Sibolga – Ka Operasional Kapal Cepat Jumbo Zet Renold Simamora SE mengaku, pihaknya saat ini terus merugi akibat kapalnya yang melayani rute perjalanan laut Sibolga – Nias “bolak-balik” akibat dihadang badai di perairan Pantai Barat Sumatera.

“Badai sulit diprediksi karena terjadi di tengah laut sedangkan dari pelabuhan cuaca terlihat baik,’ katanya saat ditanyai wartawan, Kamis (13/8) di sela-sela pengembalian tiket penumpang Kapal Cepat “Ocean” yang balik kanan ke Pelabuhan Sibolga.

Ia mengaku, kemampuan kapal melihat cuaca hanya berjarak 10 mil ke depan sehingga melebihi batas tersebut sulit ditebak dan terkesan perjalanan menjadi “nasib-nasiban”.

“Kalau cuaca baik perjalanan dilanjutkan tetapi kalau buruk kapal terpaksa kembali dan kami yang menanggung kerugian atas kepulangan kapal karena tiket dikembalikan ke penumpang,’ sebut dia seraya merinci kerugian yang dialami setiap kali kapal “balik kanan” bisa mencapai jutaan rupiah meliputi biaya angkut dan BBM,” kata Simamora.

Pemerintah diharapkan turut memperhatikan kondisi ini dengan menyediakan sejenis alat deteksi cuaca di tengah laut yang dipasang di Pelabuhan Sibolga seperti yang baru-baru ini dimohonkan Adpel setempat. (SIB, Jumat, 14 Agustus 2009)

Facebook Comments