Identitas Dipalsukan untuk Dapat Pelayanan Gratis

Wednesday, January 13, 2010
By nias

MEDAN, KOMPAS.com – Tragis nian nasib Ferina Nduru (5), korban penganiayaan oleh ibunya sendiri. Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis, ayahnya Talizanolo Nduru (45) harus memalsukan identitas Ferina. Dia mengaku anak yang dibawa ke rumah sakit bernama Ferida (10) yang sebenarnya telah meninggal.

Sang ibu Siati Nduru (30) membuka identitas yang sesungguhnya setelah di bawa ke Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Provinsi Sumut di Medan. Orangtua Ferina khawatir jika jujur, tidak akan mendapatkan pelayanan kesehatan gratis karena hanya berlaku kepada anak pertama dan kedua. Sementara Ferina merupakan anak ke-4 dari enam bersaudara.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Layanan Informasi dan Pengaduan Anak (Puspa), Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Azmiati Zuliah, Selasa (12/1/2010) ditemui di Rumah Sakit Santa Elisabeth, Medan. “Ayah Ferina diminta pihak Rumah Sakit Gunungsitioli untuk mengaku anaknya adalah Ferida,” katanya.

Sejak pekan lalu, Ferina mendapat perawatan di RS Santa Elisabeth Medan. Ferina dibawa oleh aktivis PKPA dan pihak kesusteran Laverna, Gunungsitoli, Pulau Nias. Ferina menjalani operasi di tubuhnya setelah menderita luka sabeta parang di bagian telinga, bahu, dan jempol tangan kanan.

Ferina merupakan salah satu dari tiga orang anak pasangan Siati dan Talizanolo yang masih hidup. Prahara berdarah terjadi setelah pasangan ini bertengkar menjelang Natal 2009 lalu di rumahnya di Desa Fatodano, Kecamatan Ulugao, Kabupaten Nias.

Mereka bertengkar di hadapan anak-anak mereka yang berujung ejekan sang suami ke Siati dengan menyebutnya gila. Olok-olok ini ditiru oleh anak-anak kepada Siati. Perempuan ini stres berat, apalagi pada 25 Desember malam suaminya meninggalkan rumah. Siati kehilangan akal sehatnya. Dia membacok lima dari enam anaknya pada 26 Desember dini hari.

Tiga anaknya Ferida (10), Fonaha (7), dan Karima 6) tewas oleh sabetan parang Siati. Sementara Ferina (5), Foloo (3), dan Kafina (1) selamat dari tragedi berdarah ini.

Selasa sore, Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengunjungi Ferina di RSU Elisabeth Medan. Sayangnya Salim tidak menjanjikan bantuan kongkret kepada keluarga Ferina, termasuk perlakuan selanjutnya kepada anak-anak korban penganiayaan itu. (Kompas, 12 Januari 2010)

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

January 2010
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031