Korban Bencana Alam Nias Datangi DPRD Tuntut Pencairan Dana

Wednesday, February 10, 2010
By nias

Gunungsitoli – Sedikitnya seribuan warga Gunungsitoli terdiri dari 22 desa yang menyatakan dirinya perwakilan korban bencana alam gempa tektonik tahun 2005 lalu, nyaris mengegerkan kantor DPRD Kabupaten Nias, Selasa, (9/2).

Pasalnya, ribuan warga yang sudah beberapa kali melakukan aksi demostran menuntut pencairan dana Bantuan Sosial Perbaikan Rumah (BSPR) di Kantor DPRD Kabupaten Nias itu, memaksa diri harus bertemu langsung Ketua DPRD Kabupaten Nias Rasali Zalukhu, S.Ag. Sementara Ketua DPRD pada kesempatan itu sedang memimpin sidang paripurna rapat dengar pendapat bersama PT Riau Air Lines.

Pada awal kedatangan warga di kantor DPRD Kabupaten Nias itu, 32 perwakilan demonstran sempat diterima Wakil Ketua DPRD, Armansah Harefa didampingi Ketua Komisi B Aluizaro Telaumbanua dan Ketua Komisi C, Damili R Gea di ruang Komisi A DPRD Kabupaten Nias. Namun pada kesempatan itu, para demostran tetap bersikukuh meminta untuk bertemu dengan Ketua DPRD Kabupaten Nias, untuk mendesak pernyataan sikap DPRD terkait tuntutan mereka itu.

Sambil menunggu kedatangan Ketua DPRD Kabupaten Nias dalam beberapa jam, para demostran sempat memasuki kantor DPRD untuk berteduh dari panasnya hari. Pada kesempatan itu nyaris para warga memenuhi seluruh ruangan yang ada di kantor DPRD.

Sebelum bertemu dengan para wakil rakyat, dalam orasinya yang disampaikan Herman Jaya Harefa mengungkapkan beberapa tuntutan di antaranya, menuntut DPRD segera mengeluarkan surat keputusan politik yang menyatakan mendukung pencairan dana BSPR untuk mereka. Mendesak Bupati Nias dan Walikota Gunungsitoli mendukung keputusan poltik DPRD Kabupaten Nias dalam pencairan dana BSPR.

Bentuk Pansus

Menuntut DPRD membentuk Pansus mengusut untuk mengusut keterlambatan pencairan dana BSPR kepada para warga yang belum menerima bantuan. Selanjutnya menuntut DPRD segera menindaklanjuti tuntutan mereka kepada Bappenas, Menkeu, DPR RI dan Prisiden.

Pada pertemuan 32 perwakilan demostran dengan Ketua DPRD Rasali Zalukhu. S.Ag didampingi seluruh Ketua Komisi, menyepakati beberapa hal dan hasil kesepatan itu disampaikan DPRD kepada ribuan pedemonstran. DPRD Kabupaten Nias menyatakan mendukung pencairan dana kepada 23 ribu KK yang tersebar di Kepuluan Nias dengan mengeluarkan surat keputusan politik DPRD Nias pada hari itu.

Tujuan surat keputusan itu yakni, untuk mendesak pemerintah pusat, Gubernur, Bappenas, Menkeu, DPR RI dan Prisiden agar segera mencairkan dana bantuan kepada seluruh warga yang diambil datanya oleh BRR pada tahun 2008 lalu, yang dalam surat itu ditangani Ketua DPRD Nias dan seluruh ketua fraksi.

Segera mengundang kepala-kepala daerah yakni, Bupati Nias, Walikota Gunungsitoli, Bupati Nias Utara dan Bupati Nias Utara untuk membahas hal itu. Serta merencanakan untuk menemui Gubernur, Bappenas, Menkeu, DPR RI dan dan jika memungkinkan langsung kepada Prisiden.

Sebelum melakukan aksi di DPRD Nias para demostran menyempatkan diri melakukan aksi di kantor Walikota Gunungsitoli. Walikota Gunungsitoli, Drs Martinus Lase, M.SP yang menerima para demosntran menyampaikan pihak Pemerintan Kota Gunungsitoli menyatakan mendukung sepenuhnya agar pemerintah pusat segera mencairkan dana itu kepada para warga.

Usai memberikan pernyataan sikapnya Walikota Gunungsitoli bersama ribuan warga sempat bernyayi dan menari maena bersama di halaman kantor Walikota Gunungsitoli. Dalam aksi itu, para demonstran di kawal sejumlah personil polisi dari Polres Nias yang dipimpin Kapolres Nias AKBP Wawan Munawar, S.Ik. M.Si. Setelah mendapatkan penjelasan dari para wakil rakyat , ribuan warga berangsur-ansur meninggalkan Kantor DRPD Kabupaten Nias. (Analisa, 10 Februari 2010)

2 Responses to “Korban Bencana Alam Nias Datangi DPRD Tuntut Pencairan Dana”

  1. 1
    Emanuel Harefa, Ir Says:

    Salut kepada Walikota Gunungsitoli yang menggunakan maena sebagai cara pendekatan kepada masyarakat dalam menyikapi persoalan dan harapan yang telah mereka tunggu selama beberapa tahun ini.
    Hal ini sangat positif dalam membangun budaya kebersamaan ditengah-tengah masyarakat pulau Nias apalagi saat ini sedang berbenah dengan otonomi daerah baru, sekali salut dan sukses semoga cara-cara seperti lebih dikedepankan dalam menyelesaikan persoalan ditengah kehidupan masyarakat, sehingga masyarakat tidak terkuras tenaga dan pikiran akibat ulah para pejabat yang menjauhi masyarakat ketika masyarakat datang untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan bahkan masukan.
    Apa yang dilakukan oleh ketua DPRD yang lebih mementingkan rapat dengar pendapat dengan RAL ketimbang berbaur dengan masyarakat yang jumlahnya sangat banyak untuk menyampaikan aspirasi mereka ini sangat disayangkan, masih beruntung ada unsur pimpinan DPRD (wakil ketua) yang masih meneriam warga dan membuat keadaan kondusif sehingga mereka dengan sabar menunggu ketua DPRD yang nota bene-nya rakyat yang memilih dan menjadikannya seperti sekarang, kalau tidak mungkin bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dengan kondisi tsb, dan yang patut diberi acungan jempol para warga dan koordinator warga yang mampu menunjukkan bahwa inilah buadaya Nias dengan penuh kesabaran dalam menyikapi semua kondisi yang mereka rasakan.
    Kami sangat berharap dan menghimbau kepada semua pihak yang mempunyai wewenang untuk merealisasikan apa yang menjadi tuntutan atau harapan dari warga tsb, karena kalau tidak kita khawatir suatu saat mereka akan hilang kesabaran dan bisa terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, sehingga budaya kebersamaan seperti maena dan nyanyi bersama yang dilakukan oleh Walikota Gunungsitoli akan sia-sia nilainya.

    Sukses Nias…. sukses Pemerintah Nias ….. adalah sukses semua warganya.

    Semoga bermanfaat.

    Ya’ahowu

  2. 2
    Marturia Hulu Says:

    Salam sejahtera!
    saya dengan senang hati memberikan apresiasi kepada pemerintah Nias, atas kesediaan dan perhatiaannya terhadap masyarakat Nias. dan juga kepada masyarakat saya juga menyampaikan selamat karena ditengah-tengah kesulitan dapat menikmati hidup sampai saat ini. kedua sikap inilah yang patut untuk kita pertahankan, bahkan kalau bisa marilah kita meningkatkan kebersamaan kita baik dari pihak pemerintah yang selalu peduli dengan masyarakat, hal ini mengurangi sikap egoismenya terhadap pemerintah yang telah dipakai untuk membangun masyarakat Nias. dan juga masyarakat harus melakukan sesuatu sesuai dengan aturan yang berlaku dalam mendukung kinerja pemerintah kita. satu hal yang harus kita hindari adalah sikap acuh tak acuh apalagi sikap merugikan orang lain dengan cara menikmati apa yang tidak seharusnya menjadi hak kita harus kita jauhkan sebab Tuhan tidak memberkati kita. harapan saya semoga ini dapat memberikan dorongan bagi kita semua. Ya’ahowu

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

February 2010
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728