Dephub setujui Teluk Dalam didarati penerbangan perintis

Friday, August 21, 2009
By nias

MEDAN – Departemen Perhubungan (Dephub) telah menyetujui bandar udara yang terdapat di Kota Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara didarati oleh penerbangan perintis pada awal tahun 2010.

“Dengan persetujuan Dephub, maka mulai tahun depan terdapat tiga rute penerbangan perintis di Sumut yang biaya operasionalnya ditanggung oleh pemerintah,” ungkap Kasi Angkutan Udara Departemen Perhubungan Sumut, Basri, di Medan, sore ini.

Sebelumnya terdapat dua penerbangan perintis di Sumut, yakni Pulau Tello-Gunung Sitoli dan sejak awal tahun ini Sibolga-Pulau Tello-Gunung Sitoli dengan dua kali dalam sepekan menggunakan pesawat Cassa 212.

Kendati demikian, lanjut Basri, pengoperasian penerbangan perisntis pada awal tahun depan ke Teluk Dalam, masih menunggu kesiapan fasilitas bandar udara setempat seperti landasan pacu.

Sebab, panjang landasan pacu yang dibangun Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh dan Nias di Teluk Dalam masih sepanjang 600 meter dengan lebar 23 meter.

Sedangkan syarat minimal agar suatu landasan pacu dapat didarati pesawat berbadan kecil jenis Cassa, panjang landasan minimal harus 750 meter.

“Usulan penambahan panjang landasan perintis sudah disetujui, dan kita tinggal menunggu realisasi untuk memperpanjang landasan dalam dua bulan ke depan agar penerbangan perintis bisa direalisasikan,” ujarnya.

Dengan penambahan penerbangan perintis itu, akses ke wilayah Kepulauan Nias seperti Pulau Tello sebagai salah satu wilayah kepulauan terluar di Samudera Hindia kian terbuka sehingga dinilai tak lagi rawan dicaplok oleh pihak asing.

“Akses ke Tello kini semakin terbuka dan kekhawatiran pencaplokan pulau-pulau di wilayah Kepulauan Nias oleh asing berkurang,” kata Kepala Satker Bandar Udara Lasondre Pulau-Pulau Batu, Saiful Bahri.

Pemerintah Sumut menyatakan pulau terluar di provinsi itu rawan dicaplok pihak asing karena belum memiliki nama, terutama di wilayah Kepulauan Nias yang paling banyak jumlahnya.

Dari 419 pulau-pulau terluar di daerah itu, sebanyak 166 pulau dewasa ini belum memiliki nama atau tanda-tanda sebagai milik dan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Waspada Online – www.waspada.co.id – 21 Agustus 2009)

2 Responses to “Dephub setujui Teluk Dalam didarati penerbangan perintis”

  1. 1
    pejuang nisel Says:

    hidup nisel

    usahakan pesawat garuda masuk ke nias. biar wisman banyak dtg.

    tp, pengelolaannya jgn korupsi!!!!!!!!!!

    nanti pesawatNya jaTuh.

  2. 2
    Rolf W. Christian Petersen Says:

    Apa kira-kira yang membuat hati para wisman tertarik di Nias ?
    Tentu bukan pesawat terbang yang bisa mendarat di Telukdalam, yang menjadi alasan bagi para wisatawan, melainkan keterpencilan, keanehan,
    kelainan dari tempat yang lain dan keramahan dan kebaikan hati penghuni asli di Nias yang menjadi keinginan pendatang.
    Ya’ahowu !
    Ama Jan

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

August 2009
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31