Gunungsitoli – Sekitar 2000 warga Nias yang tersebar di 22 desa di Kota Gunungsitoli merencanakan akan melakukan demonstrasi besar-besaran di kantor DPRD Nias, terkait Bantuan Sosial Pembangunan Rumah ( BSPR ) pasca gempa Maret 2005 lalu, Selasa (9/2).

Rencana aksi itu terungkap dalam rapat persiapan dilaksanakan dua desa di Kecamatan Gunungsitoli yakni, Desa Sisobahili Tabaloho dan Desa Sifalaete Tabaloho di Gedung Gereja Madala Kecamatan Gunungsitoli, Minggu, (7/2).

Kepala Desa Sisobahili Tabaloho Ardin Mendrofa bersama dengan Kepala Desa Sifalaete Tabaloho Famotuho Harefa mengatakan, pelaksanaan aksi merupakan tindak lanjut dari aksi unjuk rasa sebelumnya tentang tuntutan kepada masyarakat kepada DPRD Nias agar segera mengambil keputusan masalah rakyat Nias yang belum menerima dana bantuan BSPR untuk 23 ribu KK di Wilayah Kepulauan Nias.

Menurut mereka, dalam aksi unjuk rasa akan diikuti sekitar 2000 warga Kota Gunungsitoli dari 22 desa. Hal itu mereka lakukan, karena hingga saat ini DPRD Nias belum memberikan jawaban pasti atas tuntutan warga, sekalipun sudah beberapa kali masyarakat Gunungsitoli menyampaikan hal itu kepada DPRD.

” Kita tidak mengerti ada apa dengan DPRD Nias begitu susah mengambil keputusan terkait permasalahan ini, padahal jawaban atas tuntutan kita sangat sederhana yakni, DPRD Nias memberikan keputusan berupa pernyataan sikap mendukung pencairan dana BSPR kepada masyarakat,” tegas Ardin.

Kepala Desa Sifalaete Tabaloho Famotuho Harefa mengatakan, sikap DPRD Nias yang belum memberikan keputusan dalam permasalahan itu wajib dipertanyakan.

“Kalau memang tidak ada kepentingan politik, DPRD Nias tentunya bisa segera menyurati Menteri Keuangan RI, Bappenas dan juga Presiden termasuk DPR RI, namun yang terjadi justru sebaliknya DPRD Nias bungkam seribu bahasa,” ujarnya.

Kasat Intel Polres Nias, AKP O Gulo yang dikonfirmasi Analisa melalui telpon selulernya terkait hal itu, Minggu (7/2) membenarkan pihaknya telah menerima surat perberitahuan dari masyarakat tentang kegiatan aksi pada hari Selasa mendatang. sesuai dengan pemberitahuan yang diterima pihak Polres Nias sekitar 1500 orang yang akan turun melakukan aksi itu.

Ditanya tentang persiapan pihak keamanan dalam aksi itu, Gulo mengatakan diharapkan nantinya kepada masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas dan tidak anarkis hingga aksi berjalan baik dan tidak melanggar ketentuan yang ada

Sementara Wakil Ketua DPRD Nias Drs. Evolut Zebua yang dikonfirmasi Analisa terkait hal Minggu, (7/2) mengatakan, mereka telah mengetahui terkait kedatangan para warga pada hari Selasa mendatang, Namun sesuai dengan agenda DPRD Kabupaten Nias, pada hari itu DPRD melaksanakan rapat paripurna tentang penyertaan modal pemerintah daerah pada PT Riau Air Lines.

Ia mengharapkan kepada para warga yang hendak datang melakukan aksi hendaknya berkordinasi ke DPRD terlebih dahulu, apalagi DPRD telah menyurati kembali para warga dalam hal mencocokkan jadwal pertemuan.

Menurutnya, kedatangan para warga untuk aksi di DPRD merupakan hal yang penting tetapi hendaknya warga juga memaklumi agenda DPRD yang sebelumnya telah ditetapkan, hingga nantinya para warga tidak kecewa. tuturnya. (Analisa, 8 Februari 2010)

Facebook Comments