Pelayan Gereja BNKP Nias Diminta Jadi Peserta Jamsostek

Monday, December 7, 2009
By nias

Medan – Pimpinan tertinggi (Ephorus) Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Pdt Kalebi Hia MTh mengajak pelayan di seribuan gereja yang tersebar di seluruh Indonesia untuk didaftar menjadi peserta program jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek). Sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan menambah semangat melayani jemaat BNKP.

Ephorus BNKP mengunjungi PT Jamsostek (Persero) Kantor Wilayah I guna melihat lebih dekat sejauh mana pelayanannya terhadap peserta Jamsostek. Kunjungan Ephorus BNKP didampingi Praeses 42 BNKP Medan Pdt Dorkas Daeli MTh, Praeses 43 BNKP Medan Pdt Demia Jauso Wau STh, diterima Kepala Kantor Wilayah I PT Jamsostek (Persero) Dr H Mas’ud Muhammad MM di Jalan Kapten Pattimura Medan, Jumat (4/12). Rombongan melanjutkan perjalanan ke PT Jamsostek Tanjung Morawa.

Ephorus mengatakan, kunjungannya ke PT Jamsostek adalah sebagai tindaklanjut sosialisasi program Jamsostek di Kantor Pusat BNKP Jalan Sukarno 22 Gunung Sitoli, Nias, Kepulauan Nias belum lama ini.

Disebutkan, BNKP merupakan Gereja terbesar di Nias, yang mencakup sekitar 60% dari seluruh penduduk. Jemaat BNKP terdiri dari 355.000 jiwa di Pulau Nias dan di kota lainnya di Indonesia. Terdapat 360 orang Pendeta di 1.000-an gereja dan para penatua berjumlah 15 orang per gereja.

Sejauh ini, baru Sekretaris Umum BNKP Pdt At Lase MTh yang sudah terdaftar menjadi peserta Jamsostek di cabang Sibolga. “Kita akan melakukan pendaftaran secara berjenjang, dimulai dari tingkat Distrik dan resort sehingga seluruh Pendeta dan pelayan di BNKP segera menjadi peserta Jamsostek,” jelas Ephorus.

Kakanwil I PT Jamsostek (Persero) Dr H Mas’ud Muhammad MM dikesempatan itu menyerahkan sejumlah buku peraturan undang-undang dan majalah Jamsostek kepada pimpinan BNKP.

Kakanwil I PT Jamsostek (Persero) Dr H Mas’ud Muhammad MM mengatakan, jaminan sosial pertama dipelopori tokoh-tokoh Kristen.

“Jaminan sosial pertama kali di Jerman, yang dipelopori Otto van Bismarck yang kemudian diteruskan pemerintah setempat. Maka dengan itu Jamsostek kembali kepada filosofi, yakni merangkul gereja, termasuk BNKP,” pungkas Mas’ud.

Mas’ud yakin, gaungnya akan berbeda bila gereja terlibat dalam mensukseskan program Jamsostek. “Tak hanya pekerja, peran serta gereja diharap lebih menyadarkan pengusaha agar segera mendaftar ke Jamsostek,” kata Mas’ud seraya menambahkan, pekerja keagamaan merupakan agen perubahan (agent of change) di tengah-tengah masyarakat. (Medan Bisnis Online, 4 Desember 2009)

4 Responses to “Pelayan Gereja BNKP Nias Diminta Jadi Peserta Jamsostek”

  1. 1
    Burado Says:

    Syalom.
    Pendeta BNKP terpanggil untuk melayani. Siapa yang dilayani ? Ya Tuhan ! Karena itu Para Pendeta harus memohon tuntunan dan kuasa dari Roh Kudus untuk diberkati dan berwibawa. Kuasa roh Kudus inilah yang mempu berbicara dan melawat jemaat untuk mampu memahami melalui Pengkhotbah. Hal ini saya utarakan karena kepedulian dan keprihatinan saya terhadap masa depan BNKP. Saya telah mengikuti langsung/ tdk langsung para pendeta yang berkhotbah di resort 45, dan hasilnya memprihatikan karena mereka mensejajarkan dirinya dengan figur dunia (pelawak/pembuat lelucon/tokoh adat.dlsb) mereka lupa bahwa yang mereka layani adalah Tuhan dan karena itu kita harus membuat yang menyenangkan Tuhan bukan menyenangkan audense.Terperinci ada di kami tetapi secara umum 90 % pengkhotbah mimbar ( 20 % pemberitaan firman dan 80 % lelucon seperti.Ini yang memprihatikan saya.Terimakasih.

  2. 2
    Febriaman L. Harefa Says:

    Syalom…
    Setiap hamba Tuhan dipanggil oleh Kristus dengan kedaulatan-Nya yang agung. Dalam kedaulatan-Nya tersebut Allah menaruh visi & misi yang jelas untuk kemuliaan-Nya. Untuk mencapai visi dan misi yang dikehendaki Allah manusia yang dipanggilnya haruslah menyerahkan seluruh totalitas hidupnya untuk melayani-Nya. Artinya, setiap hamba-hamba Tuhan menyetujui “kontrak mati” untuk melayani-Nya. Dengan demikian, setiap kebutuhan hamba-hamba Tuhan berada dalam kontrol Tuhan sebagai Raja di atas segala Raja.

  3. 3
    Marturia Hulu Says:

    Shalom!
    hamba Tuhan adalah milik kepunyaan Tuhan yang sah. sehingga hamba Tuhan tidak lagi berkuasa pada dirinya sendiri melainkan seluruh toalitas hidupnya ada dalam kehendak dan otoritas Tuhan. hamba Tuhan sebagai milik Allah yang sah juga menunjukkan bahwa ia harus taat pada kehendak Tuhan dengan hidup dalam kesetiaan. kesetiaannya dapat diwujudkan melalui tindakannya hari lepas hari terhadap visi dan misi Allah. selain itu, setiap hamba Tuhan yang sudah memiliki panggilan yang jelas dari Tuhan tidak pernah memusingkan dirinya untuk kebutuhannya sendiri, melainkan Allah sudah menyediakannya dengan penuh rahmat dan kasih Allah semata. pertanyan berikutnya adalah apakah kita sebagai hamba-hamba Tuhan akan meyakini panggilan kita dan selalu berserah kepada kekuatan dan kemurahan Tuhan? marilah kita merevitalisasi kehidupan kita sebagai hamba Tuhan.

  4. 4
    Jonathan Says:

    Klo boleh tahu, apakah Calon pdt BNKP terbuka untuk orang luar suku nias dan apakah terbuka dari lulusan STT selain yg didukung BNKP…?

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

December 2009
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031