Terkait Penerimaan CPNS di Nias Barat; Puluhan Peserta Ujian CPNS Demo ke Kantor Bupati Lahõmi

Sedikitnya puluhan orang peserta ujian CPNS di Kabupaten Nias Barat (Kanibar) bersama masyarakat tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Nias Barat unjuk rasa di Kantor Bupati Nias Barat di Lahomi, Jumat ( 11/12).

Kedatangan para pengunjukrasa menuntut Pemerintah Kabupaten Nias Barat bertanggungjawab atas hasil seleksi CPNS di Kabupaten Nias barat yang dinilai sarat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Hal itu, terkait ada perbedaan antara nomor ujian yang dinyatakan lulus dengan nama pemilik nomor ujian.

Selain itu, menuntut pihak Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) segera memberikan penjelasan atau klarifikasi terhadap hasil seleksi CPNS yang sebenarnya. Selanjutnya para pengujukrasa juga menuntut Pemerintah Kabupaten Nias Barat segara mencopot Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Nias Barat Talizokho Halawa, SH karena dinilai tidak bekerja untuk kepentingan masyarakat.

Sebelumnya, Koordinator aksi Atoni Waruwu dalam orasinya juga menyampaikan penyesalan atas sikap PNJ yang tidak mengumumkan hasil CPNSitu di Website PNJ bersamaan dengan pengumuman panitia penyelenggara masing-masing di empat kabupaten/kota di Kepulauan Nias, yakni kabupaten Nias, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat dan Kota Gunungsitoli.

Padahal, sesuai janji PNJ saat menyerahkan hasil seleksi di Mapolres Nias, Minggu (6/12) akan ada pengumuman di Website PNJ bersamaan pada Senin (7/12) pukul 14.00 WIB terkait hasil seleksi itu.

Sementara itu, Bupati Nias Barat Faduhusi Daeli, S.Pd yang menerima pengunjukrasa memberikan penjelasan sedikitpun pemerintah Kabupaten Nias Barat belum dan tidak berhak mengotak atik hasil seleksi yang disampaikan PNJ.

Lompatan
Ada perbedaan antara nomor ujian dengan nama peserta ujian, Bupati Nias Barat mengatakan hal terjadi karena lompatan-lompatan hasil deteksi dari komputer.

Hal senada diutarakan Plt Sekda Nias Barat Zemi Gulo, SH, berdasarkan surat keputusan PNJ yang diterima Kabupaten Nias Barat yang berhak lulus, mereka yang namanya tertera dalam papan pengumuman.

Menanggapi hal itu, Ketua Tim Reses DPRD Sumatera Utara Analisaman Zalukhu, S.Sos yang turun ke Nias kepada wartawan melalui telepon selularnya, Minggu (13/12) mengatakan, penjelasan itu diperoleh juga tim reses dari Bupati Nias Barat pada saat turun ke Nias Barat Jumat (11/12), namun penjelasan itu harus ditinjau apakah sesuai legal formal atau tidak, ini yang perlu dikejar, tegasnya

“Sedang mengenai lompatan hasil deteksi komputer terhadap hasil ujian itu perlu diuji, karena saya sendiri yakin hasil deteksi komputer itu tidak pernah melompat-lompat, hingga menurut saya hal inilah yang perlu di telusuri,” ujarnya sambil ketawa.

Sementara anggota DPRD Sumut Ramli dari Komisi A Ramli melalui telepon selularnya, Minggu (13/12) meminta agar semua pihak menahan diri dalam menyikapi masalah CPNS agar jangan sampai manghambat pembangunan.

Bila ada manipulasi diharapkan pemerintah Kabupaten Nias Barat mengakui dan meminta maaf, kalau perlu ujian kembali, tegasnya.

Selain itu, Ramli mengatakan, pihakya telah melakukan koordinasi dengan pihak PLN Cabang Gunungsitoli terkait kelangkaan listrik di Kepulauan Nias dan hasilnya PLN Gunungsitoli berjanji akan mengadakan tambahan Genset sembari menunggu selesainya genset yang besar yang sedang dipasang dan diupayakan tambahan genset ini bisa difungsikan dalam mengantisipasi kelangkaan listrik satu bulan dalam menghadapi natal dan tahun baru mulai dari tanggal 24 Desember 2009. (Analisa, 15 Desember 2009)

Komentari

fearman daely says:

kejujuran itu adalah kita yang mulai bukan orang lain,menjadikan nias barat kabupaten yang bersih,aman,adil,sejahtera,dan makmur.sebenarnya bukan hal yang tak mungkin dilakukan.hanya orang masih memetingkan diri sendiri,meraup harta yang banyak dan berpikir,selagi masih ada kesempatan buat apa disia siakan,sebenarnya mereka inilah yang menghacurkan masa depan generasi nias bukan siapa-siapa.

berbuatlah yang baik selagi anda masih hidup.sebab nanti anda tidak mempunyai kesempatan apapun.setelah pulang padaNYA anda tak bisa berbuat apa-apa.yakinlah bahwa anda tidak pernah rugi.

firman says:

smga hasil ujian CPNSD tahun 2009 dapat mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikannya.

alasan bupati yang mengatakan bahwa hasil deteksi komputer melompat, itu sangat tidak masuk akal. oleh karena itu kita semua masyarakat nias memohon kepada DPRD sebagai wakil rakyat untuk menelusuri terus permasalahan ini. agar tidak terulang kedepan.

Pemantau JuGa says:

Mana Tim 9 Nasi Bungkus neeee??? Dasar tim lapar !!!

Pemantau JuGA

E. war says:

Aneh betul kenapa MoU dengan PNJ yang program studinya hanya D-3. Gimana mau ngetes yang lulusan s-1 dan s-2

E. war. says:

Pak sion bukti2 sudah ada, sudah sampai kepada DPRD nias, DPRDSU, MENPAN. Kalau ujian ulang biar bupati, sekda dan BKD yang tanggung jawab trhd biayanya. Ini ulah meraka kan??

sion says:

tuntutan dari berbagai pihak tentang CPNS,,,itu hal yang wajar,,,namun hal ini perlu dicarikan solusi dan jangan menjustifikasi seseorang tanpa mendapatkan bukti.mari kita bergandeng tangan untuk mencari solusi.nias barat yang kita gungkan selama ini harus terus maju jangan kemakan omongan dari kabupaten yang lain.mengenai perbedaan no ujian dan nama peserta perlu di sikapi secara matang dimana letak kesalahan…apakah ini adalah kesalahan Politeknik UI atau kesalahan dari BKD.////?

hal ini pun dibenarkan oleh bupati nias barat bahwa ada surat pernyataan dori Politeknik UI bahwa yang disahkan sebagi CPNS ada berdasarkan nama….kalau hal ini belum puas…mohon kita memberikan tanggapan yang realisti dan tidak bersifat anarkis…

tuntutan yang telah bergulir selama in antara lain :
1.cpns di ulang kembali….?lalu siapa yang mendanai ujian kedua dan siapa yang bertanggujawab atas semua ini.?kemudian bagaiman dengan peserta yang merasa no ujian benar dan nama peserta benar?hal ini jelas merugikan merka.
2.kejadian yang lulus CPNS di nias Barat yang tidak ikut ujian?,,,hal ini masih dalam tahap penyerahan berkas ulang…dimana hal ini harus benar2 diteliti oleh BKD karena harus ada audi ulang apaka seluruh administrasi yang diserahkan benar2 sah dan benar
3.isue mengenai yang bisa diberikan SK adalah hanya yang cocok no ujian dan nama peserta,,,,? yang namanya ujian CPNS di ulang tidak ada satupun yang merasa dirinya menang…itu semua sudah resiko untuk sebuah kebijakan.

mhn tanggapan

norton tel says:

maju terus memberantas korup dinias,apa lg dlm rngk pnrmaan CPNS.yg byk membuahkan hasil dgn sogokkan, mj terus