Minggu lalu Google meluncurkan produk baru bernama Buzz yang ternyata bikin heboh. Buzz, yang ditambahkan Google pada servis email populer Gmail, memiliki fitur yang mirip jaringan sosial seperti Facebook.

Naasnya bagi para pengguna Gmail, servis baru ini mengancam privasi. Daftar kontak Anda langsung dijadikan milik publik, bahkan dengan siapa Anda berkomunikasi dapat diketahui oleh umum. Demikian antara lain yang dapat diperoleh Nias Online dari berbagai pemberitaan di dunia maya.

Beberapa contoh ‘korban’ Buzz:

Seorang perempuan yang mantan suaminya mampu mengetahui informasi sensitif tentang dia setelah suaminya mendaftar menjadi pengguna Buzz.

Para wartawan yang sumber-sumber konfidensialnya tersebar ke pengguna gmail yang lain lewat Buzz.

Para aktivis politik yang daftar kontak mereka tersebar ke publik dan bisa menjadi target telaah para penyelidik pemerintah.

Merangkum kehebohan yang ditimbulkan oleh produk terbaru Google ini, simak kalimat pembuka artikel Robin Wauters di harian Washington Post berikut ini:

Merging something designed for public broadcasting ( Buzz) with something inherently private ( Gmail) was just looking for trouble.” (Menggabungkan sesuatu yang dirancang untuk konsumsi publik (Buzz) dengan sesuatu yang pada dasarnya privat (Gmail) tentu saja mencari masalah).

Pada akhir minggu kemarin Google meminta maaf atas kesalahan ini dan mengumumkan akan melakukan perubahan.

Since we launched Google Buzz four days ago, we’ve been working around the clock to address the concerns you’ve raised,” kata manajer produksi Todd Jackson di Gmail Blog.

Akan tetapi publik kelihatannya tidak begitu yakin dengan langkah-langkah yang akan diambil Google, yang melalui kasus ini ternyata sangat abai dengan masalah-masalah privasi pengguna produknya.

Jadi sambil menunggu situasi kembali kepada sungguh-sungguh normal, Anda sebaiknya tidak mencoba-coba mendaftar menjadi pengguna Buzz.

Catatan: untuk sementara Nias Online dapat dihubungu lewat alamat baru: nias.online@ymail.com. (brk)

Facebook Comments