Medan – Pemekaran yang dilakukan di Nias, yang sebelumnya hanya dua kabupaten menjadi lima kabupaten tidak dipungkiri menjadi salah satu tantangan berat bagi para NGO untuk melakukran rehabilitasi di Nias.

“Dengan adanya pemekaran tersebut, proses administrasi, data primer kabupaten seperti data penduduk dan lainnya serta kapasitas aparatur pemerintah menjadi hambatan. Terutama kapasitas aparatur pemerintah kabupaten baru yang belum terampil atau biasa dalam proses rehab rekon,” demikian ujar Sipirianus dari United Nation Development Program (UNDP) yang tampil sebagai pembicara pada Nias Islands Forum yang mengusung tema Tantangan dan Peluang Pasca Bencana yang digelar Badan Kesinambungan Rekonstruksi Nias (BKRN) dan UNDP dan Multi Donors Fund (MDF) di Balai Kartini, Jakarta, baru-baru ini.

Dulu, lanjutnya, saat Nias hanya memiliki dua kabupaten yakniNias dan Nias Selatan, proses administrasi tidak begitu sulit. Namun setelah mekar dan bertambah Nias Utara, Nias Barat dan Kotamadya Gunung Sitoli pihak NGO jadi merasa kesulitan melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi.

“Persoalannya, terletak pada sumber daya manusianya yang belum begitu terampil,” cetus Spirianus di hadapan 80 orang peserta yang hadir terdiri SKPD Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Nias dan Nias Selatan, Himpunan Masyarakat Nias (HIMNI) Jakarta, NGO dan United Nation (UN).

Diungkapkan NGO

Hal senada juga diungkapkan dari NGO lainnya. Bahkan, Suprayoga Hadi Direktur Kawasan Tertinggal Bapennas juga tidak memungkiri hal tersebut. Meski demikian, dalam forum yang dipandu oleh Ir Hj Nurlisa Ginting MSc selaku moderator yang juga Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut itu, Shamima Khan dari MDF dan Agustinus Zega Bappeda Kabupaten Nias dan Wakil Sekretariat BKRN mengakui bahwa rekonstruksi dan rehabilitasi yang dilakukan pada umumnya sudah cukup banyak dan berhasil.

Kegiatan dan pembangunan yang dilakukan di Kepulauan Nias itu meliputi kegiatan fisik berupa perumahan, infrastruktur dan lain-lain. Sementara non fisik, pengembangan ekonomi, pelatihan keterampilan, kesehatan, pendidikan dan lain-lain. (Analisa Online, 6 November 2009)

Facebook Comments