Medan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nisel diminta segera menyelesaikan persoalan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2008, yang hingga kini menyisakan persoalan. Apalagi, saat ini Pemkab Nisel tengah mempersiapkan penerimaan CPNS tahun 2009.

Demikian diungkapkan Anggota Komisi A DPRD Sumut, Hasbullah Hadi SH,SpN, didampingi Ramli yang juga Sekretaris DPD Demokrat Nias, Selasa (3/11) di Gedung DPRD Sumut, menanggapi proses seleksi penerimaan CPNS di Nisel yang bermasalah.

Menurut Ramli, hingga kini penerimaan 300 CPNS di Nisel masih menyisakan masalah karena SK pengangkatan mereka tertahan di Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) Menpan tidak berani mengeluarkan SK pengangka-tan mereka akibat hasil rangking yang diumumkan Pemkab Nisel berbeda dengan hasil rangking yang dilakukan USU.

Saat ini, sebagaimana kabupaten/kota lainnya, Pemkab Nisel juga tengah bersiap-siap untuk menggelar seleksi pene-rimaan CPNS yang jumlahnya mencapai 500 orang. “Kita minta Pemkab Nisel pro aktif menyelesaikan persoalan ini. Jika bermasalah secara hukum ya harus diselesaikan secara hukum,” kata Ramli.
Tertundanya pengangkatan CPNS di Nisel untuk tahun 2008 ini, kata Ramli, harus segera diselesaikan, sebelum muncul masalah baru.

Praktek Uang
Sementara itu, menanggapi isu praktek percaloan peneri-maan CPNS di kabupaten/kota yang disebut-sebut mematok tarif Rp50 hinga100 juta untuk kualifikasi sarjana (S1) dan Rp50 juta-Rp75 juta untuk kualifikasi SMA, Hasbullah Hadi menyatakan mendukung sikap tegas Gubsu yang akan me-ngambil tindakan tegas terhadap oknum yang berani bermain api dalam seleksi penerimaan CPNS Pemprovsu.

Sikap tegas Gubsu ini, kata Hasbullah, hendaknya diikuti kabupaten/kota di Sumut, yang secara serentak menggelar penerimaan CPNS. “Masyarakat hendaknya jangan meng-goda aparat untuk mengiming-imingi uang. Dan kepada pe-jabat yang berwenang harus bertindak sesuai ketentuan perundangan, hindari praktik percaloan dan memberi iming-iming kepada masyarakat sejumlah uang,” kata Hasbullah. (Analisa Online, 6 November 2009)