MEDAN – Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk Sumatera Utara masih ada Rp 5,4 triliun yang belum terpakai. Dana ini terancam mubazir karena waktu tutup buku anggaran semakin mepet. Bahkan masih ada dana yang belum terpakai sama sekali hingga kini.

“Hingga akhir Oktober, yang sudah terpakai sebanyak 7,4 triliun atau setara dengan 57,5 persen dari seluruh dana yang ada untuk Sumut. Jika masih ada sisa, kami kembalikan ke kas negara,” tutur Kepala Achmad Fadillah sebagai Kepala Kantor Wilayah Perbendaharaan Provinsi Sumut, Rabu (25/11) ditemui di ruang kerjanya.

Fadillah mengatakan dana yang belum terpakai sama sekali berasal dari Kementrian Daerah Tertinggal senilai Rp 16,6 miliar. Sampai kini, dana itu utuh belum diminta oleh pengguna anggaran. Mereka yang berhak menggunakan dana ini di antaranya Pemerintah Kabupaten Papak Bharat, Nias, Nias Selatan, dan Dairi.

Sejumlah alokasi anggaran dari APBN untuk Sumut juga kecil daya serapnya. Dana dari Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) senilai Rp 298 miliar baru terpakai 10,4 persen atau Rp 31,2 miliar. Salah satu pemakainya adalah PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Tentunya ini tidak baik karena Sumut sedang mengalami krisis listrik. Dana ini bisa dipakai untuk kepentingan mengurangi krisis,” katanya. (Kompas, 26 November 2009)

Facebook Comments