Jaycee Lee Dugard pamit kepada ayah tirinya dan berlari keluar dari pintu rumah mereka di Lake Tahoe, California. Memakai jumper merah muda dan sepatu karet ia berlalu menuju bis sekolah, rambutnya yang pirang diikatnya dengan pita.

Tetapi hari itu – 10 Juni 1991 – gadis berusia 11 tahun bermata biru itu tak pernah sampai di bis sekolah itu. Alih-alih, ia disergap dan ditarik sambil menjerit-jerit ke dalam sebuah sedan abu-abu yang telah mengintainya di dekat rumahnya.

Sejak itu, polisi El Dorado yakin Jaycee dipaksa tinggal dalam sebuah pondok kedap suara yang tersembunyi di belakang sebuah dinding pohon-pohon, terpal dan pagar tinggi. Selama 18 tahun ia tidak bisa melihat keluar dan tetangganya tidak bisa melihat atau mendengar jeritan kepedihannya  di dalam.

Di sini, dekat kota Antioch, California, salah satu dari perbudakan seks paling mengerikan dalam sejarah Amerika berlangsung hingga minggu ini, sampai akhirnya polisi menemukan rahasia penawanannya yang sangat menjijikkan itu.

Polisi mengkalim Phillip Garrido, 58 tahun, dan istrinya Nancy, 54, mengurung gadis malang itu dalam kurungan yang dijuluki polisi sebagai: halaman belakang yang tersembunyi di dalam halaman belakang.

Pondok itu merupakan bangunan tenda seadanya yang mudah goyah yang dilengkapi dengan kamar mandi untuk camping dan kabel panjang untuk memasok listrik. Dunia rahasia itu demikian tersembunyi sehingga para petugas pun selalu terkecoh setiap kali melakukan pengecekan terhadap Garrido si pemerkosa.

Para tetangga secara samar-samar sadar akan keberadaan tenda-tenda itu tetapi tidak sadar bahwa itu dijadikan rumah-rumah darurat. Maka, ketika Jaycee baru berumur 14 tahun dan melahirkan anak perempuan pertama penculiknya, tidak ada yang menyadari adanya peristiwa kelahiran itu. Hal yang sama terulang, ketika Jaycee melahirkan bayi perempuan kedua empat tahun kemudian.

“Kedua anak gadis itu tak pernah ke sekolah – mereka tak pernah ke dokter,” kata Fred Kollar, deputi sherif El Dorado. “Mereka sungguh-sungguh terisolasi.”

Fred mengatakan Garrido dan istrinya cocok dengan deskripsi ciri-ciri para penculik yang diendus pada tahun 1991; dan mobil yang dipakai untuk menculik ditemukan di belakang rumah yang dirahasiakan itu.

Sabtu kemarin, pasangan Garrido dan Nancy ditahan dan didakwa bersekongkol menculik. Garrido pernah dipenjarakan karena penculikan dan pemerkosaan yang dilakukannya pada tahun 1971, dan dibebaskan pada tahun 1999. Ia juga dicurigai atas pemerkosaan terhadap anak usia di bawah umur. Menurut Wikipedia (Kidnapping of Jaycee Lee Dugard), Garrido, selain seorang pekerja percetakan, ia juga seorang evangelis hunjukan sendiri.

Hari Rabu lalu, seorang petugas kepolisian mengamati Garrido bersikap mencurigakan di sebuah universitas, ketika sedang ditemani oleh dua orang gadis. Petugas itu memerintahkan pengecekan dan sehari kemudian Garrido datang di kantor polisi yang membebaskannya untuk suatu pertemuan.

Atas alasan yang tidak jelas ia membawa istrinya Nancy dan ketiga tawanannya itu; ia memperkenalkan Jaycee sebagai “Allissa”. Selama pertemuan itulah Jaycee mengungkapkan identitasnya yang sesungguhnya.

Pengujian DNA sedang berlangsung untuk memastikan ia adalah gadis yang hilang pada tahun 1991 itu, tetapi polisi dan ayah tirinya, Carl Probyn yakin akan identitasnya. (The Advertiser – 29 Agustus 2009 – Foto: Jayce Lee Dugard (MySpace), Garrido & Nancy – Wikipedia berbahasa Inggris:  http://en.wikipedia.org).

Facebook Comments