<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bolanafo dan Perempuan Nias</title>
	<atom:link href="http://niasonline.net/2010/02/04/bolanafo-dan-perempuan-nias/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://niasonline.net/2010/02/04/bolanafo-dan-perempuan-nias/</link>
	<description>A website of Nias people, culture and current affairs</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 May 2012 07:55:54 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: esther telaumbanua</title>
		<link>http://niasonline.net/2010/02/04/bolanafo-dan-perempuan-nias/comment-page-3/#comment-17234</link>
		<dc:creator>esther telaumbanua</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2010 15:15:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4866#comment-17234</guid>
		<description>Dear Lydia Az...
Justru itu dengan mempelajari dan memahami nilai-nilai luhur dari aktifitas yang terkait dengan penghormatan, penjamuan, pembinaan hubungan sosial yang baik dan menghargai dalam tata istiadat Nias, kita akan menemukan ada peran-peran signifikan dari perempuan Nias. 
Yang terlihat selama ini adalah apa yang dipermukaan,padahal ada bagian yang tak terpisahkan dan yang tidak bisa diabaikan. 
Bagaimana mengangkat citra perempuan Nias tentunya sangat berkaitan dengan merubah cara pandang kita terhadap hal ini. Revitalisasi dan interpretasi dibutuhkan terhadap budaya yang ada, dengan mengangkat dan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang ada dan mengembangkan tiap peran yang ada.   
Ada yang mengatakan mungkin tidak semudah membuang &#039;perangkap&#039; yang selama ini ada, tetapi lebih efektif bagaimana memberdayakan perempuan itu sesuai harkat sesungguhnya, agar kelak dengan kemandirian yang terbangun dari dalam dirinya ia mampu keluar dan mengaktualisasikan dirinya sendiri.   
Bolanafo, hanya salah satu alat saja diantara banyak hal luhur lainnya. Memahaminya &#039;bolanafo&#039; tentu tidak saja secara parsial. Oleh karena itu, kita harus memaknai semua dimensi dari bolanfo hingga tiba pada bagian yang strategis dari perempuan itu. Lebih relevan lagi, dari dimensi pemberdayaan perempuan, mengangkat nilai bola nafo secara budaya tetapi efektif bagi pengembangan dimensi lain yang  sesuai kebuhan dasar lainnya, yaitu ketrampilan, kepercayaan diri, peningkatan pendapatan dan sebuah pekerjaan bagi perempuan yang berbasis budaya. 
Kita sering berkata, kok itu kenapa bukan ini. Atau,itu tidak penting, ini lebih perlu. Persoalan bagi perempuan Nias adalah bagaimana memulainya. Jangan mulai dengan apa yang dilihat dari luar Nias, mulailah dari apa yang dimilikinya. Langkah awal pemberdayaaan yang mencakup dimensi  perubahan  cara pandang yang lebih menghargai peran perempuan dalam budaya, mengangkat proud dan pride atas diri perempuan Nias, dan pengembangan yang memberi multi manfaat seperti nilai ekonomi, dll, ada pada Bolanafo. Ketika hal ini telah dimulai, saya yakin kita akan menemukan banyak hal lain yang bernilai luhur dalam kehidupan Nias yang dapat dikembangkan bagi perempuan Nias. 
Ayo maju perempuan Nias.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Lydia Az&#8230;<br />
Justru itu dengan mempelajari dan memahami nilai-nilai luhur dari aktifitas yang terkait dengan penghormatan, penjamuan, pembinaan hubungan sosial yang baik dan menghargai dalam tata istiadat Nias, kita akan menemukan ada peran-peran signifikan dari perempuan Nias.<br />
Yang terlihat selama ini adalah apa yang dipermukaan,padahal ada bagian yang tak terpisahkan dan yang tidak bisa diabaikan.<br />
Bagaimana mengangkat citra perempuan Nias tentunya sangat berkaitan dengan merubah cara pandang kita terhadap hal ini. Revitalisasi dan interpretasi dibutuhkan terhadap budaya yang ada, dengan mengangkat dan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang ada dan mengembangkan tiap peran yang ada.<br />
Ada yang mengatakan mungkin tidak semudah membuang &#8216;perangkap&#8217; yang selama ini ada, tetapi lebih efektif bagaimana memberdayakan perempuan itu sesuai harkat sesungguhnya, agar kelak dengan kemandirian yang terbangun dari dalam dirinya ia mampu keluar dan mengaktualisasikan dirinya sendiri.<br />
Bolanafo, hanya salah satu alat saja diantara banyak hal luhur lainnya. Memahaminya &#8216;bolanafo&#8217; tentu tidak saja secara parsial. Oleh karena itu, kita harus memaknai semua dimensi dari bolanfo hingga tiba pada bagian yang strategis dari perempuan itu. Lebih relevan lagi, dari dimensi pemberdayaan perempuan, mengangkat nilai bola nafo secara budaya tetapi efektif bagi pengembangan dimensi lain yang  sesuai kebuhan dasar lainnya, yaitu ketrampilan, kepercayaan diri, peningkatan pendapatan dan sebuah pekerjaan bagi perempuan yang berbasis budaya.<br />
Kita sering berkata, kok itu kenapa bukan ini. Atau,itu tidak penting, ini lebih perlu. Persoalan bagi perempuan Nias adalah bagaimana memulainya. Jangan mulai dengan apa yang dilihat dari luar Nias, mulailah dari apa yang dimilikinya. Langkah awal pemberdayaaan yang mencakup dimensi  perubahan  cara pandang yang lebih menghargai peran perempuan dalam budaya, mengangkat proud dan pride atas diri perempuan Nias, dan pengembangan yang memberi multi manfaat seperti nilai ekonomi, dll, ada pada Bolanafo. Ketika hal ini telah dimulai, saya yakin kita akan menemukan banyak hal lain yang bernilai luhur dalam kehidupan Nias yang dapat dikembangkan bagi perempuan Nias.<br />
Ayo maju perempuan Nias.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lydia Az</title>
		<link>http://niasonline.net/2010/02/04/bolanafo-dan-perempuan-nias/comment-page-2/#comment-16050</link>
		<dc:creator>Lydia Az</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 23:45:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4866#comment-16050</guid>
		<description>ka’ Esther #17 “Bolanafo sebagai alat budaya, menyatakan posisi perempuan yang signifikan dan memiliki arti yang dalam.”. kyknya perlu dijelasin dech tiap makna ; bolanafo, afo, fame’e afo, penghormatan tamu.. katanya ortu jadul nich.. orang Nias ngormatin tamunya dgn cara; iowai, ibee dadaoma, ibidi nafo. Yg gak pake cara itu ke tamunya dicela adat. baru sekiranya tamu lama atau nginap bermalam diberi makan dipotong ayam atau anak babi. Itu di keluarga beda lagi penghormatan acara adat perkawinan, jadinya agak2 rancu klo bolanafo dikaitkan langsung sama posisi n peran perempuan, tanpa ngejelasin situasinya masing2. emang sich yg ‘bidi nafo’ biasanya perempuan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ka’ Esther #17 “Bolanafo sebagai alat budaya, menyatakan posisi perempuan yang signifikan dan memiliki arti yang dalam.”. kyknya perlu dijelasin dech tiap makna ; bolanafo, afo, fame’e afo, penghormatan tamu.. katanya ortu jadul nich.. orang Nias ngormatin tamunya dgn cara; iowai, ibee dadaoma, ibidi nafo. Yg gak pake cara itu ke tamunya dicela adat. baru sekiranya tamu lama atau nginap bermalam diberi makan dipotong ayam atau anak babi. Itu di keluarga beda lagi penghormatan acara adat perkawinan, jadinya agak2 rancu klo bolanafo dikaitkan langsung sama posisi n peran perempuan, tanpa ngejelasin situasinya masing2. emang sich yg ‘bidi nafo’ biasanya perempuan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: esther telaumbanua</title>
		<link>http://niasonline.net/2010/02/04/bolanafo-dan-perempuan-nias/comment-page-2/#comment-16018</link>
		<dc:creator>esther telaumbanua</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 07:44:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4866#comment-16018</guid>
		<description>Dear Yasinta, terima kasih untuk responya. 

Menyapa, pemberian salam dan penghormatan kepada tamu merupakan hal yang penting dan bernilai dalam relasi sosial orang Nias. Nilainya hampir sama tingginya, yang menunjukkan ada relasi diantara mereka, sebuah keakraban yang dekat.  Kalau tidak salah, saya ingat kebiasaan menyapa dengan  salam Ya’ahowu (dengan bersalaman tangan) dalam pertemuan antar masyarakat selalu dilanjutkan dengan kata &#039;Yae nafoda&#039; (mudah-mudahan saya tidak salah menuliskannya) lalu mereka makan sirih bersama.  
Demikian juga, dalam sebuah keluarga sang suami akan meminta dipersiapkan (dibekali sirih) kepada istrinya saat berangkat ke suatu tujuan. Sang suami membawa sirih yang dipersiapkan istrinya ini dalam bolanafo (model sehari-hari), dan dalam setiap perjumpaan dengan kerabat selalu menyampaikan salam dan menyuguhkan sirih itu. Setelah itu baru disambung dengan percakapan atau apa yang ingin dituju dalam sebuah perjumpaan itu. 

Saya belum pasti dalam hal ini, tapi ada informasi mengatakan bahwa, penghormatan dengan kata “Ya’ahowu” dan “pemberian sirih” dalam tradisi adat Nias sangat penting dan bernilai bahkan dapat menggantikan sesuatu yang harus diberikan dalam bentuk materi yang tidak dapat dipenuhi. Begitulah nilainya secara adat, sangat tinggi dan menjadi bagian yang utuh. 

Hal yang sangat menarik juga kalau diperhatikan cara menyampaikan bolanafo ni&#039;ohulayo kepada ibu. Ada hal-hal yang mengiringinya. Dimulai dengan salam dari menantu sambil bersujud, lalu ada gadis muda mengayun-ayun bolanfo itu sambil disambut dengan &#039;hendri-hendri fanuno afo&#039; (tidak salah ya menuliskannya?) sambil ada penuturan-penuturan.. sangat menarik dan dinamis. 
Jadi,bebeapa contoh diatas menunjukkan dimensi penghormatan melalui pemberian/penyuguhan sirih dalm tradisi Nias ini sangat luas. Fame&#039;e afo dilangsungkan bisa dalam bentuk beragam dalam pertemuan atau perjumpaan masyarakat Nias. Sangat menarik untuk menelusuri dan menemukan hal luhur ini kembali. 

Bagaimana sebenarnya tatacara penyuguhan Fame&#039;e afo yang benar? Saya tidak dapat menyimpulkan hal itu disini, namun saya yakin hal itu ada aturannya dan sangat perlu diketahui. Hal utama disini adalah cara yang hormat dan menghargai. Sebagaimana makna fame&#039;e afo adalah menghormati, maka tentunya tatacaranya selaras dengan tujuan itu, cara yang hormat dan santun berdasarkan norma budaya Nias. Apakah bersujud, berdiri, diawali menari...tentunya akan disesuaikan dengan bentuk acara yang dilangsungkan. Sekarang ini, memang terjadi pengikisan pemahaman terhadap nilai tradisi itu, sehingga banyak yang melangsungkannya dengan seadanya, sekedarnya. Sirih-nya pun ditata beragam ada yang utuh dalam bolanfo, ada di piring, ada dibungkus kain atau di dalam wadah lainnya. Memang perlu dikaji dan diajarkan  kembali tatacara itu. Sehingga selaras upaya kita mengangkat nilai bolanafo, seiring itu pula seyogianya diikuti dengan mengajarkan tatacara penyuguhan yang benar sesuai acara adat yang dilangsungkan agar tidak mengurangi nilainya. 
Kelak generasi saat ini dan yang akan datang dapat mengetahuinya dan juga tidak salah dalam mempraktekkannya. Kesalahan dalam hal ini, sebenarnya dapat dikatakan sebagai penghinaan adat. Iya kan ?

Karena itu, marilah kita sama-sama menggali kembali nilai budaya dan tatacara yang benar. Sayapun ingin mengetahuinya dengan lebih benar.
Terima kasih Yasinta, penyampaianmu menginspirasi kita untuk lebih banyak lagi menemukan sisi-sisi bolanafo yang harus diketahui. 

Ya&#039;ahowu. 

Esther Telaumbanua</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Yasinta, terima kasih untuk responya. </p>
<p>Menyapa, pemberian salam dan penghormatan kepada tamu merupakan hal yang penting dan bernilai dalam relasi sosial orang Nias. Nilainya hampir sama tingginya, yang menunjukkan ada relasi diantara mereka, sebuah keakraban yang dekat.  Kalau tidak salah, saya ingat kebiasaan menyapa dengan  salam Ya’ahowu (dengan bersalaman tangan) dalam pertemuan antar masyarakat selalu dilanjutkan dengan kata &#8216;Yae nafoda&#8217; (mudah-mudahan saya tidak salah menuliskannya) lalu mereka makan sirih bersama.<br />
Demikian juga, dalam sebuah keluarga sang suami akan meminta dipersiapkan (dibekali sirih) kepada istrinya saat berangkat ke suatu tujuan. Sang suami membawa sirih yang dipersiapkan istrinya ini dalam bolanafo (model sehari-hari), dan dalam setiap perjumpaan dengan kerabat selalu menyampaikan salam dan menyuguhkan sirih itu. Setelah itu baru disambung dengan percakapan atau apa yang ingin dituju dalam sebuah perjumpaan itu. </p>
<p>Saya belum pasti dalam hal ini, tapi ada informasi mengatakan bahwa, penghormatan dengan kata “Ya’ahowu” dan “pemberian sirih” dalam tradisi adat Nias sangat penting dan bernilai bahkan dapat menggantikan sesuatu yang harus diberikan dalam bentuk materi yang tidak dapat dipenuhi. Begitulah nilainya secara adat, sangat tinggi dan menjadi bagian yang utuh. </p>
<p>Hal yang sangat menarik juga kalau diperhatikan cara menyampaikan bolanafo ni&#8217;ohulayo kepada ibu. Ada hal-hal yang mengiringinya. Dimulai dengan salam dari menantu sambil bersujud, lalu ada gadis muda mengayun-ayun bolanfo itu sambil disambut dengan &#8216;hendri-hendri fanuno afo&#8217; (tidak salah ya menuliskannya?) sambil ada penuturan-penuturan.. sangat menarik dan dinamis.<br />
Jadi,bebeapa contoh diatas menunjukkan dimensi penghormatan melalui pemberian/penyuguhan sirih dalm tradisi Nias ini sangat luas. Fame&#8217;e afo dilangsungkan bisa dalam bentuk beragam dalam pertemuan atau perjumpaan masyarakat Nias. Sangat menarik untuk menelusuri dan menemukan hal luhur ini kembali. </p>
<p>Bagaimana sebenarnya tatacara penyuguhan Fame&#8217;e afo yang benar? Saya tidak dapat menyimpulkan hal itu disini, namun saya yakin hal itu ada aturannya dan sangat perlu diketahui. Hal utama disini adalah cara yang hormat dan menghargai. Sebagaimana makna fame&#8217;e afo adalah menghormati, maka tentunya tatacaranya selaras dengan tujuan itu, cara yang hormat dan santun berdasarkan norma budaya Nias. Apakah bersujud, berdiri, diawali menari&#8230;tentunya akan disesuaikan dengan bentuk acara yang dilangsungkan. Sekarang ini, memang terjadi pengikisan pemahaman terhadap nilai tradisi itu, sehingga banyak yang melangsungkannya dengan seadanya, sekedarnya. Sirih-nya pun ditata beragam ada yang utuh dalam bolanfo, ada di piring, ada dibungkus kain atau di dalam wadah lainnya. Memang perlu dikaji dan diajarkan  kembali tatacara itu. Sehingga selaras upaya kita mengangkat nilai bolanafo, seiring itu pula seyogianya diikuti dengan mengajarkan tatacara penyuguhan yang benar sesuai acara adat yang dilangsungkan agar tidak mengurangi nilainya.<br />
Kelak generasi saat ini dan yang akan datang dapat mengetahuinya dan juga tidak salah dalam mempraktekkannya. Kesalahan dalam hal ini, sebenarnya dapat dikatakan sebagai penghinaan adat. Iya kan ?</p>
<p>Karena itu, marilah kita sama-sama menggali kembali nilai budaya dan tatacara yang benar. Sayapun ingin mengetahuinya dengan lebih benar.<br />
Terima kasih Yasinta, penyampaianmu menginspirasi kita untuk lebih banyak lagi menemukan sisi-sisi bolanafo yang harus diketahui. </p>
<p>Ya&#8217;ahowu. </p>
<p>Esther Telaumbanua</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yasinta H.</title>
		<link>http://niasonline.net/2010/02/04/bolanafo-dan-perempuan-nias/comment-page-2/#comment-15977</link>
		<dc:creator>Yasinta H.</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 10:41:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4866#comment-15977</guid>
		<description>Kak Ester yang baik,

Kakak menulis:
&quot;Cara menyuguhkan kepada tamu juga dengan aturan tertentu dengan bersujud dan biasanya diawali dengan memberi salam penghormatan yang disebut Fangowai.&quot;

Tapi setiap kali saya pulang kampung, saya tidak pernah melihat ibu, kakak, atau siapa saja yang menyuguhkan sirih kepada tamu &#039;bersujud&#039;. 

Apakah kebiasaan &#039;bersujud&#039; yang kakak sebutkan sudah ditinggalkan atau bagaimana ?

Yasinta H.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kak Ester yang baik,</p>
<p>Kakak menulis:<br />
&#8220;Cara menyuguhkan kepada tamu juga dengan aturan tertentu dengan bersujud dan biasanya diawali dengan memberi salam penghormatan yang disebut Fangowai.&#8221;</p>
<p>Tapi setiap kali saya pulang kampung, saya tidak pernah melihat ibu, kakak, atau siapa saja yang menyuguhkan sirih kepada tamu &#8216;bersujud&#8217;. </p>
<p>Apakah kebiasaan &#8216;bersujud&#8217; yang kakak sebutkan sudah ditinggalkan atau bagaimana ?</p>
<p>Yasinta H.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: esther telaumbanua</title>
		<link>http://niasonline.net/2010/02/04/bolanafo-dan-perempuan-nias/comment-page-2/#comment-15966</link>
		<dc:creator>esther telaumbanua</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 06:27:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4866#comment-15966</guid>
		<description>Tentu tidak. Yang saya ketahui, menganyam bolanafo umumnya dilakukan oleh pengrajin perempuan Nias. Artinya, pria juga bisa menganyam dan kedepannya, bahkan bisa bukan oleh pria dan bukan kaum perempuan, tetapi mesin. Iya kan? Dalam prosesnya yang panjang saat ini, saya melihat kaum pria juga ambil bagian. 

Atau Agnes memiliki penjelasan lain? Misalnya apakah ada aturan adat bahwa harus kaum perempuan atau kaum pria? 

Bolanafo sebagai alat budaya, menyatakan posisi perempuan yang signifikan dan memiliki arti yang dalam. Karena itu, mengangkat bolanafo dan memberdayakan perempuan Nias menjadi sebuah langkah yang selaras dan strategis. Kelak akan memberi manfaat bagi semua, baik kaum pria dan wanita.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tentu tidak. Yang saya ketahui, menganyam bolanafo umumnya dilakukan oleh pengrajin perempuan Nias. Artinya, pria juga bisa menganyam dan kedepannya, bahkan bisa bukan oleh pria dan bukan kaum perempuan, tetapi mesin. Iya kan? Dalam prosesnya yang panjang saat ini, saya melihat kaum pria juga ambil bagian. </p>
<p>Atau Agnes memiliki penjelasan lain? Misalnya apakah ada aturan adat bahwa harus kaum perempuan atau kaum pria? </p>
<p>Bolanafo sebagai alat budaya, menyatakan posisi perempuan yang signifikan dan memiliki arti yang dalam. Karena itu, mengangkat bolanafo dan memberdayakan perempuan Nias menjadi sebuah langkah yang selaras dan strategis. Kelak akan memberi manfaat bagi semua, baik kaum pria dan wanita.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: agnes s.</title>
		<link>http://niasonline.net/2010/02/04/bolanafo-dan-perempuan-nias/comment-page-2/#comment-15732</link>
		<dc:creator>agnes s.</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 04:45:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4866#comment-15732</guid>
		<description>Makna bolanafo yg berwarna warni pd simbol Kabupaten Nias... melambangkan sifat keramahtamahan masyarakat Nias...!!! Mau nanya dikit Bu Telaumbanua, apakah ibu yakin (dgn data otentik) bhw yg buat bolanafo itu hanya kaum perempuan Nias saja? Jangan-jangan ibu dah bias gender nih... :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Makna bolanafo yg berwarna warni pd simbol Kabupaten Nias&#8230; melambangkan sifat keramahtamahan masyarakat Nias&#8230;!!! Mau nanya dikit Bu Telaumbanua, apakah ibu yakin (dgn data otentik) bhw yg buat bolanafo itu hanya kaum perempuan Nias saja? Jangan-jangan ibu dah bias gender nih&#8230; <img src='http://niasonline.net/nox/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nurzengky ibrahim</title>
		<link>http://niasonline.net/2010/02/04/bolanafo-dan-perempuan-nias/comment-page-2/#comment-15533</link>
		<dc:creator>nurzengky ibrahim</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 06:10:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4866#comment-15533</guid>
		<description>Bolanafo dan Perempuan Nias Oleh: Esther GN Telaumbanua SUNGGUH SUKSES DAN BANGSA SAYA BUAT BU ESTER</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bolanafo dan Perempuan Nias Oleh: Esther GN Telaumbanua SUNGGUH SUKSES DAN BANGSA SAYA BUAT BU ESTER</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nurzengky ibrahim</title>
		<link>http://niasonline.net/2010/02/04/bolanafo-dan-perempuan-nias/comment-page-2/#comment-15530</link>
		<dc:creator>nurzengky ibrahim</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 06:00:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4866#comment-15530</guid>
		<description>SELAMAT YA BU Esther GN Telaumbanua ATAS SUKSES NIAS EXPO BUDAYA</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SELAMAT YA BU Esther GN Telaumbanua ATAS SUKSES NIAS EXPO BUDAYA</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: esther gn telaumbanua</title>
		<link>http://niasonline.net/2010/02/04/bolanafo-dan-perempuan-nias/comment-page-2/#comment-15446</link>
		<dc:creator>esther gn telaumbanua</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 05:52:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4866#comment-15446</guid>
		<description>Ya&#039;ahowu Bapak/Ibu/saudara semua.

Terima kasih untuk semua respon dan masukan yang sanat berarti dan bernilai terhadap tulisan opini saya tentang Bolanafo dan Perempuan Nias.
Sebagaiana saya yakini bahwa sesunguhnya masih banyak dmensi dan hal tentang bolanafo yang belum kita ketahui dan pahami, namun merupakan sesuatu yang penting untuk dtelusuri berbagai kearifannya. Bak pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Mudah2an, semakin luas dan dalam pengenalan kita tentang Bolanafo maka semakin tumbuh kecintaan kita dan kesadaran semua untuk melestarikannnya.

Saya mengajak bapak/ibu/semua membangun kesadaran sosial ini mulai dari sekarang : mengangkat potensi lokal Nias, melestarikan warisan pusaka Nias dan tradisi budayanya, serta memberdayakan perempuan Nias, khususnya para pengrajin Bolanafo.

Saya terbuka untuk diskusi dan informasi lebih lanjut tentang bolanafo melalui email : egnt45@yahoo.com.

Bolanafo milik masyarakat Nias, dan kiranya dikembangkan untuk kebanggaan dan sumber kesejateraan hidup masyarakat Nias.

Terima kasih NiasOnline utk ruang yang telah diberikan.Saohagolo.

Esther GN Telaumbanua</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya&#8217;ahowu Bapak/Ibu/saudara semua.</p>
<p>Terima kasih untuk semua respon dan masukan yang sanat berarti dan bernilai terhadap tulisan opini saya tentang Bolanafo dan Perempuan Nias.<br />
Sebagaiana saya yakini bahwa sesunguhnya masih banyak dmensi dan hal tentang bolanafo yang belum kita ketahui dan pahami, namun merupakan sesuatu yang penting untuk dtelusuri berbagai kearifannya. Bak pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Mudah2an, semakin luas dan dalam pengenalan kita tentang Bolanafo maka semakin tumbuh kecintaan kita dan kesadaran semua untuk melestarikannnya.</p>
<p>Saya mengajak bapak/ibu/semua membangun kesadaran sosial ini mulai dari sekarang : mengangkat potensi lokal Nias, melestarikan warisan pusaka Nias dan tradisi budayanya, serta memberdayakan perempuan Nias, khususnya para pengrajin Bolanafo.</p>
<p>Saya terbuka untuk diskusi dan informasi lebih lanjut tentang bolanafo melalui email : <a href="mailto:egnt45@yahoo.com">egnt45@yahoo.com</a>.</p>
<p>Bolanafo milik masyarakat Nias, dan kiranya dikembangkan untuk kebanggaan dan sumber kesejateraan hidup masyarakat Nias.</p>
<p>Terima kasih NiasOnline utk ruang yang telah diberikan.Saohagolo.</p>
<p>Esther GN Telaumbanua</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Emanuel Harefa, Ir</title>
		<link>http://niasonline.net/2010/02/04/bolanafo-dan-perempuan-nias/comment-page-2/#comment-15400</link>
		<dc:creator>Emanuel Harefa, Ir</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 10:09:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4866#comment-15400</guid>
		<description>Afo dan Bolanafo memiliki arti dan makna yang penting dalam kehidupan masyarakat suku Nias terutama pada zaman dahulu, walaupun sekarang banyak kaum muda yang kurang memahami hal ini (malu mengunyah sirih lebih memilih mengisap rokok yang nota bene akan merusak mata pencaharian dan kesehatan). 
Tapi satu hal yang masih ada ditengah-tengah masyarakat Nias hingga saat ini dan perlu dilestarikan bahwa AFO adalah SUMANGE FONDREGE ZEBUA (Penghormatan yang tiada bandingnya) karena ini merupakan menu utama disetiap pertemuan / acara ditengah-tengah suku Nias setelah ucapan selamat / YA&#039;AHOWU (FANGOWAI) dan peran kaum Perempuan Nias merupakan tokoh sentral dalam pengadaan AFO tsb.
Satu hal yang menunjukkan bahwa dalam tatanan kehidupan suku Nias, tidak dapat dipungkiri oleh siapapun masyarakat yang merupakan bagian dari komunitas adat Nias, bahwa Afo dan Bolanafo merupakan satu acara seremonial yang wajib dilakukan oleh setiap pemuda/i suku Nias ketika membentuk mahligai rumah tangga yang dilakukan pada acara pesta adat pernikahan yang disebut FAME AFO (Menyerahkan sirih)dan FAMIDI AFO (membuat sirih).
Bagi seorang pemuda Nias yang telah menjalani pesta pernikahan adat Nias tentunya pernah merasakan betapa bermaknanya acara FAME AFO ini, dan kalau boleh dikatakan bahwa inilah puncak acara adat pernikahan yang sangat bermakna ketika seorang pengantin laki-laki Nias menyerahkan Bolanafo sebagai penghormatan kepada kaum Perempuan (baik itu ibu mertua, tetua adat dan dari kaum kerabat yang dihormati di dalam tatanan adat suku Nias)dan dari cerita beberapa atau hampir semua yang merasakannya acara ini membutuhkan energi, emosional, dll sebagainya yang sangat banyak.
Bagi Pengantin perempuan baru di Nias, ketika dia pertama sekali berada di rumah keluarga barunya, hal pertama yang dilakukan adalah FAMIDI AFO (membuat sirih) buat keluarga baru.

Dua orang yang membentuk mahligai rumah tangga secara adat Nias, telah diajari untuk :
1. Laki-laki memberi AFO dapat dimaknai merupakan tulang punggung dalam mencari nafkah kehidupan keluarga,
2. Perempuan membuat Afo (Mamidi Afo) juga dapat dimaknai bahwa perempuan Nias mempunyai peran yang sangat penting didalam pembentukan &amp; pengelolaan kehidupan keluarga suku Nias ditandai bahwa Afo diserahkan kepada kaum perempuan.

Ini hal yang kami pahami mengenai Afo dan Bolanafo selain yang telah disampaikan oleh penulis dan rekan-rekan yang lainnya, semoga pemahaman ini dapat bermanfaat bagi kita dan jika tak berkenan atau dianggap tidak sesuai dengan norma di tengah-tengah masyarakat suku Nias kami mohon maaf anggap saja tulisan ini tidak pernah kami buat.

Marilah kita dukung budaya Bolanafo dan Peran Perempuan Nias dalam kehidupan bermasyarakat.

Ya&#039;ahowu
Kalimantan Tengah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Afo dan Bolanafo memiliki arti dan makna yang penting dalam kehidupan masyarakat suku Nias terutama pada zaman dahulu, walaupun sekarang banyak kaum muda yang kurang memahami hal ini (malu mengunyah sirih lebih memilih mengisap rokok yang nota bene akan merusak mata pencaharian dan kesehatan).<br />
Tapi satu hal yang masih ada ditengah-tengah masyarakat Nias hingga saat ini dan perlu dilestarikan bahwa AFO adalah SUMANGE FONDREGE ZEBUA (Penghormatan yang tiada bandingnya) karena ini merupakan menu utama disetiap pertemuan / acara ditengah-tengah suku Nias setelah ucapan selamat / YA&#8217;AHOWU (FANGOWAI) dan peran kaum Perempuan Nias merupakan tokoh sentral dalam pengadaan AFO tsb.<br />
Satu hal yang menunjukkan bahwa dalam tatanan kehidupan suku Nias, tidak dapat dipungkiri oleh siapapun masyarakat yang merupakan bagian dari komunitas adat Nias, bahwa Afo dan Bolanafo merupakan satu acara seremonial yang wajib dilakukan oleh setiap pemuda/i suku Nias ketika membentuk mahligai rumah tangga yang dilakukan pada acara pesta adat pernikahan yang disebut FAME AFO (Menyerahkan sirih)dan FAMIDI AFO (membuat sirih).<br />
Bagi seorang pemuda Nias yang telah menjalani pesta pernikahan adat Nias tentunya pernah merasakan betapa bermaknanya acara FAME AFO ini, dan kalau boleh dikatakan bahwa inilah puncak acara adat pernikahan yang sangat bermakna ketika seorang pengantin laki-laki Nias menyerahkan Bolanafo sebagai penghormatan kepada kaum Perempuan (baik itu ibu mertua, tetua adat dan dari kaum kerabat yang dihormati di dalam tatanan adat suku Nias)dan dari cerita beberapa atau hampir semua yang merasakannya acara ini membutuhkan energi, emosional, dll sebagainya yang sangat banyak.<br />
Bagi Pengantin perempuan baru di Nias, ketika dia pertama sekali berada di rumah keluarga barunya, hal pertama yang dilakukan adalah FAMIDI AFO (membuat sirih) buat keluarga baru.</p>
<p>Dua orang yang membentuk mahligai rumah tangga secara adat Nias, telah diajari untuk :<br />
1. Laki-laki memberi AFO dapat dimaknai merupakan tulang punggung dalam mencari nafkah kehidupan keluarga,<br />
2. Perempuan membuat Afo (Mamidi Afo) juga dapat dimaknai bahwa perempuan Nias mempunyai peran yang sangat penting didalam pembentukan &amp; pengelolaan kehidupan keluarga suku Nias ditandai bahwa Afo diserahkan kepada kaum perempuan.</p>
<p>Ini hal yang kami pahami mengenai Afo dan Bolanafo selain yang telah disampaikan oleh penulis dan rekan-rekan yang lainnya, semoga pemahaman ini dapat bermanfaat bagi kita dan jika tak berkenan atau dianggap tidak sesuai dengan norma di tengah-tengah masyarakat suku Nias kami mohon maaf anggap saja tulisan ini tidak pernah kami buat.</p>
<p>Marilah kita dukung budaya Bolanafo dan Peran Perempuan Nias dalam kehidupan bermasyarakat.</p>
<p>Ya&#8217;ahowu<br />
Kalimantan Tengah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yanuarman Gulo</title>
		<link>http://niasonline.net/2010/02/04/bolanafo-dan-perempuan-nias/comment-page-2/#comment-15376</link>
		<dc:creator>Yanuarman Gulo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 13:46:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4866#comment-15376</guid>
		<description>Kearifan Lokal sebaiknya kita tetap jaga dan dengan penuh kesadaran berani untuk diterapkan  sebagai masyarakat yang berbudaya-beradab.TIDAK CUKUP HANYA DIKAJI DAN DI MUSEUMKAN.Sebagai tindakan PRAKTIS, Jikalau ada yang mengunyah sirih yang muda-muda jangan merasa malu apalagi merasa hina, LEBIH HARAM LAGI KALAU DI HINA.Sebaliknya juga kepada para orang tua yang terhormat, jangan melarang anak-anaknya mengunyah sirih.Dengan aktif sebagai pemakai sirih, mari kita bersama mengadakan gerakan mengunyah afo sebagai bentuk pemeliharaan budaya dan pemeliharaan kesehatan masyarakat Nias dan Memaksimalkan DAYA SIMPANAN MASYARAKAT karena AFO sebagai bahan alternatif pengganti ROKOK .INGAT....mengunyah siriH berarti telah mengurangi  PEMISKINAN ditengah  MASYARAKAT NIAS.Berdasarkan Penelitian &quot;Pengeluaran masyarakat Nias untuk Rokok terbesar dibandingkan dengan pengeluaran lainnya (pendidikan dll).SEMOGA BERGUNA UNTUK KITA SEMUA.Ya&#039;ahowu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kearifan Lokal sebaiknya kita tetap jaga dan dengan penuh kesadaran berani untuk diterapkan  sebagai masyarakat yang berbudaya-beradab.TIDAK CUKUP HANYA DIKAJI DAN DI MUSEUMKAN.Sebagai tindakan PRAKTIS, Jikalau ada yang mengunyah sirih yang muda-muda jangan merasa malu apalagi merasa hina, LEBIH HARAM LAGI KALAU DI HINA.Sebaliknya juga kepada para orang tua yang terhormat, jangan melarang anak-anaknya mengunyah sirih.Dengan aktif sebagai pemakai sirih, mari kita bersama mengadakan gerakan mengunyah afo sebagai bentuk pemeliharaan budaya dan pemeliharaan kesehatan masyarakat Nias dan Memaksimalkan DAYA SIMPANAN MASYARAKAT karena AFO sebagai bahan alternatif pengganti ROKOK .INGAT&#8230;.mengunyah siriH berarti telah mengurangi  PEMISKINAN ditengah  MASYARAKAT NIAS.Berdasarkan Penelitian &#8220;Pengeluaran masyarakat Nias untuk Rokok terbesar dibandingkan dengan pengeluaran lainnya (pendidikan dll).SEMOGA BERGUNA UNTUK KITA SEMUA.Ya&#8217;ahowu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: relia harefa</title>
		<link>http://niasonline.net/2010/02/04/bolanafo-dan-perempuan-nias/comment-page-1/#comment-15333</link>
		<dc:creator>relia harefa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 09:37:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4866#comment-15333</guid>
		<description>sebagai wanita nias sangat senang dengan budaya yg sangat kental dan yg punya ciri khas tersendiri.... kita memajukan nias kembali dan jgn sampai nilai2 yg sudah ditata dari dulu hilang begitu aja oleh kecanggihan teknologi... ok. thx to the ALL.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebagai wanita nias sangat senang dengan budaya yg sangat kental dan yg punya ciri khas tersendiri&#8230;. kita memajukan nias kembali dan jgn sampai nilai2 yg sudah ditata dari dulu hilang begitu aja oleh kecanggihan teknologi&#8230; ok. thx to the ALL.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nurzengky ibrahim</title>
		<link>http://niasonline.net/2010/02/04/bolanafo-dan-perempuan-nias/comment-page-1/#comment-15331</link>
		<dc:creator>nurzengky ibrahim</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 08:10:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4866#comment-15331</guid>
		<description>cukup baikibu ester dan ini nurzengky ibrahim 0813 98 066 983 kelompok peduli niasexpo2009 mengucapkan salut dan terima kasih kepada seorang ibu dan perempuan nias yang mau mengembangkan khasanh khas nias, sungguh luar biasa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>cukup baikibu ester dan ini nurzengky ibrahim 0813 98 066 983 kelompok peduli niasexpo2009 mengucapkan salut dan terima kasih kepada seorang ibu dan perempuan nias yang mau mengembangkan khasanh khas nias, sungguh luar biasa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: risma gulo</title>
		<link>http://niasonline.net/2010/02/04/bolanafo-dan-perempuan-nias/comment-page-1/#comment-15330</link>
		<dc:creator>risma gulo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 07:57:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4866#comment-15330</guid>
		<description>kita sebagai wanita nias yang selalu memiliki budaya dan tatakrama,kita harus menjunjung tinggi dan memberikan respon yang besar buat nias tercinta, kita anak2 yang berkembang dengan kehidupan modren harus memberikan ajaran sesuai didikan yang kita terima untuk kemajuan dan perkembangan taneh niha banua niomasio da....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kita sebagai wanita nias yang selalu memiliki budaya dan tatakrama,kita harus menjunjung tinggi dan memberikan respon yang besar buat nias tercinta, kita anak2 yang berkembang dengan kehidupan modren harus memberikan ajaran sesuai didikan yang kita terima untuk kemajuan dan perkembangan taneh niha banua niomasio da&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Restu Jaya Duha</title>
		<link>http://niasonline.net/2010/02/04/bolanafo-dan-perempuan-nias/comment-page-1/#comment-15329</link>
		<dc:creator>Restu Jaya Duha</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 07:26:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4866#comment-15329</guid>
		<description>Yth. Kak Esther Pormes Telaumbanua

Tulisannya membuka wawasan saya dan mengamunisi saya untuk mencintai Budaya sendiri...

Sukses selalu...
GBU

Restu Jaya Duha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yth. Kak Esther Pormes Telaumbanua</p>
<p>Tulisannya membuka wawasan saya dan mengamunisi saya untuk mencintai Budaya sendiri&#8230;</p>
<p>Sukses selalu&#8230;<br />
GBU</p>
<p>Restu Jaya Duha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

