Gunungsitoli: Para mahasiswa di Nias unjuk rasa di Gedung DPRD Nias untuk menyampaikan tuntutan agar hasil pengumuman CPNSD TA 2009 dibatalkan oleh Menpan RI, dan BKN Pusat karena pelaksanaannya tidak akuntabel alias asal-asalan, penuh rekayasa, Senin kemarin.

Dalam surat pernyataan sikap setelah dibaca lalu mereka menyerahkan kepada Pimpinan DPRD Nias yang diterima oleh Armansyah Harefa, SE, didampingi Anggota Komisi A DPRD Nias Drs Foanoita Zai, Yamonaha Gulo dan dihadiri Waka Polres Nias Kompol Jhoni D Sinaga,SH, bertempat diruang komisi A DPRD Nias.

Selanjutnya Pimpinan DPRD Nias Armansyah Harefa,SE menyatakan bahwa dia sependapat para mahasiswa untuk membatalkan pengumuman CPNSD yang bermasalah karena dari awal sudah ada pembohongan sehingga komisi A DPRD Nias mendatangi Menteri Pendayanggunan Aparatur Negara.

Pihaknya meminta mahasiswa agar tidak henti-henti melakukan perjuangan sebelum kasus CPNSD ini tuntas karena memang seleksi CPNSD yang dilakukan Politeknik penuh dengan kebohongan dan adanya yang lulus tidak ikut ujian serta Nomor yang dikeluarkan bukan nama yang memiliki Nomor Ujian tersebut.

Lebih lanjut menyatakan DPRD Nias akan membuat surat ke Menpan RI,BKN Pusat dan Gubernur Sumut bahwa proses CPNSD di beberapa Daerah di Nias penuh dengan rekayasa dan pihak Politeknik harus diproses karena dia sebagai penanggung jawab terhadap penyediaan materi ujian dan Pemeriksa hasil ujian CPNSD.

Dalam waktu dekat DPRD Nias akan menyurati Menpan,BKN Pusat serta Gubsu dan Menteri Dalam Negeri serta Ketua DPR RI terkait kasus CPNSD yang merugikan masyarakat Nias karena pemenang bukan orang lulusan dari USU, UGM, UI tetapi yang lulus hanya orang yang tamat UT saja.

Sebelumnya dijanjikan bahwa akan diumumkan melelui internet ternyata tidak, juga melalui Mas media, ada apa ini berarti pihak Politeknik juga melakukan pembohongan kepada masyarakat Nias serta kepada peserta pelamar CPNSD diberbagai Kabupaten/Kota untuk itu perlu kasus tersebut oleh pihak penegak hukum diusut harapnya.

Pada Demo Anti Korupsi juga persoalan ini dipertanyakan dan kita telah menyatakan bahwa kasus ini sudah menjadi bahan pembahasan DPRD Nias kasus CPNSD ini maka tetap dinyatakan kita setuju kasus ini dituntaskan sebelum pengumuman ini diterima Menpan, BKN karena apa yang telah disampaikan bahwa juga menjadi temuan Anggota DPRD Nias.

Anggota Komisi A DPRD Nias Drs Foanoita Zai menyatakan bahwa kami mendukung gerakan ,masyarakat Nias untuk memperjuangkan agar kasus CPNSD di Kepulauan Nias diproses secara hukum bila perlu lebih baik diulang karena proses ujian mulai dari perjanjian saja sudah terjadi pembohongan sebelumnya dikatakan oleh Pemerintah kota /Kabputen telah dibuat perjanjian ke Universitas Indonesia (UI) pada saat dengar pendapat di DPRD Nias anehnya setelah bermasalah baru dibilang dari Politeknik Negeri di Jakarta tertanggal 19 Oktober 2009. Maka terbukti bahwa perjanjian tersebut merupakan rekayasa dan itu salah bukti pembohongan kepada masyarakat Nias termasuk para pelamarnya. (Berita Sore, 19 Desember 2009)

Facebook Comments