6 daerah tak anggarkan insentif guru

Wednesday, October 21, 2009
By nias

MEDAN – Walau Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) berbuat yang terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan para guru, dengan memberikan insentif bagi para guru Rp600 ribu per tahun, namun masih ada enam kabupaten/kota di Sumut, yang tidak mengajukan anggaran insentif guru ke Pemprovsu.

“Jika nanti hingga 31 Desember 2009, tetap tidak mengusulkannya, maka dana tersebut akan dikembalikan ke kas negara,” terang Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin, kepada Waspada Online, malam ini.

Dikatakan, hingga sekarang dirinya tidak mengetahui masalah mengapa ke-enam kabupaten/kota tersebut tidak mengajukan anggaran insentif guru itu. “Apa mereka tidak butuh dengan uang itu. Kami sudah tiga kali menyuratinya,” ujarnya.

Keenam daerah itu, katanya, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai, Pemko Sibolga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Lawas, Pamkab Dairi, Pemkab Nias, dan Pemkab Batubara.

Sementara, kepala biro keuangan sekretariat daerah provinsi, Muhammad Syafii, menambahkan, surat pemberitahuan kepada enam pemko/pemkab itu pertama dilayangkan pada 31 Maret 2009, lantaran belum juga mengusulkan insentif guru.

Meski surat sudah dilayangkan, namun tetap tak digubris bupati/walikota. Karenanya, Pemprovsu kembali menyurati untuk yang kedua kalinya, yakni 30 Juli 2009. Surat kedua juga belum direspons, sehingga muncul surat ketiga tertanggal 25 Agustus 2009.

”Saya juga heran, padahal proses pengurusannya di Biro Keuangan Setdaprovsu tidak sulit. Kalau semua data dan persyaratan lengkap, satu hari sudah oke,” tukasnya.

Ditambahkan, cepat lambannya proses pencairan uang insentif sebesar Rp600.000 per guru per tahun sangat tergantung dari daerah kabupaten/kota. Jika usulan pencairan cepat diajukan, uang tersebut bisa segera dicairkan.

“Yang jadi persoalann, mengapa masih ada enam daerah yang belum mengurus. Itu yang menjadi pertanyaan, apakah karena rekening guru belum selesai atau data gurunya yang tidak lengkap,” pungkasnya.
(Waspada Online, 20 Oktober 2009)

One Response to “6 daerah tak anggarkan insentif guru”

  1. 1
    Pdm.PETER CHRISTIAN ZENDRATO Says:

    Acc.Salut for Pemkab Nias, I think only Rp.600.000/tahun, inilah gambaran Gubsu yang mencanangkan rakyat tidak bodoh, coba kita bayangkan Rp.50.000/bulan untuk dipakai apa itu, beli buku?akses internet,beli software?atau hanya beli rokok Peace………

    Jadi lebih baik ditolak saja, tokh dengan Rp.50.000.- para guru tidak akan mati di sekolahnya masing-masing.Memang sih? ada yang bila disyukurin aja…yaa itulah manusia yang sudah ditabrak mobil disyukurin juga untung tidak mati, aneh kan??? Masakan kita bersyukur terima 50.000 atas nama KESEJAHTERAAN GURU …..So I hope Mr.Baeha, that is no problim about is, I think money thats six hundred for a year, itu adalah bentuk kacau balaunya Pemprovsu menata pendidikannya di daerah ini, berbanding surabaya atau kota kota lainnya. Kita adalah iraono sihino dola, ono gauko, rakyat pejuang, mari tingkatkan NIAS melalaui speak Indonesian, English and after that ICT or computer.Thanks for your attention in education in Nias Island.GOD BLESS YOU, SYALOOM

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

October 2009
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031