. Diameternya lebih kurang 30 centimeter dan lebar platnya lebih kurang 20 centimeter. Itulah yang diduga terjatuh,” kata Jeffry Tampubolon.

Sementara itu Kadis Ops &Pelayanan PT Angkasa Pura II Djamal Amri ketika dihubungi mengakui adanya peristiwa itu. Menurutnya, ada warga Padang Bulan bernama Maruli Hutabarat yang melaporkan kepada Angkasa Pura II karena atap rumahnya jebol ditimpa onderdil mesin pesawat. Onderdil itu juga merusak meja dan kulkas di dalam rumahnya.

Atas pengaduan warga itu pihak AP II melacak benda yang ditemukan di rumah warga tersebut untuk memastikan asal pesawat dengan mengumpulkan perwakilan maskapai penerbangan yang ada. Belakangan, setelah mendapat informasi pesawat Riau Airlines mengalami gangguan mesin maka benda itu akhirnya dicocokkan dan ternyata benar merupakan bagian dari mesin pesawat itu.

“Kita pun akhirnya meninjau kerusakan rumah warga itu di Jalan Jamin Ginting Pasar 6 Padang Bulan No 761. Pihak Riau Airlines yang ikut meninjau lokasi itu pun telah meminta maaf kepada pemilik rumah dan berjanji akan memberikan ganti rugi atas kerusakan itu,” kata Djamal.

Sementara itu Kepala Adband Polonia Razali Abubakar ketika dihubungi wartawan via ponselnya mengatakan, akibat gangguan atau kerusakan itu pihak Adband terpaksa menggrounded atau tidak mengijinkan pesawat itu diterbangkan sebelum kerusakan tersebut benar-benar diperbaiki. Perbaikan pesawat itu katanya sedang dilakukan pihak RAL dan kemungkinan bisa selesai keesokan harinya dengan bantuan sparepart dari Jakarta. (Harian SIB, 16 Februari 2010)

Facebook Comments