Gunungsitoli – Kepala Tata Usaha Satuan Polisi Pamong Praja (KTU Satpol PP) Kabupaten Nias Darius Zebua nyaris bentrok dengan beberapa petugas pemungut restribusi Kota Gunungsitoli bernama Abadi J Harefa di Sub Terminal Kota Gunungsitoli Desa Faekhu Gunungsitoli,Kamis (4/2).

Petugas pemungut retsibusi Dishub Kota Gunungsitoli Abadi J Harefa yang dikonfirmasi Analisa di Kantor Dinas Perhubungan Kota Gunungsitoli membenarkan kejadian itu. Menurut Abadi, kejadian itu bermula saat ia bersama dengan tiga rekannya sedang melakukan tugas memungut retrisbusi di Sub Terminal Kota Gunungsitoli di Desa Faekhu.

Beberapa waktu kemudian, ketika mereka sedang melakukan pemungutan, tiba-tiba datang seorang petugas Satpol PP dengan sikap arogansi menaiki kendaraan roda dua, memarkirkan kendaraannya persis di depan meja petugas Dishub Kota Gunungsitoli. Oknum Satpol PP itu mengatakan kepada mereka, kenapa Petugas Dishub Kota Gunungsitoli melakukan pemungutan di lokasi ini, ini adalah kampungnya.

Oknum itu meminta kepada para petugas Dishub kota untuk tidak memungut retribusi kepada angkutan khususnya angkutan CV Yuyu, karena itu miliknya. “Dishub Kota Gunungsitoli belum berhak memungut retribusi di lokasi ini dan pemungutan retribusi ini pungli karena saya juga dari Organda. Tetapi Dishub Kota Gunungsitoli belum pernah bekordinasi dengan kami hingga saat ini,”tutur Abadi menirukan perkataan Oknum Satpol PP itu.

Buka Baju

Selanjutnya, kata Abadi J Harefa, dengan arogansinya oknum Satpol PP itu membuka baju sambil memukul dada dan mengatakan,”Siapa yang hebat ayo kita adu jotos, ini Darius Zebua”.

Sambil menantang para petugas Dishub Kota. Namun para petugas Dishub membiarkannya dan tidak menantang oknum itu. Abadi mengatakan kepada oknum itu, mereka hanya menjalankan tugas sesuai dengan SPT yang mereka terima, jika ada yang keberatan silakan menanyakan kepada pimpinan mereka atau Kadis Perhubungan Kota Gunungsitoli.

Melihat kondisi itu, salah seorang mantan kades desa menegur petugas oknum Satpol PP Kabupaten Nias itu untuk tidak arogansi dan meminta kepada oknum Satpol PP itu untuk segera mengenakan kembali pakaiannya karena malu dilihat orang.

Menurut informasi yang mereka dapatkan, kata Abadi, oknum Satpol PP itu merupakan KTU Satpol PP Kabupaten Nias. Secara terpisah Oknum KTU Satpol Kabupaten Nias Darius Zebua yang dikonfirmasi Analisa melalui telepon selulernya mengatakan, kejadian itu bukan merupakan bentrok namun sebagai luapan kekesalan pihak Organda.

Menurutnya, kejadian itu, berawal ketika mereka sedang melakukan operasi Bakortib lalu lintas bersama dengan instasi terkait. Ketika ia berada di lapangan mendapatkan informasi ada terminal liar sebelum terminal Faekhu Gunungsitoli.

Mendapatkan informasi itu, pihaknya menuju lokasi dan ternyata ia menemukan sub terminal itu. Pihaknya sebagai anggota Bakortib Lalin Kabupaten Nias, mengakui terminal itu dianggap liar dan tidak ada yang kordinasi kepada mereka jika ada sub terminal di lokasi itu.

Di sisi lain, ia juga sebagai salah seorang anggota Organda Bidang hukum dan Organda merupakan kordinator angkutan umum yang sah, sampai saat ini pihak Dishub Kota Gunungsitoli belum pernah berkordinasi kepada pihak Organda jika sudah dibuka Sub terminal di lokasi itu, hingga hal ini membuat resah masyarakat dan supir angkutan.

Ia mengarahkan angkutan untuk membayar retribusi di terminal yang sah. Namun salah seorang petugas Dishub Kota marga Harefa emosi ketika ia melakukan hal itu. Menjawab Analisa tentang arogansinya pukul dada sambil membuka baju Dinasnya, Darius Zebua mengatakan,ia bukan membuka baju tetapi karena saat keadaan cuaca lagi panas, hingga ia buka baju. (Analisa, 4 Februari 2010)

Facebook Comments